<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>102FM ITB</title>
	<atom:link href="http://102fm-itb.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://102fm-itb.org</link>
	<description>Wahananya Para Fisikawan Muda</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 11:10:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ribut-ribut Lalu Sunyi Senyap</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 10:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zainul Abidin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]
Azas ketidakpahaman Zainul. Teori yang super-duper luar biasa! Menamai sebuah teori dengan nama sendiri, alangkah tidak tahu malunya  . Siapa yang tidak senang namanya melekat pada sebuah teori. Hukum Newton, relativitas Einstein, ketidakpastian Heisenberg, eksklusi Pauli, diagram Feynman, tentu tidak dinamai oleh orang yang bersangkutan, tapi oleh komunitas ilmuwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]</p>
<p>Azas ketidakpahaman Zainul. Teori yang super-duper luar biasa! Menamai sebuah teori dengan nama sendiri, alangkah tidak tahu malunya <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> . Siapa yang tidak senang namanya melekat pada sebuah teori. Hukum Newton, relativitas Einstein, ketidakpastian Heisenberg, eksklusi Pauli, diagram Feynman, tentu tidak dinamai oleh orang yang bersangkutan, tapi oleh komunitas ilmuwan sebagai penghargaan arti penting penemuan tersebut.</p>
<p>Kolaborasi dan kompetisi pasti mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saling bantu dan saling sikut bisa terjadi, namanya juga manusia. Ada dana riset, dan nama baik yang dipertaruhkan. Berlomba-lombalah mereka menjadi yang pertama. Sebelum didahului periset saingan, riset harus segera tuntas dengan hasil yang menggemparkan dunia (lebay lagi nih <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ). Tapi ada harga yang harus dibayar, terburu-buru bisa menjadi bencana. </p>
<p>Pesan dari seorang dosen “Ilmuwan boleh salah, asal tidak bohong”. Meskipun ada juga “ilmuwan palsu” yang memanipulasi data untuk mendukung klaimnya. Dalam banyak kejadian, meskipun yang bersangkutan jujur, kesalahan bisa terjadi. Misalnya karena lalai mempertimbangkan efek-efek tertentu. Makanya, kehati-hatian sangat diperlukan,</p>
<blockquote><p><i>Extraordinary claims require extraordinary evidence.</i></p></blockquote>
<p>Kita bisa belajar dari peristiwa-peristiwa yang sempat menghebohkan dunia fisika, tanpa bermaksud memvonis benar tidaknya. Masing-masing masih punya pendukung setia. Biarlah waktu yang  menjawab (Ini lirik lagu dangdut yang mana yah? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> )</p>
<p><span id="more-268"></span><strong>&raquo; Fusi nuklir di tabung kimia</strong><br />
Reaksi fusi adalah reaksi penggabungan inti atom ringan menjadi inti atom yang lebih berat. Berbeda dengan reaksi fisi, yaitu pemisahan inti atom berat menjadi inti atom-inti atom yang lebih ringan yang biasanya bersifat radioaktif, hasil reaksi fusi nuklir lebih aman.  </p>
<p>Reaksi fusi terjadi di inti matahari. Cara konvensional menciptakan reaksi fusi adalah dengan menyediakan kondisi yang sama dengan inti matahari yaitu temperatur yang tinggi, jutaan derajat Celcius. Melalui reaktor tokamak yang “mengurung” plasma dengan medan magnet dapat dihasilkan reaksi fusi. Hingga kini, belum ada yang menguntungkan secara komersial.</p>
<p>Tahun 1989 Martin Fleischmann dan Stanley Pons dari University of Utah [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref1">1</a>] mengklaim mampu menciptakan reaksi fusi nuklir hanya melalui proses elektrokimia. Mereka mendeteksi ekses panas yang tidak dapat dijelaskan melalui reaksi kimia. Klaim yang sangat menjanjikan. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di <i>Journal of Electroanalytical Chemistry</i>.</p>
<p><center><img src="/uploads/ribut1.jpg" alt="eksp. fusi di tabung kimia" /></center></p>
<p>Sejumlah peneliti lain berusaha mereproduksi hasil eksperimen tersebut dan sebagian besar gagal.   Menurut golongan skeptis, tidak ada bukti memadai berupa deteksi neutron dan <sup>3</sup>He, atau tritium dan proton yang menunjukkan bahwa fusi memang terjadi. Akhirnya, group riset dari MIT menunjukkan kesalahan serius pada analisis spektrum sinar gamma yang diajukan Pond dan Fleischmann [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref2">2</a>]. Tamatkah riwayat teori fusi dingin ini? Belum. Sampai sekarang masih ada yang melakukan riset serupa meskipun sulit mendapatkan dana riset.</p>
<p><strong>&raquo; Fusi nuklir sonoluminescence</strong><br />
Juga pada tahun 1989, Felipe Gaitan dan Lawrence Crum, dengan menggunakan gelombang suara, berhasil membuat gelembung udara pada cairan memancarkan cahaya [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref3">3</a>], fenomena yang diberi nama sonoluminescence. Eksperimen ini dapat direproduksi oleh peneliti-peneliti yang lain, tidak ada keraguan di dalamnya. Diperkirakan bahwa pusat dari gelembung udara tersebut memiliki temperatur yang sangat tinggi.  Apakah cukup tinggi untuk reaksi fusi masih tanda tanya. [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref4">4</a>]</p>
<p><center><img src="/uploads/ribut2.png" alt="sonoluminescence" /></p>
<p><img src="/uploads/ribut3.jpg" width="330" alt="sonoluminescence yang diklaim menghasilkan fusi" /></center></p>
<p>Tahun 2002, R.P. Taleyarkhan dkk dari <i>Oak Ridge National Laboratory</i> (ORNL) menggunakan fenomena sonoluminescence ini untuk menciptakan reaksi fusi nuklir [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref5">5</a>]. Hasil penelitiannya dipublikasikan di majalah <i>Science</i>. Mereka mengklaim mendeteksi neutron dan tritium yang konsisten dengan reaksi fusi. Eksperimen yang sama dilakukan oleh Mike Saltmarsh dan Dan Shapiro juga dari ORNL, gagal mengonfirmasi hasil Taleyarkhan. Sejarah berulang kembali. Menurut golongan skeptis, neutron yang terdeteksi bukan dari hasil fusi, tetapi dari <i>neutron gun</i> yang digunakan, memantul kesana kemari dan terdeteksi pada detektor.</p>
<p>Tahun 2004 R.P. Taleyarkhan dkk, menyempurnakan eksperimen mereka. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di <i>Physical Review E</i>. Ini pun belum cukup untuk meyakinkan golongan skeptis (kalau yakin, bukan skeptis lagi namanya <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ). Untuk membuktikan bahwa neutron yang terdeteksi memang berasal dari reaksi fusi, perlu bukti bahwa deteksi neutron sinkron dengan kilatan cahaya. </p>
<p>Tahun 2005 BBC <i>horizon programme</i> [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref6">6</a>] membentuk tim independent dari beberapa ilmuan dipimpin oleh Seth Putterman dari UCLA, dilengkapi detektor neutron yang lebih canggih dengan resolusi nanosecond. Kesimpulannya? Neutron yang terdeteksi random, tidak sinkron dengan kilatan cahaya. Meskipun demikian, eksperimen fusi nuklir melalui sonoluminescence tidak pupus.</p>
<p><strong>&raquo; Pentaquark</strong><br />
Hadron adalah partikel yang tersusun atas quark-quark dan gluon-gluon (baca <a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/">Secuil Tentang Alam</a>, untuk info tentang partikel elementer menurut Model Standar). Hadron yang terdiri atas tiga quark valensi disebut baryon, sementara hadron yang  terdiri atas quark dan anti quark disebut meson. Hadron tanpa quark valensi disebut sebagai glueballs. Di dalam hadron, selain quark valensi ada juga “lautan” quark (<i>sea quark</i>) yang dibentuk oleh penciptaan dan pemusnahan pasangan quark-anti quark.</p>
<p>Tahun 2003, eksperimen dari laboratorium SPring-8 jepang [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref7">7</a>] mengindikasikan keberadaan pentaquark, yaitu hadron yang tersusun atas 4 quark+1 anti-quark. Berturut-turut eksperimen lain mengonfirmasi, Jefferson lab di Virginia USA, ITEP di Rusia dan ELSA di Jerman.</p>
<p>Belakangan eksperimen-eksperimen dengan peralatan dan statistik yang lebih baik, termasuk Jefferson Lab [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref8">8</a>] gagal membuktikan keberadaan pentaquark ini.</p>
<p><center><img src="/uploads/ribut4.jpg" alt="grafik eksperimen-eksperimen" /><br />banyaknya eksperimen yang berhasil dan yg gagal membuktikan keberadaan pentaquark</center></p>
<p><strong>&raquo; Anomali LSND</strong><br />
Eksperimen <i>Liquid Scintillator Neutrino Detector</i> (LSND) di Los Alamos mengindikasikan keberadaan species neutrino yang ke empat, “sterile neutrino”. (baca <a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/">Secuil Tentang Alam</a> lagi, untuk info tentang partikel elementer menurut Model Standar)  Neutrino ini gagal diamati eksperimen lainnya, terakhir oleh kolaborasi MiniBooNE di Fermilab tahun 2007.</p>
<p><strong>&raquo; Studi multi-muon di CDF?</strong><br />
Tanggal 29 Oktober 2008 (hot news) muncul artikel di arxiv [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref9">9</a>] oleh kolaborasi CDF di Fermilab mengenai studi multi muon yaitu deteksi dua atau lebih muon dari setiap peristiwa tumbukan proton-antiproton. Hasil eksperimen menyiratkan (CDF tidak mengklaim) ekses muon yang tercipta cukup jauh di luar berkas sinar (beam pipe) proton-antiproton. Menurut mereka fenomena ini tidak dapat dijelaskan oleh proses-proses yang diketahui pada Model Standar fisika partikel. </p>
<p>Jika benar adanya, fenomena ini dapat mengindikasikan keberadaan partikel non Model Standar yang punya waktu paruh cukup panjang lalu meluruh menghasilkan muon. Fisikawan-fisikawan teori mulai sibuk berteori [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref10">10</a>]. Lebih menghebohkan lagi, hampir sepertiga dari 600an anggota kolaborasi tidak bersedia namanya dicantumkan [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref11">11</a>]. Seperti apa akhirnya kita tunggu saja.</p>
<p><strong>&raquo; Blue energy di Indonesia</strong><br />
<i>No comment</i>. Capee deh. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_sleep.gif' alt='&#124;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='21' height='18' title='&#124;&#45;&#41;' /></p>
<p>Punya contoh yang lain? Silakan berbagi. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p><strong>Referensi</strong>:</p>
<ul>
<li><a name="ref1" href="http://en.wikipedia.org/wiki/cold_fusion"><i>Cold Fusion</i> di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas</a></li>
<li><a name="ref2" href="http://physicsworld.com/cws/article/print/1258"><i>Cold Fusion</i> di PhysicsWorld</a></li>
<li><a name="ref3" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sonoluminescence">Sonoluminescence di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas</a></li>
<li><a name="ref4" href="http://www.sciam.com/article.cfm?id=the-bubbles-produced-by-u">Sonoluminescence di Sci-Am</a></li>
<li><a name="ref5" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bubble_fusion"><i>Bubble fusion</i> di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas</a></li>
<li><a name="ref6" href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/4270297.stm">Nuclear fusion &#8216;put to the test&#8217;, BBC Science</a></li>
<li><a name="ref7" href="http://www.symmetrymagazine.org/cms/?pid=1000377">Pentaquark di Symmetry Magz</a></li>
<li><a name="ref8" href="http://www.interactions.org/cms/?pid=1020874">Pentaquark di Interactions.org</a></li>
<li><a name="ref9" href="http://aps.arxiv.org/abs/0810.5357">&#8217;sedikit&#8217; penjelasan tentang multi-muon oleh CDF</a></li>
<li><a name="ref10" href="http://aps.arxiv.org/abs/0811.1560">&#8217;sedikit&#8217; komentar tentang multi-muon CDF</a></li>
<li><a name="ref11" href="http://physicsworld.com/cws/article/news/36514">Fermilab &#8216;ghosts&#8217; di PhysicsWorld</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Massa atau Energi?</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/11/massa-atau-energi/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/11/massa-atau-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fisikawan Muda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Massa adalah energi. Tak ada sanggahan akan hal itu. Apalagi setelah Einstein menyatakan secara eksplisit:
massa yang dimiliki benda adalah ukuran dari energi yang disimpannya &#8230;
E = mc2 
atau, maksudnya adalah, kemungkinan massa dan energi adalah ekivalen. Bahwa massa dan energi adalah dua sudut pandang berbeda mengenai suatu besaran fisis, hanya saja berbeda satuannya.
Sekarang coba simak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Massa adalah energi. Tak ada sanggahan akan hal itu. Apalagi setelah Einstein menyatakan secara eksplisit:</p>
<blockquote><p>massa yang dimiliki benda adalah ukuran dari energi yang disimpannya &#8230;</p>
<p>E = mc<sup>2</sup> </p></blockquote>
<p>atau, maksudnya adalah, kemungkinan massa dan energi adalah ekivalen. Bahwa massa dan energi adalah dua sudut pandang berbeda mengenai suatu besaran fisis, hanya saja berbeda satuannya.</p>
<p><span id="more-254"></span>Sekarang coba simak dialog antara murid dan seorang guru fisika.</p>
<p><strong>Murid</strong>: &#8220;Apakah foton memiliki massa?&#8221;<br />
<strong>Guru</strong>: &#8220;Betul, karena foton memiliki energi.&#8221;<br />
<strong>Murid</strong>: &#8220;Tapi, untuk foton,<br />
E = pc</p>
<p>Jadi, hubungan</p>
<p>E<sup>2</sup> - p<sup>2</sup> c<sup>2</sup> = m<sup>2</sup> c<sup>4</sup></p>
<p>menjadi</p>
<p>E<sup>2</sup> - p<sup>2</sup> c<sup>2</sup> = 0</p>
<p>untuk foton.&#8221;</p>
<p>Siapa yang salah? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/11/massa-atau-energi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Termodinamika dan Kedokteran</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/11/termodinamika-dan-kedokteran/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/11/termodinamika-dan-kedokteran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 08:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fran Kurnia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Termodinamika Statistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM]
Fisika merupakan cabang ilmu yang banyak digunakan di berbagai aspek kehidupan manusia. Dalam artikel ini akan dibahas tentang penggunaan konsep-konsep termodinamika yang banyak digunakan dalam bidang kedokteran.
&#187; Pengertian Termodinamika
Termodinamika terbentuk dari dua suku kata yaitu, thermal (yang berhubungan dengan panas) dan dynamics (yang berhubungan dengan suatu perubahan). Jadi termodinamika merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM]</p>
<p>Fisika merupakan cabang ilmu yang banyak digunakan di berbagai aspek kehidupan manusia. Dalam artikel ini akan dibahas tentang penggunaan konsep-konsep termodinamika yang banyak digunakan dalam bidang kedokteran.</p>
<p><strong>&raquo; Pengertian Termodinamika</strong><br />
Termodinamika terbentuk dari dua suku kata yaitu, <i>thermal</i> (yang berhubungan dengan panas) dan <i>dynamics</i> (yang berhubungan dengan suatu perubahan). Jadi termodinamika merupakan ilmu yang mempelajari berbagai fenomena energi yang berubah-ubah karena adanya aliran panas dan usaha yang dilakukan. Sebagai contoh, ketika suatu zat padat (besi atau sejenisnya) dipanaskan maka semakin lama akan terjadi pemuaian. Pada proses ini terdapat suatu pemindahan panas dan juga bekeja suatu gaya yang mengakibatkan timbulnya suatu usaha. Dengan kata lain, hanya dengan mempelajari termodinamika, bukan hanya fenomena suhu, tetapi juga berbagai sifat gas, larutan zat padat, dan reaksi kimia.</p>
<p><span id="more-245"></span><strong>&raquo; Persamaan gas sejati</strong><br />
Misalkan ada sebutir air di atas raksa dari barometer, maka yang tampak ialah permukaan air raksa akan turun. Pada suhu 37<sup>o</sup>C, tinggi air raksa akan kurang menjadi 47 mm. Ini disebabkan terdapatnya air dalam keadaan gas. Selama ada liquid (uap tidak dapat disamakan dengan gas ideal) antara cairan dan uap dalam keadaan setimbang. Jika uap itu dipindahkan sehingga terjadi penurunan tekanan, maka situasi yang baru ini akan mengakibatkan lebih banyak molekul mejadi fase cair ketimbang fase uap dan akhirnya tekanan akan dipertahankan pada keadaan saturasi tekanan uap.</p>
<p>Ketika temperatur ditinggikan, daerah cair dan gas akan menjadi sempit dan pada waktu temperatur di mana tidak dapat memperpanjang keadaan cair dari gas, temperatur tersebut disebut dengan <i>temperatur kritis</i>. Uap dan cair tidak terdapat pada temperatur itu atau berada diatas temperatur kritis. Untuk mendapatkan saturasi tekanan uap maka harus mengukur temperatur T. Proses mendidih dapat terjadi apabila tekanan lebih rendah dari tekanan uap.<br />
Pada waktu ekspirasi (mengeluarkan udara dari paru-paru), udara mengandung uap yang merupakan saturasi atau kejenuhan di dalam paru-paru. Sehingga tekanan total di dalam paru-paru:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/fk_1.jpg" /></p>
<p>cat: P<sub>H<sub>2</sub>O</sub> = 47 mmHg pada suhu 37<sup>o</sup>C</p></blockquote>
<p>Kemudian jika udara ekspirasi ditampung dalam suatu ruangan dan dikeringkan serta diusahakan pada volume konstan, maka akan diperoleh tekanan total P’, sementara itu diusahakan jumlah mol dari O<sub>2</sub> dan CO<sub>2</sub> konstan. Temperatur ruangan tersebu adalah T’. Dengan demikian:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/fk_2.jpg" /></p></blockquote>
<p>Tekanan udara kering:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/fk_3.jpg" /></p></blockquote>
<p>Dengan mempergunakan hukum Dalton oksigen dalam ruangan (<i>container</i>):</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/fk_4.jpg" /></p>
<p>n&#8217; = jumlah total mol gas dalam udara kering</p></blockquote>
<p>Dengan menggunakan persamaan di atas tekanan parsial O<sub>2</sub> di dalam paru-paru:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/fk_5.jpg" /></p></blockquote>
<p><strong>&raquo; Persamaan dalam kelembaban</strong><br />
Satu hal lagi yang akan dibahas dalam artikel ini, ialah tentang persamaan dalam kelembaban. Didalam udara terdapat uap air. Salah satu cara untuk menyatakan banyaknya uap air yang terkandung dalam udara ialah dengan menggunakan <i>tekanan parsial uap air dalam udara</i>. Ketika kita mengalami perasaan lembab atau kering bukanlah disebabkan dari tekanan uap parsial itu saja. Misalnya tekanan parsial 15mmHg akan terasa lebih lembab pada suhu 20<sup>o</sup>C daripada saat suhu 30<sup>o</sup>C. Bila udara mengandung uap air yang memiliki tekanan parsial yang jauh berbeda dari tekanan uap jenuh air pada suhu saat itu, kita akan merasakan udara kering. Sebaliknya tekanan parsial itu hampir sama dengan tekanan uap jenuh pada suhu tersebut akan kita rasakan udara lembab dengan persamaan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/fk_6.jpg" /></p>
<p>dengan:<br />
P<sub>H<sub>2</sub>O(sat)</sub> = tekanan uap saturasi<br />
P<sub>H<sub>2</sub>O</sub> = tekanan uap parsial</p></blockquote>
<p>Karena proporsi tekanan parsial pada temperatur yang diberikan sama dengan massa jenis udara, maka persamaan kelembaban di atas dapat ditulis menjadi: </p>
<blockquote><p><img src="/uploads/fk_8.jpg" /></p></blockquote>
<p><strong>&raquo; Pustaka:</strong><br />
Gabriel, J.F., <i>Fisika Kedokteran</i>. Jakarta: EGC, 1996.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/11/termodinamika-dan-kedokteran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Secuil Tentang Alam</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 05:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zainul Abidin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fisika Partikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[[Oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]
Salah satu pertanyaan yang ingin dijawab oleh para fisikawan adalah:
&#187; Apa “batu bata” penyusun berbagai macam zat-zat di alam semesta?
Menurut Anaximenes dari Miletus [1], alam semesta tersusun dari:

Para filsuf pada jaman itu masih beranggapan bahwa semua zat dapat dibagi terus-menerus hingga sekecil-kecilnya. Konsep bahwa ada zarah yang paling kecil dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>Oleh:</strong> Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]</p>
<p>Salah satu pertanyaan yang ingin dijawab oleh para fisikawan adalah:</p>
<p><strong>&raquo; Apa “batu bata” penyusun berbagai macam zat-zat di alam semesta?</strong></p>
<p>Menurut Anaximenes dari Miletus [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/#ref1">1</a>], alam semesta tersusun dari:</p>
<p><center><img src="/uploads/secu1.jpg" /></center></p>
<p>Para filsuf pada jaman itu masih beranggapan bahwa semua zat dapat dibagi terus-menerus hingga sekecil-kecilnya. Konsep bahwa ada zarah yang paling kecil dan tidak dapat dibagi-bagi lagi, muncul sejak abad ke-6 sebelum Masehi di India oleh Nyaya dan Vaisheshika, lalu oleh Democritus dari Yunani [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/#ref2">2</a>]. Democritus menyebutnya sebagai <i>atomos</i>.</p>
<p><span id="more-225"></span>Berkat kontribusi dari kimiawan-kimiawan sejak abad ke-17 seperti Robert Boyle, Antoine Lavoisier, John Dalton, Mendeleev, dll. manusia mulai mengenal beberapa atom dan punya tabel periodik:</p>
<p><center><img src="/uploads/secu2.jpg" /></center></p>
<p>Mengapa atom tertentu ditempatkan pada baris dan kolom tertentu pada table periodik dapat dipahami lebih baik setelah berkembangnya mekanika kuantum, yang dipelopori ilmuwan-ilmuwan abad ke-20 seperti: Planck, Einstein, J. J. Thomson, Rutherford, Bohr, de Broglie, Heisenberg, Schrodinger, Born dll.</p>
<p>Karena ulah Rutherford, dipahami bahwa atom masih dapat dibagi lagi menjadi elektron dan inti atom yang saling tarik menarik dengan gaya elektromagnetik. Elektron bermuatan listrik negatif dan inti atom bermuatan positif. Muncul masalah yaitu inti atom helium yang muatannya dua kali muatan inti atom hidrogen ternyata punya massa 4 kali massa inti atom hidrogen. Berkat penemuan Chadwick diketahui bahwa perbedaan rasio massa dan muatan ini karena inti atom tidak hanya tersusun atas proton yang bermuatan positif tapi juga neutron yang tidak bermuatan, yang massanya hampir sama. </p>
<p>Sekian banyak unsur-unsur pada tabel periodik disusun hanya oleh 4 jenis partikel: elektron, proton, neutron, dan tidak ketinggalan juga foton: partikel yang “membawa” gaya elektromagnetik. Cukupkah sampai di sini? Belum.</p>
<p>Melalui eksperimen yang dilakukan di laboratorium-laboratorium pemercepat partikel dan dari pengamatan sinar kosmik diketahui bahwa proton dan neutron hanyalah dua dari se-kebon-binatang (lebay nih <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ) partikel-partikel yang masuk dalam kelompok <i>hadron</i>.</p>
<p><center><img src="/uploads/secu3.jpg" /></center></p>
<p>Hadron (termasuk proton dan neutron) tersusun atas quark-quark dan gluon-gluon, demikian menurut Model Standar fisika partikel (<i>Standard Model of Particle Physics</i>).</p>
<p>Apaan tuh?</p>
<p><strong>&raquo; Partikel elementer menurut Model Standar</strong></p>
<p>Menurut Model Standar, “batu bata” penyusun  zat-zat di alam semesta ini terdiri atas quark dan lepton. Partikel-partikel ini saling berinteraksi secara: elektromagnetik, interaksi lemah, dan interaksi kuat. Model Standar ini mengabaikan interaksi gravitasi antara partikel. </p>
<p>“Tabel periodik” partikel elementer ternyata lebih sederhana:<br />
<br />
<font size="+1"><center></p>
<table border=2>
<tr>
<th>Lepton</th>
<th>simbol</th>
<th>Q</th>
</tr>
<tr>
<td align="center">Neutrino elektron</td>
<td><i>v<sub>&#949;</sub></i></td>
<td>0</td>
</tr>
<tr>
<td>Elektron</td>
<td>e</td>
<td>-1</td>
</tr>
<tr>
<td>Neutrino muon</td>
<td><i>v<sub>&#956;</sub></i></td>
<td>0</td>
</tr>
<tr>
<td>Muon</td>
<td>m</td>
<td>-1</td>
</tr>
<tr>
<td>Neutrino tau</td>
<td><i>v<sub>&#964;</sub></i></td>
<td>0</td>
</tr>
<tr>
<td>tau</td>
<td>&#964;</td>
<td>-1</td>
</tr>
</table>
<p></p>
<table border=2>
<tr>
<th>Quark</th>
<th>simbol</th>
<th>Q</th>
</tr>
<tr>
<td>Up</td>
<td><font color="red">u</font>, <font color="green">u</font>, <font color="blue">u</font></td>
<td>2/3</td>
</tr>
<tr>
<td>Down</td>
<td><font color="red">d</font>, <font color="green">d</font>, <font color="blue">d</font></td>
<td>-1/3</td>
</tr>
<tr>
<td>Charm</td>
<td><font color="red">c</font>, <font color="green">c</font>, <font color="blue">c</font></td>
</td>
<td>2/3</td>
</tr>
<tr>
<td>Strange</td>
<td><font color="red">s</font>, <font color="green">s</font>, <font color="blue">s</font></td>
</td>
<td>-1/3</td>
</tr>
<tr>
<td>Top</td>
<td><font color="red">t</font>, <font color="green">t</font>, <font color="blue">t</font></td>
</td>
<td>2/3</td>
</tr>
<tr>
<td>Bottom</td>
<td><font color="red">b</font>, <font color="green">b</font>, <font color="blue">b</font></td>
</td>
<td>-1/3</td>
</tr>
</table>
<p></center></font><br />
</p>
<p>Q adalah muatan listrik dalam satuan muatan proton. Ada 6 “rasa” (<i>flavors</i>) yang dikelompokkan dalam 3 generasi. Masing-masing punya anti partikel. Untuk lepton ada 6 “rasa” dan 6 anti partikelnya, 6+6=12. Untuk quark, selain punya rasa juga punya 3 macam “warna” (<i>colors</i>) yaitu merah, hijau, dan biru. Warna di sini tidak ada kaitannya dengan persepsi mata terhadap cahaya tampak, begitu juga “rasa” tidak ada kaitannya dengan lidah, sekedar nama. Total untuk quark ada  6 x 3=18, dan 18 anti-quark, 18+18=36.</p>
<p>Hanya partikel  ber“warna” yang dapat ber-interaksi-kuat, analog dengan hanya partikel bermuatan listrik yang dapat berinteraksi secara elektromagnetik. Pada tabel di atas, lepton tidak dapat ber-interaksi-kuat, dan neutrino tidak dapat ber-interaksi-elektromagnetik, tapi semuanya (lepton dan quark) dapat ber-interaksi-lemah. </p>
<p>Foton adalah partikel yang “membawa” gaya elektromagnetik, adapun partikel yang bertanggung jawab membawa gaya-gaya lainnya adalah sebagai berikut:<br />
<br />
<center></p>
<table border=2>
<tr>
<th>Gaya Fundamental</th>
<th>Partikel</th>
<th>Jumlah</th>
</tr>
<tr>
<td>Elektromagnetik</td>
<td>Foton</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td>Interaksi lemah</td>
<td>W<sup>+</sup>, W<sup>-</sup>, Z</td>
<td>3</td>
</tr>
<tr>
<td>Interaksi kuat</td>
<td>Gluon</td>
</td>
<td>8</td>
</tr>
</table>
<p></center><br />
</p>
<p>Model Standar fisika partikel butuh minimal satu partikel Higgs. Meskipun sampai sekarang belum terbukti keberadaannya. Menurut Model Standar ini, elektron, muon, tau, quark, W<sup>+</sup>, W<sup>-</sup>, Z memiliki massa karena keberadaan medan Higgs, melalui mekanisme perusakan simetri secara spontan (<i>spontaneous symmetry breaking</i>). Sudah ada beberapa hadiah nobel yang  terkait, yaitu kepada Glashow, Weinberg dan Salam pada tahun 1979 untuk teori <i>Elektroweak</i> dan kepada Nambu pada tahun 2008 ini untuk mekanisme perusakan simetri secara spontan (Goldstone juga punya andil dan pantas iri).  Apa itu mekanisme perusakan simetri spontan? Panjang ceritanya Nak. Huahahahaha&#8230; <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Pengamatan osilasi neutrino [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/#ref3">3</a>], yaitu bahwa neutrino dapat berganti “rasa”, menunjukkan bahwa paling sedikit 2 dari 3 neutrino bermassa. Ini berarti bahwa Model Standar perlu dimodifikasi. Keberadaan massa neutrino ini dapat diakomodir dengan cara mengubah (menambah) beberapa parameter pada Model Standar. Adapun jika LHC (<a href="http://102fm-itb.org/2008/10/sedikit-tentang-lhc/">Large Hadrons Collider</a>) yang beroperasi tahun depan (mudah-mudahan tidak rusak lagi) tidak menemukan Higgs, maka fisikawan perlu mencari mekanisme alternatif bagaimana partikel-partikel elementer di atas bermassa [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/#ref4">4</a>]. Beberapa model alternatif yang tidak membutuhkan Higgs dapat dibaca di referensi [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/#ref5">5</a>] dan [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/#ref6">6</a>].</p>
<p>Secara keseluruhan, menurut Model Standar fisika partikel, minimal ada 12+36+12+1=61 macam partikel elementer. Bisa saja partikel yang sekarang kita sebut elementer ternyata tidak elementer: masih punya substructure. Bisa juga ternyata ada lebih dari tiga generasi quark dan lepton. Bagaimana dengan <i>dark matter</i>? Itu urusan fisikawan-fisikawan yang bergabung dengan <i><strong>the dark side</strong></i>. Semoga kita terlindungi dari pengaruh ilmu hitam mereka.<br />
<i>May the force be with us</i>. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Terimakasih kepada sdr. <em>Jong Anly Tan</em> untuk kritik dan sarannya.</p>
<p><strong>&raquo; Referensi:</strong></p>
<ol>
<li><a name="ref1">F. Halzen and A. D. Martins, “Quarks and Leptons: An Introductory Course in Modern Particle Physics”, John-Wiley &#038;Sons. 1984.</li>
<p></a></p>
<li><a name="ref2" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Atom">http://en.wikipedia.org/wiki/Atom</a></li>
<li><a name="ref3"href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neutrino_oscillation">http://en.wikipedia.org/wiki/Neutrino_oscillation</a></li>
<li><a name="ref4">Meskipun semua partikel elementer tidak bermassa, hadron yang merupakan partikel komposit dapat memiliki massa diam. Ingat persamaan terkenal <em>m = E/c</em><sup>2</sup>.</a></li>
<li><a name="ref5"href="http://en.wikipedia.org/wiki/Higgsless_model">http://en.wikipedia.org/wiki/Higgsless_model</a></li>
<li><a name="ref6">Phys.Rev.Lett.92:101802,2004, <a href="http://arxiv.org/abs/hep-ph/0308038">http://arxiv.org/abs/hep-ph/0308038</a>. <a href="http://arxiv.org/abs/hep-ph/0510275">http://arxiv.org/abs/hep-ph/0510275</a></a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Tentang LHC</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/10/sedikit-tentang-lhc/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/10/sedikit-tentang-lhc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 02:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syarif Riyadi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fisika Partikel]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>

		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Syarif Riyadi, alumni Fisika ITB]
Jadi, cerita berawal dari groupnya Oom Peter Higgs (University of Edinburgh) yang &#8220;kurang kerjaan&#8221; menghitung, sampai-sampai keasyikan dan ngelunjak (hehe..  ), dan akhirnya mereka propose bahwa ada partikel yang muncul dari interaksi partikel-partikel dasar pada proton, yang selanjutnya partikel itu diberi nama Higgs Boson. Kira-kira seperti ini kisahnya: quark [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Syarif Riyadi, alumni Fisika ITB]</p>
<p>Jadi, cerita berawal dari groupnya <i>Oom</i> Peter Higgs (<a href="http://www.ph.ed.ac.uk/peter-higgs/">University of Edinburgh</a>) yang &#8220;kurang kerjaan&#8221; menghitung, sampai-sampai keasyikan dan ngelunjak (hehe.. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ), dan akhirnya mereka <i>propose</i> bahwa ada partikel yang muncul dari interaksi partikel-partikel dasar pada proton, yang selanjutnya partikel itu diberi nama <strong>Higgs Boson</strong>. Kira-kira seperti ini kisahnya: quark dan anti-quark (partikel-partikel pembentuk proton) diikat oleh interaksi yang bernama Gluon (<i>g</i>). Nah, &#8220;si Gluon&#8221; ini bisa <i>decay</i> menjadi top (t) dan anti-top (t-bar). Interaksi antara top dengan anti-top inilah yang menghasilkan partikel <strong>Higgs Boson</strong>.</p>
<p><center><img src="/uploads/lhc_1.png" /></center></p>
<p><span id="more-205"></span>Lalu, apa kaitannya dengan si &#8220;monster&#8221; LHC (<i>Large Hadron Collider</i>) ini? LHC ini sebenarnya &#8220;hanya&#8221; bertujuan untuk mempercepat partikel sehingga energinya, yang juga berarti panjang gelombangnya, cukup untuk mendeteksi <strong>Higgs Boson</strong>. Berapa energi yang dibutuhkan? Entahlah&#8230; Tapi berdasarkan presentasi salah satu <i>scientist</i> LHC, Els Koffeman, September lalu, accelerator LHC bisa &#8220;memproduksi&#8221; partikel dengan energi berorde TeV atau setara dengan panjang gelombang 10<sup>-18</sup> m <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' /> .</p>
<p><center><img src="/uploads/lhc_2.jpeg" style="border:1px dotted black;"/></center></p>
<p>Kapan <strong>Higgs Boson</strong> ini terdeksi? <i>No one knows</i>&#8230; Fasilitas yang berada 100m di bawah permukaan tanah negara Perancis dan Swiss, dengan lintasan total sekitar 27km, menghabiskan dana sekitar ini 6,4 Miliar Euro, melibatkan lebih dari 1200 fisikawan, dan melibatkan 34 negara ini, akan terus beroperasi dan memproduksi data.</p>
<p>Nah, apa yang terjadi kalau <strong>Higgs Boson</strong> ini tak kunjung muncul? Pastinya <i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Standard_Model">Standard Model</a></i> dipertanyakan.</p>
<p>Seandainya muncul, lalu bagaimana? Misteri terbentuknya tata surya ini bisa segera terkuak. Saat LHC untuk pertama kalinya dioperasikan, sempat muncul kekhawatiran akan terbentuk <i>black hole</i> yang akan &#8220;menelan&#8221; semua yang ada di muka bumi. Walaupun itu tidak (dan sangat tidak mungkin) terjadi, banyak orang-orang ketakutan. Di China sempat terdengar berita ada seorang pemuda yang bunuh diri begitu mendengar LHC ini akan dioperasikan <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /> .</p>
<p>Berita terakhir menyebutkan ada kebocoran pada container Helium untuk pendingin <i>Superconducting Coil</i>-nya. Sekarang fasilitas ini masih berada dalam perbaikan, dan diperkirakan akan rampung pada akhir November 2008. Namun diperkirakan LHC tidak akan beroperasi setidaknya sampai musim semi mendatang <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /> .</p>
<p><center><img src="/uploads/lhc_3.jpg" style="border:1px dotted black;"/></center></p>
<p>Yah, kita tunggu saja para <i>nobel laurates</i> di bidang fisika dalam 10 tahun ke depan yang kemungkinan akan muncul dari fasilitas ini. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/10/sedikit-tentang-lhc/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perlahan Tapi Pasti</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/10/perlahan-tapi-pasti/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/10/perlahan-tapi-pasti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 02:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fran Kurnia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>

		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Fran Kurnia, staf 102 FM ITB]
Perlahan tetapi pasti, merupakan sebuah ungkapan yang sarat makna namun sedikit definisi yang menyertainya.
Saat ini dunia dan lingkungan kita senantiasa mengajak manusia untuk bertindak serba cepat tanpa ada kesalahan (bukan iklan loh  ). Tetapi tanpa disadari akal sehat yang menyertai, tindakan kita itu terkadang tidak memadai. Sekarang coba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Fran Kurnia, staf 102 FM ITB]</p>
<p><strong>Perlahan tetapi pasti</strong>, merupakan sebuah ungkapan yang sarat makna namun sedikit definisi yang menyertainya.</p>
<p>Saat ini dunia dan lingkungan kita senantiasa mengajak manusia untuk bertindak serba cepat tanpa ada kesalahan (bukan iklan loh <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ). Tetapi tanpa disadari akal sehat yang menyertai, tindakan kita itu terkadang tidak memadai. Sekarang coba kita ingat-ingat masa kecil kita saat pertama kali belajar berjalan, kita terlebih dahulu belajar untuk merangkak, duduk, berdiri, dan barulah berjalan lalu kita dapat berlari. Pada masa itu kita diberikan satu contoh konkret dari pengalaman hidup kita yang pasti dilalui oleh setiap manusia. Contoh lain, ketika kita belajar naik sepeda, kita mulai dengan terlebih dahulu dengan sepeda roda empat (satu di depan, di belakang dua roda kecil dan satu roda besar), roda tiga (roda kecil di belakang hilang satu, tanya orang tua masing-masing  <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ), kemudian sepeda roda dua (setelah sadar bahwa sepeda roda tiga tidak terlalu keren <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /> ), lalu kita dapat mengendarai sepeda motor. Jadi, bukankah suatu hal yang mustahil jika kita langsung dapat mengendarai sepeda motor tanpa melalui tahapan-tahapan tadi? Dengan kata lain, setiap manusia ditakdirkan untuk belajar sesuatu langkah demi langkah.</p>
<p><span id="more-193"></span>Asumsi (atau permisalan) mungkin sebuah kata yang sering kita jumpai dalam buku-buku pelajaran yang kita baca sehari-hari (kalo suka dibaca tentunya <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ). Tetapi bila kita amati lebih seksama, ternyata ‘asumsi’ ini digunakan hampir pada setiap langkah hidup kita. Sebagai contoh, ketika kita menggunakan kata ‘seandainya’, ’andaikan’, ’andaikata’, ’misalkan’, dll. Maka pada saat itulah kita telah menggunakan asumsi. Asumsi memang banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, khususnya matematika dan fisika, untuk memudahkan perhitungan aljabar atau persamaan tertentu agar hasil yang diperoleh lebih sederhana, meskipun jauh dari alam nyata.</p>
<p>Sekarang coban kita terapkan ‘prinsip langkah demi langkah’ dan ‘asumsi’ di atas sehingga membentuk sebuah prinsip baru ‘perlahan tapi pasti’ untuk sebuah soal matematika yang cukup memusingkan sebagai berikut:</p>
<p>Misalkan terdapat 3 buah bilangan (sebut a, b, dan c) yang mana ketiga bilangan ini dapat membentuk sisi-sisi segitiga ABC. Kemudian tunjukkan bahwa hubungan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_1.jpg" align="middle" /> berlaku!</p></blockquote>
<p>Pembuktian secara geometri biasa sangatlah tidak mudah dilakukan, dengan cara induksi matematika sangat mudah tetapi sangat sulit pula untuk dipahami secara eksplisit. Sebagai solusi alternatif, saya menawarkan pembuktian yang dilakukan dengan prinsip ‘perlahan tapi pasti’, sebagai berikut:</p>
<p>Misalkan kita ambil sebuah bilangan bulat yang positif <i>a</i>, maka akan berlaku hubungan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_2.jpg" align="middle" /> atau <img src="/uploads/per_3.jpg" align="middle" /> untuk semua bilangan bulat positif yang kita pilih.</p></blockquote>
<p>Kemudian kita beranjak untuk memilih 2 buah bilangan bulat yang positif a dan b, maka:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_4.jpg" /></p></blockquote>
<p>Kita sudah mencapai tahap yang cukup baik untuk menyelasaikan persoalan kita tadi. Sekarang kita coba untuk memilih 3 buah bilangan bulat yang positif <i>a</i>, <i>b</i>, dan <i>c</i>, maka:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_5.jpg" /></p></blockquote>
<p>Pada langkah ini, saya mengajak anda untuk memeriksa kembali perhitungan yang telah kita lakukan dan pastikan tidak ada langkah yang salah. Setelah itu analogikan tiga bilangan a, b, dan c sebagai berikut:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_6.jpg" align="middle" /> maka</p></blockquote>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_7.jpg" align="middle" /></p></blockquote>
<p>sehingga, dengan demikian</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_8.jpg" /></p></blockquote>
<p>Hmm&#8230; tampaknya memang agak rumit, tapi silahkan anda coret-coret sedikit pada catatan anda dan anda telah menerapkan prinsip ‘perlahan tapi pasti’ untuk persoalan matematika yang cukup menantang. Kemudian mari kita terapkan dalam hidup kita sehari-hari yang jauh lebih menantang. SEMANGAT! <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /><br />
Hahaha, mabok yah? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/10/perlahan-tapi-pasti/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fisika Alfabet</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/10/fisika-alfabet/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/10/fisika-alfabet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Widiatmoko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>

		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Eko Widiatmoko, alumni fisika ITB]
Huruf-huruf dalam fisika,
Huruf mana yang tidak dipakai oleh fisika?
Fisika menciptakan berbagai macam besaran dan satuan untuk menggambarkan peristiwa-peristiwa alam (juga yang buatan) yang terjadi. Untuk menuliskannya, diciptakanlah simbol yang berhubungan dengan penyebutannya, yang berasal dari beberapa sumber. Beberapa besaran dan satuan dinamai dengan nama penemunya, sedangkan lainnya dinamai dalam bahasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Eko Widiatmoko, alumni fisika ITB]</p>
<p><strong>Huruf-huruf dalam fisika,<br />
Huruf mana yang tidak dipakai oleh fisika?</strong></p>
<p>Fisika menciptakan berbagai macam besaran dan satuan untuk menggambarkan peristiwa-peristiwa alam (juga yang buatan) yang terjadi. Untuk menuliskannya, diciptakanlah simbol yang berhubungan dengan penyebutannya, yang berasal dari beberapa sumber. Beberapa besaran dan satuan dinamai dengan nama penemunya, sedangkan lainnya dinamai dalam bahasa Inggris. Lainnya bahkan lebih ajaib lagi. Semua simbol tersebut tentu perlu dipersingkat penulisannya, sering kali menjadi satu huruf saja.</p>
<p>Huruf apa saja yang dipakai oleh para ahli fisika? Berikut ini contohnya.</p>
<p><strong>A</strong>: Ampere, satuan arus listrik; <i>a</i> untuk akselerasi atau percepatan.<br />
<strong>B</strong>: Medan induksi magnet. Mungkin berasal dari <i>Biot-Savart</i>.<br />
<strong>C</strong>: Coulomb, satuan muatan listrik; <i>c</i> untuk kecepatan cahaya.<br />
<strong>D</strong>: Medan listrik pergeseran (<i>displacement</i>); <i>d</i> sering dipakai untuk jarak (<i>distance</i>)<br />
<span id="more-170"></span><strong>E</strong>: Energi; medan listrik (<i>electric field</i>). <i>e</i> untuk muatan listrik elektron.<br />
<strong>F</strong>: Gaya (<i>force</i>); <i>f</i> untuk frekuensi.<br />
<strong>G</strong>: konstanta gravitasi Newton; <i>g</i> dipakai untuk percepatan gravitasi.<br />
<strong>H</strong>: Medan magnet akibat arus listrik. Juga H untuk Henry, satuan induktansi. <i>h</i> untuk konstanta Planck.<br />
<strong>I</strong>: Arus listrik.<br />
<strong>J</strong>: Joule, satuan energi. Juga untuk rapat arus listrik.<br />
<strong>K</strong>: Biasa dipakai sebagai konstanta (misal: F = k q1 q2 / r2 ). k untuk konstanta Boltzmann.<br />
<strong>L</strong>: Liter; momentum sudut; bilangan kuantum orbital. Juga biasa dipakai untuk panjang (<i>length</i>).<br />
<strong>M</strong>: Massa, magnetisasi, meter.<br />
<strong>N</strong>: Newton, satuan gaya. Juga bilangan kuantum utama dan jumlah partikel (<i>number</i>) dalam mol.<br />
<strong>O</strong>: Baiklah, huruf ini tidak dipakai karena bentuknya mirip angka nol. Kalau saja bentuknya lain, mungkin akan dipakai sebagai satuan resistansi, Ohm.<br />
<strong>P</strong>: Daya (<i>power</i>); tekanan (<i>pressure</i>); polarisasi listrik; <i>p</i> untuk momen dipol listrik dan momentum linear.<br />
<strong>Q</strong>: Sering dipakai dalam termodinamika untuk usaha. <i>q</i> untuk muatan listrik.<br />
<strong>R</strong>: biasa dipakai untuk jari-jari lingkaran (<i>radius</i>) dan jarak (<i>range</i>).<br />
<strong>S</strong>: Entropi. <i>s</i> untuk detik (<i>second</i>) dan spin dalam fisika kuantum.<br />
<strong>T</strong>: Waktu; periode; temperatur. Juga T untuk Tesla, satuan untuk medan induksi magnet.<br />
<strong>U</strong>: Energi dalam. Kadang-kadang dipakai untuk menyatakan kecepatan, jika huruf <i>v</i> sudah dipakai.<br />
<strong>V</strong>: Kecepatan, dari <i>velocity</i>. Juga besaran dan satuan tegangan listrik (Voltase dan Volt) dan potensial pada umumnya.<br />
<strong>W</strong>: Usaha (<i>Work</i>). Watt adalah satuan daya.<br />
<strong>X</strong>,<strong>Y</strong>,<strong>Z</strong> dipakai sebagai koordinat. Y untuk modulus Young; dalam fisika nuklir, Z menyatakan jumlah proton dalam inti.</p>
<p>Bahkan setelah menghabiskan (hampir) semua huruf dalam alfabet Latin, para fisikawan masih merasa belum cukup. Mereka mengeluarkan persediaan huruf Yunani:</p>
<p><strong>α (alfa)</strong>: Percepatan sudut.<br />
<strong>β (beta)</strong>, <strong>γ (gamma)</strong>: Jenis radiasi nuklir, bersama-sama dengan α. Dalam relativitas khusus, γ berarti faktor Lorentz.<br />
<strong>δ (delta)</strong>: Fungsi delta Dirac.<br />
<strong>ε (epsilon)</strong>: konstanta permitivitas listrik.<br />
<strong>η (eta)</strong>: Dalam beberapa kesempatan, berarti efisiensi.<br />
<strong>θ (theta)</strong>: Sudut.<br />
<strong>κ (kappa)</strong>: Modulus Bulk.<br />
<strong>λ (lambda)</strong>: Panjang gelombang; rapat muatan listrik per satuan panjang.<br />
<strong>μ (mu)</strong>: Momen magnetik. Juga dipakai untuk menyatakan permeabilitas magnetik.<br />
<strong>ν (nu)</strong>: Frekuensi.<br />
<strong>ξ (xi)</strong>: Satu jenis baryon dinamai dengan huruf besarnya (Ξ)<br />
<strong>π (pi)</strong>: Selain untuk bilangan 3,1415926535… juga untuk <i>parity</i> yang berhubungan dengan simetri.<br />
<strong>ρ (rho)</strong>: Rapat massa atau muatan listrik per satuan volum, juga resistivitas listrik (hambat jenis).<br />
<strong>σ (sigma)</strong>: Konduktivitas listrik; rapat muatan listrik per satuan luas. Juga untuk konstanta Stevan-Boltzmann.<br />
<strong>τ (tau)</strong>: Torsi.<br />
<strong>φ (phi)</strong>: Dalam huruf besarnya (Φ) berarti fluks magnet.<br />
<strong>χ (chi)</strong>: Suseptibilitas. χ<sub>m</sub> untuk magnet dan χ<sub>e</sub> untuk listrik.<br />
<strong>ψ (psi)</strong>: Dalam fisika kuantum, digunakan untuk menyatakan fungsi gelombang, yang menyatakan keadaan.<br />
<strong>ω (omega)</strong>: Kecepatan sudut. Huruf besarnya, Ω, untuk Ohm.</p>
<p>Peranan beberapa angka dalam fisika:</p>
<p><strong>1</strong> teori tentang segalanya yang dicari-cari para fisikawan.<br />
<strong>2</strong> sifat yaitu partikel dan gelombang, yang sepertinya dimiliki oleh segala benda.<br />
<strong>3</strong> dimensi ruang tempat kita hidup.<br />
<strong>4</strong> macam gaya dasar yaitu nuklir kuat, nuklir lemah, elektromagnet, dan gravitasi.<br />
<strong>5</strong> buah titik <i>Lagrangian</i> pada sebuah planet yang mengorbit matahari.<br />
<strong>6</strong> macam <i>quark</i> yaitu <i>up</i>, <i>down</i>, <i>strange</i>, <i>charm</i>, <i>top</i>, <i>bottom</i>.<br />
<strong>7</strong> besaran pokok yaitu panjang, waktu, massa, temperatur, arus listrik, intensitas cahaya, dan jumlah partikel.<br />
<strong>8</strong> partikel dalam kelompok meson dan baryon ringan.<br />
<strong>9</strong> planet dalam tata surya sebelum Pluto dicoret.<br />
<strong>10</strong> juta <i>kronor</i> Swedia, hadiah untuk pemenang Nobel, diberikan tanggal <strong>10</strong> Desember.</p>
<p>Akhirnya:<br />
<center><br />
<table border="0">
<tr>
<td><font size="+1" color="#f79338"><strong>F</strong></font></td>
<td>isika</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#7dc242"><strong>I</strong></font></td>
<td>tu</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#7bccc1"><strong>S</strong></font></td>
<td>ulit,</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#4d74b9"><strong>I</strong></font></td>
<td>ndah,</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#ed1c24"><strong>K</strong></font></td>
<td>eren,</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#955ca6"><strong>A</strong></font></td>
<td>syik!</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/10/fisika-alfabet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Roket Cuka</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/10/roket-cuka/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/10/roket-cuka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 02:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Widiatmoko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fisika Kimia]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]
Dengan peralatan sederhana, menerbangkan botol setinggi 20 meter.
Masih ingat roket air? Ini adalah salah satu variasinya.
Roket air adalah botol plastik yang berisi air, lalu diisi gas sebanyak-banyaknya sampai tekanan tertentu. Kemudian botol dilepaskan dari alat pemegangnya sehingga tekanan gas mendorong air ke bawah dan botol ke atas. Dengan tekanan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]</p>
<p></strong>Dengan peralatan sederhana, menerbangkan botol setinggi 20 meter.</strong></p>
<p>Masih ingat <a href="http://102fm-itb.org/uploads/roketair.pdf">roket air</a>? Ini adalah salah satu variasinya.</p>
<p>Roket air adalah botol plastik yang berisi air, lalu diisi gas sebanyak-banyaknya sampai tekanan tertentu. Kemudian botol dilepaskan dari alat pemegangnya sehingga tekanan gas mendorong air ke bawah dan botol ke atas. Dengan tekanan yang cukup, ketinggian 100 meter tidak mustahil dicapai.</p>
<p>Bagaimana rumusnya? Ada hubungannya dengan berat kosong botol, jumlah air, volume gas, tekanan gas, diameter botol, diameter mulut botol.</p>
<p>Untuk membangun roket air dan peluncurnya, diperlukan pipa paralon, pentil ban, pompa, mekanisme penyumbat, pemegang, dsb. Dengan menggunakan cuka, peralatan ini dapat disederhanakan.</p>
<p><span id="more-154"></span>Bahan-bahan untuk membuat roket cuka:</p>
<ul>
<li>Botol plastik 600 ml, bisa lebih atau kurang, silakan dicoba.</li>
<li>Cuka makan atau cuka 95% dari toko kimia.</li>
<li>Soda kue. Bukan baking powder, tapi baking soda. Ini berarti NaHCO3 (natrium bikarbonat).</li>
<li>Sumbat yang dapat menutup mulut botol dengan kuat, misalnya gabus atau tutup rol film.</li>
<li>Tisu.</li>
<li>Banyak air untuk membilas tumpahan cuka.</li>
<li>Sukarelawan.</li>
</ul>
<p>Untuk membuat roket cuka, pertama-tama diasumsikan botolnya bervolume 600 ml dan cukanya 95%. Ambil 50 ml cuka, encerkan sampai 200 ml, masukkan dalam botol. Ambil soda kue satu sendok makan, bungkus tisu satu atau dua lapis. Yang penting bisa dipegang dan air tetap bisa merembes. Pegang botol miring 70 derajat dari tegak, masukkan gumpalan tisu bersoda kue, lalu langsung tutup dengan sumbat. Kocok botol lalu langsung taruh dengan mulutnya di bawah. (Asumsi: botolnya bisa ditaruh dengan stabil pada posisi ini)</p>
<p>Jika bahannya cukup, seharusnya timbul gelembung gas pada tahap ini. Jika menggunakan cuka makan, tentunya gunakan lebih banyak dan jangan diencerkan. Selanjutnya tinggal menunggu tekanan gas di dalamnya cukup besar sehingga… sumbat tidak kuat menahan, dan roketnya meluncur. Kalau sudah 1 menit dan tidak terjadi apa-apa, coba dikocok lagi. Biasanya roketnya akan meluncur di tangan. (gunakan sukarelawan <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /> )</p>
<p>Apa yang terjadi?</p>
<p>Reaksi: <strong>soda kue + asam cuka &rarr; asam karbonat + garam natrium asetat</strong> </p>
<p>Asam karbonat (H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub>) tidak bisa ada dalam konsentrasi besar, karena ada reaksi kesetimbangan</p>
<p><strong>Asam karbonat &harr; karbon dioksida + air</strong></p>
<p>Jadi, timbul gas karbon dioksida. Jumlahnya bisa dihitung. Tekanannya juga. (silakan dihitung sendiri <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_glasses.gif' alt='&#58;&#45;&#98;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#98;' /> ).</p>
<p>Ini mengingatkan akan apa yang terjadi jika tablet <i>effervescent</i> (gimana tulisannya sih? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /> ) dilarutkan dalam air. Reaksi yang terjadi mirip. Sebenarnya, cuka dan soda kue bisa diganti dengan beberapa tablet seperti ini. Asal jumlah dan uangnya cukup <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> , gas yang dihasilkan juga cukup untuk melontarkan roket.</p>
<p>Untuk percobaan lebih lanjut, volume air, jumlah cuka dan soda kue dapat diubah-ubah. Cuka bisa diganti asam lain seperti HCl atau asam sulfat, tentunya dengan jumlah yang tepat, tapi soda kue tidak bisa diganti dengan soda lain. Reaksi yang menghasilkan gas bisa diganti, misalnya NH<sub>4</sub>Cl (amonium klorida) + NaOH (soda api) menghasilkan gas amoniak (bau pesing <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_sick.gif' alt='&#58;&#45;&#38;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#38;' /> ) + garam NaCl. Atau adakah reaksi yang menghasilkan gas SO<sub>2</sub> atau H<sub>2</sub>S (bau belerang gunung api dan bau kentut <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_sick.gif' alt='&#58;&#45;&#38;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#38;' /> <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_sick.gif' alt='&#58;&#45;&#38;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#38;' /> )? Mungkin juga H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> menghasilkan oksigen dengan pereaksi tertentu. Tanyakan ahli kimia. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><strong>&raquo; <del datetime="2008-10-14T13:43:45+00:00">ROKET</del> RANJAU CUKA</strong></p>
<p>Dengan sedikit perubahan, roket cuka dapat dimodifikasi menjadi ranjau cuka. Caranya, masukkan cuka dengan konsentrasi agak tinggi dalam air setengah botol dan soda kue 2-3 sendok makan. Pasang sekrup gantungan pada sisi gabus yang masuk ke dalam botol, atau apapun untuk menahan gumpalan tisu pada gabus sehingga tidak jatuh ke cairan. Pasang gabus. Taruh botol dalam posisi tegak sehingga gumpalan tisu menggantung pada gabus, siap bereaksi jika ada yang membalik botolnya. Untuk mengundang perhatian korban, pasang tulisan seperti ini:</p>
<p align="center"><a href="/uploads/mag_4.jpg"><img src="/uploads/cuka_1.jpg" style="border:1px dotted black;"></a></p>
<p>Selamat mencoba! <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_glasses.gif' alt='&#58;&#45;&#98;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#98;' /></p>
<p><center><br />
<table border="1">
<th><img src="/uploads/caution_sign.jpg" width="80"></th>
<th><strong><font color="ffffff">Peringatan:<br />Jangan dilakukan di dalam rumah, kebun, atau tempat parkir. Tanaman bisa mati, mobil bisa karatan.</font></strong></th>
<th><img src="/uploads/caution_sign.jpg" width="80"></th>
</table>
<p></center></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/10/roket-cuka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenai Mesin-Mesin Magnet</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/10/mengenai-mesin-mesin-magnet/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/10/mengenai-mesin-mesin-magnet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 02:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Widiatmoko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Elektromagnetisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]
Dengan sedikit ide, kreativitas, dan banyak modal, umat manusia telah menemukan macam-macam cara memanfaatkan medan magnet untuk melakukan berbagai hal. Motor listrik, generator, speaker, tempelan lemari es adalah contoh yang umum. Kali ini, yang akan dibahas adalah beberapa mesin penggerak yang bekerja dengan menggunakan medan magnet.
&#187; MOTOR LINIER
Jika motor listrik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]</p>
<p>Dengan sedikit ide, kreativitas, dan banyak modal, umat manusia telah menemukan macam-macam cara memanfaatkan medan magnet untuk melakukan berbagai hal. Motor listrik, generator, speaker, tempelan lemari es adalah contoh yang umum. Kali ini, yang akan dibahas adalah beberapa mesin penggerak yang bekerja dengan menggunakan medan magnet.</p>
<p><b>&raquo; MOTOR LINIER</b><br />
Jika motor listrik biasa berputar, maka motor linier bergerak lurus.</p>
<p>Motor linier, seperti yang terdapat pada kereta <i>Maglev</i> dan beberapa <i>roller coaster</i>, memiliki prinsip kerja yang sederhana (Ukuran kesederhanaan cara kerja yaitu panjangnya tulisan ini <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ). Pada gambar ini, di sepanjang jalur rel terdapat susunan magnet yang kutubnya bergantian arah. Sedangkan, dua kumparan terdapat pada kereta yang bergerak. Sekarang, jika kumparan yang bawah dialiri arus sehingga menimbulkan medan magnet, kumparan akan tertarik ke atas.</p>
<p align="center"><a href="/uploads/mag_1.jpg"><img src="/uploads/mag_1.jpg" style="border:1px dotted black;" width="450"></a><br />(klik gambar untuk memperbesar ukuran)</p>
<p><span id="more-151"></span>Ketika kereta sudah maju, kumparan sebelah atas dialiri arus sehingga magnet-magnet menariknya maju. Selanjutnya, kumparan bawah dialiri arus lagi dengan arah yang tepat sehingga bergerak maju… demikian seterusnya. Banyak cara bisa dilakukan untuk mengatur arus, misalnya dengan sensor cahaya, sensor magnet, kontak geser, dan lain-lain. Serahkan pada fisikawan. Yang penting, arus mengalir ke kumparan yang tepat, pada saat yang tepat, ke arah yang betul.</p>
<p>Cara lain sedikit lebih rumit. Untuk menjelaskannya, ambil sebuah magnet tetap dan plat aluminium. Baiklah, kalau tidak punya bayangkan saja. Apungkan plat di air, atau apapun yang memiliki gesekan sangat kecil. Sekarang, gerakkan magnet secara mendatar di atas plat, seperti jika kita ingin menariknya dengan magnet. Di sinilah ajaibnya. Meskipun aluminium biasanya tidak tertarik magnet, kali ini plat akan bergeser. Ini bisa dilakukan dengan bahan-bahan lain yang menghantar listrik tapi tidak bersifat magnet.</p>
<p>Menurut fisika, medan magnet yang berubah akan menyebabkan medan listrik yang berputar (hukum Faraday). Dalam konduktor, misalnya plat aluminium, akan timbul arus listrik yang berputar (arus Eddy). Selanjutnya, arus listrik yang berputar akan menimbulkan medan magnet yang tegak lurus bidang (hukum Ampere). Arah medan magnet ini berlawanan arah dengan medan magnet yang mula-mula (hukum Lenz) sehingga timbul gaya yang akan menggerakkan plat searah gerakan magnet (gaya Lorentz). Ya, semua sudah ditemukan dan disebutkan. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p align="center"><a href="/uploads/mag_2.jpg"><img src="/uploads/mag_2.jpg" style="border:1px dotted black;" width="450"></a><br />(klik gambar untuk memperbesar ukuran)</p>
<p>Sekarang perhatikan plat. Apa yang dirasakan olehnya? Tidak lain dan tidak bukan, yaitu medan magnet yang posisinya berubah. Padahal, medan magnet seperti ini bisa juga dihasilkan dengan mengalirkan arus yang secara bergantian pada kumparan-kumparan yang berdekatan.</p>
<p align="center"><a href="/uploads/mag_3.jpg"><img src="/uploads/mag_3.jpg" style="border:1px dotted black;" width="450"></a><br />(klik gambar untuk memperbesar ukuran)</p>
<p>Jadi, dengan mengatur arus yang mengalir pada beberapa kumparan, dapat dihasilkan gaya gerak yang sama. Plat aluminium tidak tahu sumber medan magnet berpindah ini, yang penting dia ada.</p>
<p>Penerapannya pada kereta listrik yaitu dengan memasang kumparan-kumparan pada kereta dan plat logam pada rel. Jika arus mengalir, timbul gaya yang mendorong plat logam, rel, dan seluruh bumi. Sebagai reaksinya, kereta terdorong ke arah sebaliknya. Hukum Ketiga Newton (Bapak yang satu ini selalu saja disebut <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ).</p>
<p><strong>&raquo; SENJATA MAGNET</strong><br />
Termasuk motor linier juga, tapi dirancang untuk menembakkan peluru.</p>
<p>Dalam berbagai cerita fiksi ilmiah dan game, sering dijumpai istilah-istilah seperti <i>railgun</i>, <i>gauss gun</i>, dan <i>mass driver</i>. Umumnya nama-nama ini berhubungan dengan peluncur proyektil berkecepatan super. Di dunia nyata sebenarnya ini sudah bisa dibuat. Ada dua jenis peluncur magnet, yaitu <i>railgun</i> dan <i>coilgun</i>.</p>
<p><i>Railgun</i> atau senapan rel tersusun atas dua rel, satu peluru, dan satu sumber listrik yang besar sekali. Jika peluru ditaruh di antara kedua rel dan listrik dialirkan dari rel satu ke rel lainnya, kedua rel akan menimbulkan medan magnet, seperti terlihat pada gambar.</p>
<p align="center"><a href="/uploads/mag_4.jpg"><img src="/uploads/mag_4.jpg" style="border:1px dotted black;"></a></p>
<p>Karena arus listrik pada peluru dan gaya magnet dari rel, peluru akan mengalami gaya Lorentz sehingga bergerak sepanjang rel. Kecepatan akhir yang bisa dihasilkan mungkin cukup untuk melempar peluru kecil ke orbit sekitar bumi, kalau tidak dihalangi gesekan udara.</p>
<p>Salah satu hal yang menyebabkan sistem ini belum bisa diproduksi massal adalah gesekan yang timbul antara peluru dan rel, yang cukup untuk menghabiskan rel sekali tembak. Selain itu, sumber arus ribuan ampere sulit didapat.</p>
<p><i>Coilgun</i> lebih sederhana. Prinsipnya hanyalah menarik suatu peluru besi (bahan feromagnetik) ke dalam suatu kumparan berarus listrik. Ketika peluru mencapai tengah-tengah kumparan pada kecepatan maksimum, arus dimatikan. Hasilnya, peluru memiliki kecepatan akhir tertentu. Jika diinginkan kecepatan akhir yang sangat besar, bisa dialirkan arus sebesar-besarnya. Atau, dipasang kumparan berikutnya untuk menarik peluru lebih cepat dan seterusnya.</p>
<p align="center"><a href="/uploads/Coilgun_animation.gif"><img src="/uploads/Coilgun_animation.gif" style="border:1px dotted black;" width="450"></a><br />(sumber: Wikipedia)</p>
<p>Pemercepat bertenaga magnet memiliki keunggulan dibandingkan senapan biasa, karena kecepatan peluru senapan dibatasi kecepatan suara gas panas hasil ledakan mesiu. Sedangkan, senjata magnet tidak dibatasi kecepatan suara. (kecepatan cahaya, mungkin, atau kecepatan arus listrik?) Kelemahannya yaitu bahwa diperlukan penyimpanan energi listrik yang besar dan dapat dikeluarkan dalam sekejap.</p>
<p>Jadi, siap untuk membuat praktikum-praktikum tentang mesin-mesin magnet? Ditunggu hasilnya. Hahaha&#8230;</p>
<p><strong>Inspirasi tulisan:</strong> <a href="http://wikipedia.org">Wikipedia.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/10/mengenai-mesin-mesin-magnet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Spektroskop Buatanmu</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/09/spektroskop-buatanmu/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/09/spektroskop-buatanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 12:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Widiatmoko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Elektromagnetisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]
&#187; APA ITU SPEKTROSKOP?
Spektroskop adalah alat untuk melihat spektrum cahaya.
&#187; APA ITU SPEKTRUM?
Spektrum adalah sebuah kata dari bahasa Latin yang artinya &#8220;hantu&#8221;. 
Pertama, cahaya adalah gelombang. Setuju? Memang cahaya adalah partikel, tapi cahaya adalah gelombang. Gelombang mempunyai frekuensi, panjang gelombang, dan kecepatan. Cahaya dengan panjang gelombang tertentu memiliki warna tertentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]</p>
<p><b>&raquo; APA ITU SPEKTROSKOP?</b><br />
Spektroskop adalah alat untuk melihat spektrum cahaya.</p>
<p><b>&raquo; APA ITU SPEKTRUM?</b><br />
Spektrum adalah sebuah kata dari bahasa Latin yang artinya &#8220;hantu&#8221;. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p>Pertama, cahaya adalah gelombang. Setuju? Memang cahaya adalah partikel, tapi cahaya adalah gelombang. Gelombang mempunyai frekuensi, panjang gelombang, dan kecepatan. Cahaya dengan panjang gelombang tertentu memiliki warna tertentu juga. Misalnya, 650 nm adalah merah, sedangkan 400 nm adalah biru. Nilai panjang gelombang yang lain menentukan warnanya, seperti yang terdapat pada pelangi.</p>
<p>Sekarang, cahaya bisa dicampur. Misalnya, campuran semua warna pelangi menjadi putih, sedangkan merah dicampur hijau menjadi kuning. Spektrum merupakan susunan warna-warna yang menghasilkan suatu warna. Misalnya, merah dan hijau dengan intensitas sama menjadi kuning. Jika hijaunya sedikit, dihasilkan oranye.</p>
<p><span id="more-123"></span>Demikian juga, cahaya putih matahari, lampu fluoresens (&#8221;neon&#8221;), LED putih, putih layar komputer tersusun atas komposisi warna-warna yang (mungkin) berbeda. Misalnya, cahaya matahari merupakan campuran semua warna violet sampai merah dengan intensitas yang sesuai dengan pola radiasi benda hitam, dengan sedikit perubahan: pada nilai-nilai panjang gelombang tertentu ada sedikit pelemahan, ini disebut garis Fraunhofer. Sedangkan, putih lampu &#8220;neon&#8221; ternyata merupakan campuran tiga nilai panjang gelombang saja yang dominan, yaitu biru sekian nanometer, hijau sekian nm, dan jingga sekian nm. Ini menunjukkan bahwa lampu &#8220;neon&#8221; tidak berisi gas neon, tetapi gas raksa.</p>
<p align="center"><img src="/uploads/warna1.jpg" alt="warna1.jpg" /></p>
<p>Foto ini agak beda dengan kalau dilihat langsung, karena kameranya hanya punya sensor cahaya merah, hijau, biru (RGB). Jadi warna kuning dan ungu tidak tertangkap. Sebenarnya ada satu garis lagi di daerah jingga.<br />
Jadi, bisa dibilang bahwa spektrum adalah uraian dari campuran berbagai cahaya. (tepatnya: energi)</p>
<p><b>&raquo; APA ITU CAHAYA?</b><br />
&#8230; cape ah (males deh jelasinnya) <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p><b>&raquo; CARA MEMBUAT SPEKTROSKOP?</b></p>
<p>Nah, sekarang cara membuat spektroskop. Pertama, kita memerlukan sesuatu yang bisa menguraikan cahaya campuran menjadi pelangi. Prisma tentu saja bisa dipakai, hanya saja sulit didapat. Kisi difraksi juga bisa dipakai, karena benda ini juga bisa menguraikan spektrum cahaya. Rumusnya yaitu: </p>
<blockquote><p>
<img src="/uploads/spek1.png" alt="spek1.png" />
</p></blockquote>
<p><em>d</em> adalah jarak antara tiap celah pada kisi, θ (theta) sudut keluarnya cahaya, sedangkan λ (lambda) panjang gelombang. Koefisien <em>m</em> merupakan bilangan bulat yang menunjukkan orde difraksi. Nol artinya tidak ada pembelokan cahaya, satu berarti pola pertama dan seterusnya.<br />
Jadi, cahaya yang panjang gelombangnya berbeda akan dibelokkan pada sudut yang berbeda pula. Inilah yang menghasilkan penguraian spektrum.</p>
<p>Kisi difraksi betulan lebih langka daripada prisma, tapi bisa dibuat cukup dengan tangan. Bahan yang diperlukan adalah sebuah CD atau DVD kosong. Potong dengan gunting besar.</p>
<p align="center"><img src="/uploads/spek2.png" alt="spek2.png" /></p>
<p>Dalam sebuah cakram optik terdapat jalur-jalur melingkar. Jika diambil sepotong arah radial seperti gambar, akan didapat sekeping plastik dengan jalur-jalur yang rapat. Inilah yang berfungsi sebagai kisi difraksi. Jarak antarjalur adalah 1,6 mikrometer pada CD dan 740 nanometer pada DVD. Dengan kisi difraksi ini, spektrometer dapat langsung dibuat. Disarankan untuk menggunakan DVD karena jalurnya lebih rapat, sehingga menghasilkan sebaran spektrum yang lebih lebar sudutnya, yaitu pada sekitar 45 derajat.</p>
<p align="center"><img src="/uploads/spek3.png" alt="spek3.png" /></p>
<p>Gunakan segenap kemampuan prakarya untuk membuat kotak seperti ini dari karton duplek. Perhatikan, kisi tegak lurus sinar datang, tetapi sinar terdifraksi bersudut sekitar 45<sup>o</sup>.</p>
<p>Kalau bentuk seperti ini dirasa kurang bagus, ada pilihan lain. Belah DVD dengan pisau, ambil bagian bawahnya (yang tidak ada label). Kalau kepingan ini masih terlihat mengkilap dari bawah, berarti perlu diproses lebih lanjut. Gunakan selotip untuk mengelupas lapisan mengilap ini, yang tadinya ada di tengah DVD. Sekarang kepingan plastik seharusnya menjadi transparan, tetapi tetap bisa menghasilkan pola pelangi. Kisi difraksi ini bisa dipasang pada kotak seperti ini:</p>
<p align="center"><img src="/uploads/spek4.png" alt="spek4.png" /></p>
<p>Dengan alat ini, bisa dilakukan percobaan pengamatan spektrum berbagai sumber cahaya.<br />
Yang bisa dicoba yaitu: <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_glasses.gif' alt='&#58;&#45;&#98;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#98;' /></p>
<ul>
<li>Matahari, langit biru, langit merah</li>
<li>Lampu bohlam berbagai warna dan ukuran</li>
<li>Lilin, api gas, petromaks, api las karbit, api las listrik</li>
<li>Lampu fluoresens (&#8221;neon&#8221;) berbagai merek dan warna</li>
<li>Lampu kuning penerangan jalan (natrium)</li>
<li>Laser pointer (awas mata)</li>
<li>LED merah, kuning, hijau, biru, ungu, putih, televisi CRT, TV plasma, layar LCD</li>
<li>Bunga api listrik, kilat (gimana lihatnya ya?) <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' />
<p align="center"><img src="/uploads/warna2.jpg" alt="warna2.jpg" /></p>
</li>
<li>Lampu neon betulan (warnanya merah)
<p align="center"><img src="/uploads/warna3.jpg" alt="warna3.jpg" /></p>
</li>
<li>Tabung lucutan gas: hidrogen, helium, neon, argon, raksa, cadmium, natrium, dll</li>
<li>Kunang-kunang</li>
</ul>
<p><b>Asyik kan&#8230;</b> <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/09/spektroskop-buatanmu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
