<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>102FM ITB &#187; Pernak Pernik</title>
	<atom:link href="http://102fm-itb.org/category/pernik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://102fm-itb.org</link>
	<description>Wahananya Para Fisikawan Muda</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 04:26:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dari Mana Datangnya: Optik</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2009/06/dari-mana-datangnya-optik/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2009/06/dari-mana-datangnya-optik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 09:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Widiatmoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Eko Widiatmoko, Alumni Fisika ITB]
Salah satu topik yang paling banyak rumusnya dalam fisika SMA dan SMP adalah optik. Pembahasannya termasuk cermin, lensa, pembiasan permukaan lengkung, teropong, mikroskop, kaca pembesar, kacamata. Banyak bukan? Apalagi rumusnya. Yang sependapat acungkan jari sambil nyengir 
Pernahkah suatu saat terpikir:
dari mana asalnya semua rumus-rumus itu?
Belum pernah? Berarti Anda normal. Misalnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh</strong>: Eko Widiatmoko, Alumni Fisika ITB]</p>
<p>Salah satu topik yang paling banyak rumusnya dalam fisika SMA dan SMP adalah optik. Pembahasannya termasuk cermin, lensa, pembiasan permukaan lengkung, teropong, mikroskop, kaca pembesar, kacamata. Banyak bukan? Apalagi rumusnya. Yang sependapat acungkan jari sambil nyengir <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p>Pernahkah suatu saat terpikir:</p>
<blockquote><p>dari mana asalnya semua rumus-rumus itu?</p></blockquote>
<p>Belum pernah? Berarti Anda normal. Misalnya, kita tahu dan terima saja, rumus ini:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r1.jpg"></p></blockquote>
<p>Dari mana coba datangnya?<br />
Pernah lihat penurunannya?<br />
Tidak? Bagus. </p>
<p>Rumus lain seperti</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r2.jpg"></p></blockquote>
<p>Berasal dari kalkulus-integral. Rumus induknya yaitu &Delta;s = vt dan &Delta;v = at yang merupakan definisi. Rumus lain lagi seperti F = ma merupakan hukum yang ditemukan dari eksperimen. Bagaimana dengan rumus-rumus optik? Silakan saksikan. Ambil popcorn, susu hangat, siapkan bantal, jangan lupa berdoa, eh, maksudnya, duduk yang enak.</p>
<p><span id="more-416"></span><strong>1. JARAK BAYANGAN CERMIN LENGKUNG</strong><br />
Ambil cermin cekung. Pembentukan bayangan digambar seperti ini:</p>
<p><a href="/uploads/optik/ckung.jpg">
<p align="center"><img src="/uploads/optik/ckung.jpg" alt="cermin cekung" width="450"><br />
<strong>Gambar 1.</strong> Cermin Cekung (klik untuk gambar ukuran sebenarnya)</p>
<p></a></p>
<blockquote><p>Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui fokus</p></blockquote>
<p>Kalimat yang terkenal di seluruh sekolah menengah. (Iklan Fanta berikutnya?) Pertama kita bahas ini dulu. Perhatikan gambar.</p>
<p><a href="/uploads/optik/dtilckung.jpg">
<p align="center"><img src="/uploads/optik/dtilckung.jpg" alt="detail cekung" height="200"><br />
<strong>Gambar 2.</strong> Detail pada cermin (klik untuk gambar ukuran sebenarnya)</p>
<p></a></p>
<p>Sinar datang membentuk sudut tertentu &alpha; terhadap radius, yang tegak lurus terhadap bidang lokal cermin. Sudut pantul = sudut datang. (ini pun bisa dijelaskan kenapa) Untuk sudut yang kecil kecil sekali, fungsi sinus dan tangen mendekati nilai sudutnya. Sudut antara sinar pantul dan sumbu utama adalah dua kali sudut “tertentu” yang tadi. Karena</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r3.jpg"></p></blockquote>
<p>(ingat sudut kecil), maka</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r4.jpg"></p></blockquote>
<p>Fokus adalah setengah jari-jari kelengkungan cermin. Kok malah membuktikan ini sih?! Yang jelas, sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan ke suatu titik yang jaraknya r/2 dari cermin. Inilah fokus.</p>
<p>Kembali ke gambar pertama.</p>
<p><a href="/uploads/optik/ckungindx.jpg">
<p align="center"><img src="/uploads/optik/ckungindx.jpg" alt="kaca pembesar" height="200"><br />
<strong>Gambar 3.</strong> Cermin cekung + indeks (klik untuk gambar ukuran sebenarnya)</p>
<p></a></p>
<p>Perhatikan bahwa:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r5.jpg"></p></blockquote>
<p>dan</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r6.jpg"></p></blockquote>
<p>Jika diutak-atik menjadi:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r7.jpg"></p></blockquote>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r8.jpg"></p></blockquote>
<p>itu untuk sudut &alpha;, untuk &beta;</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r9.jpg"></p></blockquote>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r10.jpg"></p></blockquote>
<p>atau</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r11.jpg"></p></blockquote>
<p>Menyamakan keduanya menghasilkan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r12.jpg"></p></blockquote>
<p>Diolah lebih lanjut…</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r13.jpg"></p></blockquote>
<p>Bagaimana untuk cermin cembung dan lensa? Seperti kita tahu, rumusnya sama. Jawabannya… Percaya saja, pembuktiannya masih dengan cara yang sama. Katanya, berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><strong>2. PERBESARAN BAYANGAN</strong><br />
Dari rumus di atas:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r5.jpg"></p></blockquote>
<p>dan</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r6.jpg"></p></blockquote>
<p>kita eliminasi suku (h<sub>i</sub> + h<sub>o</sub>) dengan cara:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r14.jpg"></p></blockquote>
<p>substitusi ke persamaan satunya:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r15.jpg"></p></blockquote>
<p>jadi:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r16.jpg"></p></blockquote>
<p>Inilah perbesaran. Silakan istirahat 5 menit.<br />
Dianjurkan buka Facebook anda, lalu update status dengan:<br />
&#8220;Muntah gara2 buka http://102fm-itb.org/2009/06/dari-mana-datangnya-optik/ &#8221;</p>
<p><strong>(5 menit kemudian)</strong></p>
<p><strong>3. PERBESARAN TEROPONG BINTANG</strong><br />
Dengan teropong, benda-benda di langit yang dengan mata telanjang tidak kelihatan menjadi kelihatan. Atau, benda yang biasanya kelihatan menjadi besar. Coba lihat bulan dengan teropong. Apa artinya?</p>
<p>Perbesaran teropong adalah perbesaran <strong>sudut</strong>. Benda terlihat besar karena memenuhi bidang pandang mata. Benda yang sama, misalnya sebuah pensil, terlihat kecil jika jauh dan besar jika dekat. Jadi, yang dilihat mata adalah <strong>sudut</strong> bukan ukuran dalam sentimeter. Kita tahu panjang pensil itu 20 cm karena kita membandingkannya dengan penggaris 20 cm. Yang kita lihat adalah:</p>
<blockquote><p>ukuran sudut penggaris 20 cm dan pensil adalah sama, maka kita simpulkan panjang pensil 20 cm.</p></blockquote>
<p>Coba kalau pensil kita taruh jauh, sedangkan penggaris dekat. Kita akan melihat (Coba dengan sebelah mata) panjang pensil berkurang. Bukankah bulan dan matahari terlihat sama besar?</p>
<p>Bagaimana dengan teropong?<br />
Bintang ganda Alfa Centauri yang biasanya terlihat satu karena sudutnya begitu kecil, dengan teropong terlihat dua. Artinya, dengan teropong, sudut terlihat lebih besar. Berapa perbesarannya? Perhatikan gambar. (mungkin perlu kaca pembesar – nanti akan dibahas perbesarannya.)</p>
<p><a href="/uploads/optik/alfcntri.jpg">
<p align="center"><img src="/uploads/optik/alfcntri.jpg" alt="teropong bintang" height="200"><br />
<strong>Gambar 4.</strong> Meneropong alfa centauri (klik untuk gambar ukuran sebenarnya)</p>
<p></a></p>
<p>Pada gambar, garis-garis yang warnanya sama adalah sejajar. Garis putus-putus merah dan biru pada okuler adalah <strong>sumbu utama</strong> lain yang sudutnya disesuaikan. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan ke fokus. Untuk tiap sinar yang arahnya tidak jelas, dibuat sumbu utama yang sejajar dengannya, dan titik fokusnya juga. Ke situlah sinar terbias. Contohnya adalah garis hijau di objektif.</p>
<p>Sekarang nilai h. Kita lihat, di antara objektif dan okuler:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r17.jpg"></p></blockquote>
<p>untuk sudut kecil. Tapi, di sisi kanan okuler, h juga sama dengan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r18.jpg"></p></blockquote>
<p>Dari mana?<br />
Perhatikan: sudut antara garis putus-putus merah dan putus-putus hitam adalah &theta;<sub>1</sub>, karena yang merah adalah sumbu utama yang sejajar dengan sinar datang merah, yang sudutmya &theta;<sub>1</sub>. Selanjutnya, &theta;<sub>2</sub> adalah sudut kelihatannya gambar bintang (garis oranye dengan putus-putus hitam). Menyamakan h menghasilkan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r19.jpg"></p></blockquote>
<p>Setelah mencoret suku yang sama:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r20.jpg"></p></blockquote>
<p>Ini menghasilkan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r21.jpg"></p></blockquote>
<p>Rumit? Makanya ini tidak diajarkan di sekolah. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p><strong>4. PERBESARAN KACA PEMBESAR</strong><br />
Perhatikan gambar:</p>
<p><a href="/uploads/optik/kcpmbsar.jpg">
<p align="center"><img src="/uploads/optik/kcpmbsar.jpg" alt="kaca pembesar" height="200"><br />
<strong>Gambar 5.</strong> Kaca pembesar (klik untuk gambar ukuran sebenarnya)</p>
<p></a></p>
<p>Benda diletakkan di jarak s<sub>0</sub> sehingga jatak bayangannya s<sub>i</sub> dari lensa. Jarak mata ke lensa d. sudut &theta;, yaitu ukuran sudut bayangan yang terlihat, sama dengan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r22.jpg"></p></blockquote>
<p>Dengan mengubah bentuk rumus jarak benda-bayangan lensa (bagian 1):</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r23.jpg"></p></blockquote>
<p>Ini kita substitusikan ke persamaan untuk &theta;. Tunggu dulu. s<sub>i</sub> negatif atau positif? Dalam gambar, positif. Dalam rumus, negatif (maya). Baiklah, kita ganti:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r24.jpg"></p></blockquote>
<p>Biasanya didefinisikan jarak akomodasi mata x yang dalam hal ini sama dengan s<sub>i</sub> + d.</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r25.jpg"></p></blockquote>
<p>Bagaimana dengan perbesaran? Sedikit lagi.</p>
<p>Perbesaran tentunya perbandingan <strong>sudut-kelihatannya-benda-dengan-lup</strong>, dengan <strong>sudut-kelihatannya-benda-dengan-cara-biasa</strong>. Sekarang, apa itu <strong>sudut-kelihatannya-benda-dengan-cara-biasa</strong>? Bayangkan, kita mau melihat benda kecil. Tentunya, kita mendekatkan benda itu sedekat mungkin dengan mata. Jarak minimumnya adalah titik dekat atau PP (<i>punctum proximum</i>). Pada jarak ini benda terlihat paling besar. Lebih dekat dari ini, tidak terlihat. Maksudnya, buram. Jadi,  <strong>sudut-kelihatannya-benda-dengan-cara-biasa</strong> adalah:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r26.jpg"></p></blockquote>
<p>Sehingga perbesaran kaca pembesar adalah:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r27.jpg"></p></blockquote>
<p>Nah, biasanya orang memakai lup dekat dengan mata sehingga d = 0. Kemudian, supaya melihatnya nyaman, benda ditaruh di fokus supaya bayangan ada di tak-hingga, dan akomodasi mata minimum. (mata normal) Jadi, dengan mengambil limit x &rarr; tak-hingga:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r28.jpg"></p></blockquote>
<p>Atau jika ingin perbesaran sedikit lebih besar, benda sedikit didekatkan sehingga bayangannya di PP (jarak terdekat yang bisa dilihat): </p>
<blockquote><p><img src="/uploads/optik/opt_r29.jpg"></p></blockquote>
<p>Begitulah. Kalau mau pembahasan rumus lain, minta saja. <strong>Mungkin</strong> dijawab.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2009/06/dari-mana-datangnya-optik/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2009/06/dari-mana-datangnya-optik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Cinta Sang Fisikawan (delta ver.)</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2009/02/puisi-cinta-sang-fisikawan-delta-ver/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2009/02/puisi-cinta-sang-fisikawan-delta-ver/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 09:41:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fran Kurnia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[



Kurindu dirimu dalam angan
Setiaku temanimu seperti bulan
Luas cintaku melebihi lautan
Berharap jadi satu gumpalan awan



Jiwaku tenggelam sisakan bayang
Namun tegar pijakku bagai karang
Dan tak lekang oleh terpaan gelombang
Meski arus pasang datang menghadang



Air matamu bagai erosi di hatiku
Inginku sejukkanmu saat tingginya suhu
Walau keras hatimu seperti batu
Penantianku tak pernah membeku





Kuharap jiwa kita berdifusi
Dan cinta kita ber-rekombinasi
Haruskah tercipta daerah deplesi?
Karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tr>
<td  width="300px">
<p align="center">
Kurindu dirimu dalam angan<br />
Setiaku temanimu seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Moon" target="_blank">bulan</a><br />
Luas cintaku melebihi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sea" target="_blank">lautan</a><br />
Berharap jadi satu <a href="http://www.weatherwizkids.com/cloud.htm" target="_blank">gumpalan awan</a>
</p>
<p></p>
<p align="center">
Jiwaku tenggelam sisakan <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7347180.stm" target="_blank">bayang</a><br />
Namun tegar pijakku bagai <a href="http://www.sciencedaily.com/releases/2009/02/090203110520.htm" target="_blank">karang</a><br />
Dan tak lekang oleh terpaan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wave" target="_blank">gelombang</a><br />
Meski <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tide" target="_blank">arus pasang</a> datang menghadang
</p>
<p></p>
<p align="center">
Air matamu bagai <a href="http://www.physicalgeography.net/fundamentals/10w.html" target="_blank">erosi</a> di hatiku<br />
Inginku sejukkanmu saat tingginya <a href="http://eo.ucar.edu/skymath/tmp2.html" target="_blank">suhu</a><br />
Walau keras hatimu seperti <a href="http://www.norsar.no/c-65-Rock-Physics.aspx" target="_blank">batu</a><br />
Penantianku tak pernah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Absolute_zero" target="_blank">membeku</a>
</p>
<p></p>
</td>
<td width="300">
<p align="center">
Kuharap jiwa kita <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diffusion" target="_blank">berdifusi</a><br />
Dan cinta kita ber-<a href="http://ece-www.colorado.edu/~bart/book/book/chapter2/ch2_8.htm" target="_blank">rekombinasi</a><br />
Haruskah tercipta <a href="http://www.ece.utep.edu/courses/ee3329/ee3329/Studyguide/ToC/PNdiode/depletion.html" target="_blank">daerah deplesi</a>?<br />
Karena kau tak lagi di sisi
</p>
<p></p>
<p align="center">
Kuingin di antara kita ada <a href="http://demonstrations.wolfram.com/WaveInterference/" target="_blank">interferensi</a><br />
Jalinan cinta prinsip <a href="http://www.kettering.edu/~drussell/Demos/superposition/superposition.html" target="_blank">superposisi</a><br />
Tanpa adanya peristiwa <a href="http://www.hardwareanalysis.com/content/article/1583.6/" target="_blank">eksitasi</a><br />
Tak beri harapan terjadi <a href="http://csep10.phys.utk.edu/astr162/lect/light/ionization.html" target="_blank">ionisasi</a>
</p>
<p></p>
<p align="center">
Guratan senyummu takkan terganti<br />
Paras <a href="http://twm.co.nz/einphysill_dobson.html" target="_blank">maya</a> wajahmu sangat berarti<br />
Meski bumi enggan ber-<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Earth%27s_rotation" target="_blank">rotasi</a><br />
Cinta ini akan tetap abadi
</p>
<p></p>
</td>
</tr>
</table>
<p align="center">
<b>Digubah oleh:</b> Sang Pujangga 102FM ITB <br /> (<a href="http://102fm-itb.org/author/fran">Fran Kurnia</a>).</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2009/02/puisi-cinta-sang-fisikawan-delta-ver/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2009/02/puisi-cinta-sang-fisikawan-delta-ver/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tembok Cina Terlihat Dari Bulan?</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 08:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reinard Primulando</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektromagnetisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Reinard Primulando, Pendiri 102 FM]
Pernah dengar cerita bahwa Tembok Cina merupakan satu-satunya obyek buatan manusia yang bisa terlihat dengan mata telanjang dari bulan?  mungkin juga ya? Dikarenakan Tembok Cina panjang banget, bisa dimungkinkan terlihat dari bulan. Apakah mitos tersebut benar? Yuk, kita bahas kebenarannya. 
Satu hal yang penting untuk dapat melihat benda dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh</strong>: Reinard Primulando, Pendiri 102 FM]</p>
<p>Pernah dengar cerita bahwa Tembok Cina merupakan satu-satunya obyek buatan manusia yang bisa terlihat dengan mata telanjang dari bulan? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /> mungkin juga ya? Dikarenakan Tembok Cina panjang banget, bisa dimungkinkan terlihat dari bulan. Apakah mitos tersebut benar? Yuk, kita bahas kebenarannya. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><span id="more-376"></span>Satu hal yang penting untuk dapat melihat benda dari jarak jauh adalah kemampuan dari mata untuk melihat detail dari obyek yang disebut dengan resolusi. Definisi yang lebih gampang lagi adalah seberapa jauhnya dua titik yang berbeda bisa dapat dibedakan oleh mata. Permasalahannya, berapa resolusi dari mata manusia? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /> Salah satu cara menghitung resolusi dari alat optik (termasuk mata) adalah dengan menggunakan kriteria Rayleigh <a href="http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/#ref1">[1]</a> yang pernah kita pelajari di SMA (dulu penulis belajar ini di SMA, nggak tahu ya kurikulum sekarang <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /> ) Masih ingat dengan rumus ini?</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/cna1.jpg" /></p></blockquote>
<p>Buat yang agak lupa atau yang tidak lupa (karena tidak pernah ingat), ini adalah rumus untuk menghitung resolusi angular dari alat optik. &theta; adalah resolusi angular, &lambda; adalah panjang gelombang cahaya, dan <i>D</i> adalah diameter bukaan dari alat optik, dalam kasus kita bukaan dari mata adalah pupil. Buat yang lupa, silahkan buka lagi buku-buku jaman SMA nya. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Rumusnya sudah ada, sekarang masukkan angkanya. Buat panjang gelombang, kita bisa pakai panjang gelombang warna merah (700 nm), dengan anggapan warna bata dari Tembok Cina kira-kira merah. Terus diameter pupil menurut Wikipedia sekitar 5 mm <a href="http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/#ref2">[2]</a>. Tinggal pakai kalkulator (hati-hati dengan konversi unit!) kita dapat bahwa resolusi mata sekitar 0,010.</p>
<p>Sekarang kita harus menghitung berapa jarak minimum dua titik agar bisa terlihat oleh mata dari bulan. Kita tahu dari Wikipedia (lagi) kalau jarak bumi bulan sekitar 380.000 km <a href="http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/#ref3">[3]</a>. Selanjutnya gunakan geometri (lihat gambar) dan kita dapatkan bahwa jarak minimal dua titik agar dapat dibedakan dari bulan adalah 66 km. Sebuah benda harus punya ukuran minimal 66 km x 66 km supaya bisa terlihat dari bulan!</p>
<p><center><img src="/uploads/tmbkchna.jpg" /></center></p>
<p>Sekarang kembali ke masalah Tembok Cina (berasa Tukul). Panjang Tembok Cina memang luar biasa: 6400 km. Tapi masalahnya, lebar Tembok Cina hanya 9 meter <a href="http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/#ref4">[4]</a>. Jauuuuuh dari ukuran minimal supaya bisa terlihat. Jadi kabar bahwa Tembok China bisa terlihat dari bulan dengan mata telanjang itu… BOHONG (baca: bohong besar)!</p>
<p>Lebih parah lagi sebenarnya Tembok Cina tidak bisa dilihat oleh astronot yang mengorbit bumi! Ambil contoh International Space Station (ISS) yang mengorbit pada ketinggian 350 km. Dengan cara yang sama kita dapatkan bahwa ukuran minimum supaya benda bisa terlihat adalah 60 m x 60 m. Tetap saja tidak cukup buat terlihat oleh astronot di ISS. Astronot pertama China, Yang Liwei, mengaku dia tidak dapat melihat Tembok Cina dari luar angkasa <a href="http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/#ref5">[5]</a>. Yang lebih gampang dilihat dari jendela ISS sebenarnya adalah Piramid Besar Giza yang ukurannya sekitar 230m x 230m <a href="http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/#ref6">[6]</a>. Kalau dari bulan, bahkan Piramid Besar pun tidak telihat sama sekali.</p>
<p>Jadi, kalau dengar gossip, jangan langsung percaya. Dihitung-hitung dulu, dan dicek kebenarannya. (Kalau gossip artis gimana cara ngehitungnya ya? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /> )</p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<p><strong>[1]</strong> <a name="ref1" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rayleigh_criterion">Rayleigh Criterion</a><br />
<strong>[2]</strong> <a name="ref2" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pupil#Constriction_of_the_pupil">Penampang Pupil</a><br />
<strong>[3]</strong> <a name="ref3" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rayleigh_criterion">Rayleigh Criterion</a><br />
<strong>[4]</strong> <a name="ref4" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Great_wall#Visibility_from_the_moon">Tembok Cina dari Bulan</a><br />
<strong>[5]</strong> <a name="ref5" href="http://www.universetoday.com/2008/05/11/can-you-see-the-great-wall-of-china-from-space/">Tembok Cina dari Bulan oleh Universe2Day</a><br />
<strong>[6]</strong> <a name="ref6" href="http://www.repertorium.net/rostau/measures.html">Ukuran Piramid</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2009/01/tembok-cina-terlihat-dari-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Awal Kehidupan</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/12/rahasia-awal-kehidupan/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/12/rahasia-awal-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 10:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fran Kurnia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Fran Kurnia, (ex) Staf Kominfo 102FM]
Bagaimana awal kehidupan di bumi ini? Apa yang menjadi awal bentuk-bentuk kehidupan yang tak terhitung jumlahnya kini?
Sejak Charles Darwin mengusulkan teorinya bahwa manusia merupakan bentuk evolusi dari kera, para ilmuwan menggali lebih lanjut ke dalam sejarah abad pertama dari kehidupan bumi.  Semua itu dalam upaya untuk menemukan awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Fran Kurnia, (ex) Staf Kominfo 102FM]</p>
<blockquote><p>Bagaimana awal kehidupan di bumi ini? Apa yang menjadi awal bentuk-bentuk kehidupan yang tak terhitung jumlahnya kini?</p></blockquote>
<p>Sejak Charles Darwin mengusulkan teorinya bahwa manusia merupakan bentuk evolusi dari kera, para ilmuwan menggali lebih lanjut ke dalam sejarah abad pertama dari kehidupan bumi.  Semua itu dalam upaya untuk menemukan awal mula kehidupan.  Pendapat yang sudah umum diterima mengatakan bahwa kehidupan muncul sekitar tiga atau empat ribu juta tahun yang lampau yang berasal dari apa yang disebut dengan &#8220;cairan awal&#8221; (<em>primordial soup</em>).  Kemudian diceritakan adanya halilintar (atau petir ya&#8230;?) menyambar-nyambar atmosfer bumi dengan semangat yang bergejolak yang kemudian menyebabkan tercampurnya zat-zat kimia secara tepat yang menghasilkan sel-sel yang primitif, yaitu bentuk pertama kehidupan.</p>
<p align="center"><img src="/uploads/rahasia1.jpg" alt="rahasia1.jpg" /><br />
[<em>Primordial Soup</em> (<a href="http://images.businessweek.com">images.businessweek.com</a>)]
</p>
<p><span id="more-360"></span>Tetapi pada waktu yang paling akhir ini telah dikemukakan jawaban lain terhadap misteri awal kehidupan itu.  Dialah <em>Sir Fred Hoyle</em>, orang di belakang teori ini yang juga seorang pembantah utama dogma ilmiah yang telah diterima secara umum.  Hoyle pernah menjadi profesor astronomi di Universitas Cambridge selama kurang lebih dua puluh tahun.  Ia berpendapat bahwa kehidupan di bumi awalnya bermula dari sebuah &#8220;bola salju yang kotor&#8221;.  Ia juga menambahkan bahwa nenek moyang kita lahir dalam awan debu yang terapung-apung ke sana ke mari dalam galaksi Bima Sakti.  Menurut Hoyle, awan debu itu mengandung virus dan kuman.  Beberapa diantaranya terbawa oleh sebuah bintang berekor yang kemudian meledak ke dalam atmosfer bumi dan dengan demikian menyebar benih-benih ke planet yang mati, berupa sel-sel pendukung kehidupan.  Ekor dari komet itu terdiri dari gas dan debu, tetapi kepalanya yang kecil itu mengandung potongan-potongan es, yakni air pemberi hidup bagi pemeliharaan kuman-kuman yang dibawanya.</p>
<p align="center"><img src="/uploads/rahasia2.jpg" alt="rahasia2.jpg" /><br />
[Komet yang membawa materi (<a href="http://chimetv.com">chimetv.com</a>)]
</p>
<p>Tunggu sebentar!  Sebelum kita meremehkan teori yang agak tidak masuk akal ini ada baiknya kita simak penjelasan berikutnya.  Pada tahun 1940, banyak para ilmuwan menertawakan pendapat Hoyle ini (sama seperti kita kan?).  Tetapi sejak itu para ahli astronomi telah memperoleh beberapa penemuan yang aneh pada awan debu yang terapung-apung di antara bintang-bintang.  Hebatnya lagi, debu ini mengandung bahan-bahan kimia yang penting dalam rantai kehidupan, termasuk di dalamnya campuran alkohol dengan methyl alkohol, asam semut, gas formaldehyde, yakni gas tanpa warna dengan bau yang keras, bahkan semacam jenewer murni.  Belum berhenti sampai di situ, karena akhir-akhir ini terjadi semacam pengembangan besar bagi teori Hoyle.  Menurut Hoyle, telah ditemukan awan gas yang disebut dengan Orion Nebula yang mengandung bahan nabati selulosa yang merupakan bahan bagi setengah dari seluruh molekul yang ada.</p>
<p align="center"><img src="/uploads/rahasia3.jpg" alt="rahasia3.jpg" /><br />
[Orion Nebula (<a href="http://www.usm.maine.edu">www.usm.maine.edu</a>)]
</p>
<p>Apabila teori &#8217;sang pembantah&#8217; ini benar, maka dapat dijelaskan suatu kepercayaan yang nampaknya sebagai takhayul, yang dipercayai orang pada abad pertengahan.  Pada zaman itu kemunculan bintang berekor di langit dianggap sebagai pembawa berita kematian (emang iya ya&#8230;?)  Apakah kuman itu dibawa oleh bintang berekor yang memasuki atmosfer bumi?  Bukankah dahulu pernah ada penyakit pes besar yang menimpa Eropa yang konon katanya akibat adanya bola salju yang kotor?</p>
<p>Entah apa yang terjadi sebenarnya pada dahulu kala, hendaknya kita selalu bersyukur karena masih diberikan nafas kehidupan yang begitu berharga untuk disia-siakan&#8230;    </p>
<blockquote><p>
<em>The diversity of the phenomena of nature is so great, and the treasures hidden in the heavens so rich, precisely in order that the human mind shall never be lacking in fresh nourishment.</em><br />
[Johannes Kepler, 1571-1630]
</p></blockquote>
<p><strong>Pustaka:</strong> Blundell, Nigel. <em>The World’s Greatest Mysteries</em>. 2001. Octopus Books Ltd.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2008/12/rahasia-awal-kehidupan/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/12/rahasia-awal-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ribut-ribut Lalu Sunyi Senyap</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 10:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zainul Abidin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]
Azas ketidakpahaman Zainul. Teori yang super-duper luar biasa! Menamai sebuah teori dengan nama sendiri, alangkah tidak tahu malunya  . Siapa yang tidak senang namanya melekat pada sebuah teori. Hukum Newton, relativitas Einstein, ketidakpastian Heisenberg, eksklusi Pauli, diagram Feynman, tentu tidak dinamai oleh orang yang bersangkutan, tapi oleh komunitas ilmuwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]</p>
<p>Azas ketidakpahaman Zainul. Teori yang super-duper luar biasa! Menamai sebuah teori dengan nama sendiri, alangkah tidak tahu malunya <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> . Siapa yang tidak senang namanya melekat pada sebuah teori. Hukum Newton, relativitas Einstein, ketidakpastian Heisenberg, eksklusi Pauli, diagram Feynman, tentu tidak dinamai oleh orang yang bersangkutan, tapi oleh komunitas ilmuwan sebagai penghargaan arti penting penemuan tersebut.</p>
<p>Kolaborasi dan kompetisi pasti mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saling bantu dan saling sikut bisa terjadi, namanya juga manusia. Ada dana riset, dan nama baik yang dipertaruhkan. Berlomba-lombalah mereka menjadi yang pertama. Sebelum didahului periset saingan, riset harus segera tuntas dengan hasil yang menggemparkan dunia (lebay lagi nih <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ). Tapi ada harga yang harus dibayar, terburu-buru bisa menjadi bencana. </p>
<p>Pesan dari seorang dosen “Ilmuwan boleh salah, asal tidak bohong”. Meskipun ada juga “ilmuwan palsu” yang memanipulasi data untuk mendukung klaimnya. Dalam banyak kejadian, meskipun yang bersangkutan jujur, kesalahan bisa terjadi. Misalnya karena lalai mempertimbangkan efek-efek tertentu. Makanya, kehati-hatian sangat diperlukan,</p>
<blockquote><p><i>Extraordinary claims require extraordinary evidence.</i></p></blockquote>
<p>Kita bisa belajar dari peristiwa-peristiwa yang sempat menghebohkan dunia fisika, tanpa bermaksud memvonis benar tidaknya. Masing-masing masih punya pendukung setia. Biarlah waktu yang  menjawab (Ini lirik lagu dangdut yang mana yah? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> )</p>
<p><span id="more-268"></span><strong>&raquo; Fusi nuklir di tabung kimia</strong><br />
Reaksi fusi adalah reaksi penggabungan inti atom ringan menjadi inti atom yang lebih berat. Berbeda dengan reaksi fisi, yaitu pemisahan inti atom berat menjadi inti atom-inti atom yang lebih ringan yang biasanya bersifat radioaktif, hasil reaksi fusi nuklir lebih aman.  </p>
<p>Reaksi fusi terjadi di inti matahari. Cara konvensional menciptakan reaksi fusi adalah dengan menyediakan kondisi yang sama dengan inti matahari yaitu temperatur yang tinggi, jutaan derajat Celcius. Melalui reaktor tokamak yang “mengurung” plasma dengan medan magnet dapat dihasilkan reaksi fusi. Hingga kini, belum ada yang menguntungkan secara komersial.</p>
<p>Tahun 1989 Martin Fleischmann dan Stanley Pons dari University of Utah [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref1">1</a>] mengklaim mampu menciptakan reaksi fusi nuklir hanya melalui proses elektrokimia. Mereka mendeteksi ekses panas yang tidak dapat dijelaskan melalui reaksi kimia. Klaim yang sangat menjanjikan. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di <i>Journal of Electroanalytical Chemistry</i>.</p>
<p><center><img src="/uploads/ribut1.jpg" alt="eksp. fusi di tabung kimia" /></center></p>
<p>Sejumlah peneliti lain berusaha mereproduksi hasil eksperimen tersebut dan sebagian besar gagal.   Menurut golongan skeptis, tidak ada bukti memadai berupa deteksi neutron dan <sup>3</sup>He, atau tritium dan proton yang menunjukkan bahwa fusi memang terjadi. Akhirnya, group riset dari MIT menunjukkan kesalahan serius pada analisis spektrum sinar gamma yang diajukan Pond dan Fleischmann [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref2">2</a>]. Tamatkah riwayat teori fusi dingin ini? Belum. Sampai sekarang masih ada yang melakukan riset serupa meskipun sulit mendapatkan dana riset.</p>
<p><strong>&raquo; Fusi nuklir sonoluminescence</strong><br />
Juga pada tahun 1989, Felipe Gaitan dan Lawrence Crum, dengan menggunakan gelombang suara, berhasil membuat gelembung udara pada cairan memancarkan cahaya [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref3">3</a>], fenomena yang diberi nama sonoluminescence. Eksperimen ini dapat direproduksi oleh peneliti-peneliti yang lain, tidak ada keraguan di dalamnya. Diperkirakan bahwa pusat dari gelembung udara tersebut memiliki temperatur yang sangat tinggi.  Apakah cukup tinggi untuk reaksi fusi masih tanda tanya. [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref4">4</a>]</p>
<p><center><img src="/uploads/ribut2.png" alt="sonoluminescence" /></p>
<p><img src="/uploads/ribut3.jpg" width="330" alt="sonoluminescence yang diklaim menghasilkan fusi" /></center></p>
<p>Tahun 2002, R.P. Taleyarkhan dkk dari <i>Oak Ridge National Laboratory</i> (ORNL) menggunakan fenomena sonoluminescence ini untuk menciptakan reaksi fusi nuklir [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref5">5</a>]. Hasil penelitiannya dipublikasikan di majalah <i>Science</i>. Mereka mengklaim mendeteksi neutron dan tritium yang konsisten dengan reaksi fusi. Eksperimen yang sama dilakukan oleh Mike Saltmarsh dan Dan Shapiro juga dari ORNL, gagal mengonfirmasi hasil Taleyarkhan. Sejarah berulang kembali. Menurut golongan skeptis, neutron yang terdeteksi bukan dari hasil fusi, tetapi dari <i>neutron gun</i> yang digunakan, memantul kesana kemari dan terdeteksi pada detektor.</p>
<p>Tahun 2004 R.P. Taleyarkhan dkk, menyempurnakan eksperimen mereka. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di <i>Physical Review E</i>. Ini pun belum cukup untuk meyakinkan golongan skeptis (kalau yakin, bukan skeptis lagi namanya <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ). Untuk membuktikan bahwa neutron yang terdeteksi memang berasal dari reaksi fusi, perlu bukti bahwa deteksi neutron sinkron dengan kilatan cahaya. </p>
<p>Tahun 2005 BBC <i>horizon programme</i> [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref6">6</a>] membentuk tim independent dari beberapa ilmuan dipimpin oleh Seth Putterman dari UCLA, dilengkapi detektor neutron yang lebih canggih dengan resolusi nanosecond. Kesimpulannya? Neutron yang terdeteksi random, tidak sinkron dengan kilatan cahaya. Meskipun demikian, eksperimen fusi nuklir melalui sonoluminescence tidak pupus.</p>
<p><strong>&raquo; Pentaquark</strong><br />
Hadron adalah partikel yang tersusun atas quark-quark dan gluon-gluon (baca <a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/">Secuil Tentang Alam</a>, untuk info tentang partikel elementer menurut Model Standar). Hadron yang terdiri atas tiga quark valensi disebut baryon, sementara hadron yang  terdiri atas quark dan anti quark disebut meson. Hadron tanpa quark valensi disebut sebagai glueballs. Di dalam hadron, selain quark valensi ada juga “lautan” quark (<i>sea quark</i>) yang dibentuk oleh penciptaan dan pemusnahan pasangan quark-anti quark.</p>
<p>Tahun 2003, eksperimen dari laboratorium SPring-8 jepang [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref7">7</a>] mengindikasikan keberadaan pentaquark, yaitu hadron yang tersusun atas 4 quark+1 anti-quark. Berturut-turut eksperimen lain mengonfirmasi, Jefferson lab di Virginia USA, ITEP di Rusia dan ELSA di Jerman.</p>
<p>Belakangan eksperimen-eksperimen dengan peralatan dan statistik yang lebih baik, termasuk Jefferson Lab [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref8">8</a>] gagal membuktikan keberadaan pentaquark ini.</p>
<p><center><img src="/uploads/ribut4.jpg" alt="grafik eksperimen-eksperimen" /><br />banyaknya eksperimen yang berhasil dan yg gagal membuktikan keberadaan pentaquark</center></p>
<p><strong>&raquo; Anomali LSND</strong><br />
Eksperimen <i>Liquid Scintillator Neutrino Detector</i> (LSND) di Los Alamos mengindikasikan keberadaan species neutrino yang ke empat, “sterile neutrino”. (baca <a href="http://102fm-itb.org/2008/11/secuil-tentang-alam/">Secuil Tentang Alam</a> lagi, untuk info tentang partikel elementer menurut Model Standar)  Neutrino ini gagal diamati eksperimen lainnya, terakhir oleh kolaborasi MiniBooNE di Fermilab tahun 2007.</p>
<p><strong>&raquo; Studi multi-muon di CDF?</strong><br />
Tanggal 29 Oktober 2008 (hot news) muncul artikel di arxiv [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref9">9</a>] oleh kolaborasi CDF di Fermilab mengenai studi multi muon yaitu deteksi dua atau lebih muon dari setiap peristiwa tumbukan proton-antiproton. Hasil eksperimen menyiratkan (CDF tidak mengklaim) ekses muon yang tercipta cukup jauh di luar berkas sinar (beam pipe) proton-antiproton. Menurut mereka fenomena ini tidak dapat dijelaskan oleh proses-proses yang diketahui pada Model Standar fisika partikel. </p>
<p>Jika benar adanya, fenomena ini dapat mengindikasikan keberadaan partikel non Model Standar yang punya waktu paruh cukup panjang lalu meluruh menghasilkan muon. Fisikawan-fisikawan teori mulai sibuk berteori [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref10">10</a>]. Lebih menghebohkan lagi, hampir sepertiga dari 600an anggota kolaborasi tidak bersedia namanya dicantumkan [<a href="http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/#ref11">11</a>]. Seperti apa akhirnya kita tunggu saja.</p>
<p><strong>&raquo; Blue energy di Indonesia</strong><br />
<i>No comment</i>. Capee deh. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_sleep.gif' alt='&#124;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='21' height='18' title='&#124;&#45;&#41;' /></p>
<p>Punya contoh yang lain? Silakan berbagi. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p><strong>Referensi</strong>:</p>
<ul>
<li><strong>[1]</strong>  <a name="ref1" href="http://en.wikipedia.org/wiki/cold_fusion"><i>Cold Fusion</i> di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas</a></li>
<li><strong>[2]</strong>  <a name="ref2" href="http://physicsworld.com/cws/article/print/1258"><i>Cold Fusion</i> di PhysicsWorld</a></li>
<li><strong>[3]</strong>  <a name="ref3" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sonoluminescence">Sonoluminescence di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas</a></li>
<li><strong>[4]</strong>  <a name="ref4" href="http://www.sciam.com/article.cfm?id=the-bubbles-produced-by-u">Sonoluminescence di Sci-Am</a></li>
<li><strong>[5]</strong>  <a name="ref5" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bubble_fusion"><i>Bubble fusion</i> di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas</a></li>
<li><strong>[6]</strong>  <a name="ref6" href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/4270297.stm">Nuclear fusion &#8216;put to the test&#8217;, BBC Science</a></li>
<li><strong>[7]</strong>  <a name="ref7" href="http://www.symmetrymagazine.org/cms/?pid=1000377">Pentaquark di Symmetry Magz</a></li>
<li><strong>[8]</strong>  <a name="ref8" href="http://www.interactions.org/cms/?pid=1020874">Pentaquark di Interactions.org</a></li>
<li><strong>[9]</strong>  <a name="ref9" href="http://aps.arxiv.org/abs/0810.5357">&#8217;sedikit&#8217; penjelasan tentang multi-muon oleh CDF</a></li>
<li><strong>[10]</strong> <a name="ref10" href="http://aps.arxiv.org/abs/0811.1560">&#8217;sedikit&#8217; komentar tentang multi-muon CDF</a></li>
<li><strong>[11]</strong> <a name="ref11" href="http://physicsworld.com/cws/article/news/36514">Fermilab &#8216;ghosts&#8217; di PhysicsWorld</a></li>
</ul>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/11/ribut-ribut-lalu-sunyi-senyap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Tentang LHC</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/10/sedikit-tentang-lhc/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/10/sedikit-tentang-lhc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 02:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syarif Riyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika Partikel]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Syarif Riyadi, alumni Fisika ITB]
Jadi, cerita berawal dari groupnya Oom Peter Higgs (University of Edinburgh) yang &#8220;kurang kerjaan&#8221; menghitung, sampai-sampai keasyikan dan ngelunjak (hehe..  ), dan akhirnya mereka propose bahwa ada partikel yang muncul dari interaksi partikel-partikel dasar pada proton, yang selanjutnya partikel itu diberi nama Higgs Boson. Kira-kira seperti ini kisahnya: quark [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Syarif Riyadi, alumni Fisika ITB]</p>
<p>Jadi, cerita berawal dari groupnya <i>Oom</i> Peter Higgs (<a href="http://www.ph.ed.ac.uk/peter-higgs/">University of Edinburgh</a>) yang &#8220;kurang kerjaan&#8221; menghitung, sampai-sampai keasyikan dan ngelunjak (hehe.. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ), dan akhirnya mereka <i>propose</i> bahwa ada partikel yang muncul dari interaksi partikel-partikel dasar pada proton, yang selanjutnya partikel itu diberi nama <strong>Higgs Boson</strong>. Kira-kira seperti ini kisahnya: quark dan anti-quark (partikel-partikel pembentuk proton) diikat oleh interaksi yang bernama Gluon (<i>g</i>). Nah, &#8220;si Gluon&#8221; ini bisa <i>decay</i> menjadi top (t) dan anti-top (t-bar). Interaksi antara top dengan anti-top inilah yang menghasilkan partikel <strong>Higgs Boson</strong>.</p>
<p><center><img src="/uploads/lhc_1.png" /></center></p>
<p><span id="more-205"></span>Lalu, apa kaitannya dengan si &#8220;monster&#8221; LHC (<i>Large Hadron Collider</i>) ini? LHC ini sebenarnya &#8220;hanya&#8221; bertujuan untuk mempercepat partikel sehingga energinya, yang juga berarti panjang gelombangnya, cukup untuk mendeteksi <strong>Higgs Boson</strong>. Berapa energi yang dibutuhkan? Entahlah&#8230; Tapi berdasarkan presentasi salah satu <i>scientist</i> LHC, Els Koffeman, September lalu, accelerator LHC bisa &#8220;memproduksi&#8221; partikel dengan energi berorde TeV atau setara dengan panjang gelombang 10<sup>-18</sup> m <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' /> .</p>
<p><center><img src="/uploads/lhc_2.jpeg" style="border:1px dotted black;"/></center></p>
<p>Kapan <strong>Higgs Boson</strong> ini terdeksi? <i>No one knows</i>&#8230; Fasilitas yang berada 100m di bawah permukaan tanah negara Perancis dan Swiss, dengan lintasan total sekitar 27km, menghabiskan dana sekitar ini 6,4 Miliar Euro, melibatkan lebih dari 1200 fisikawan, dan melibatkan 34 negara ini, akan terus beroperasi dan memproduksi data.</p>
<p>Nah, apa yang terjadi kalau <strong>Higgs Boson</strong> ini tak kunjung muncul? Pastinya <i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Standard_Model">Standard Model</a></i> dipertanyakan.</p>
<p>Seandainya muncul, lalu bagaimana? Misteri terbentuknya tata surya ini bisa segera terkuak. Saat LHC untuk pertama kalinya dioperasikan, sempat muncul kekhawatiran akan terbentuk <i>black hole</i> yang akan &#8220;menelan&#8221; semua yang ada di muka bumi. Walaupun itu tidak (dan sangat tidak mungkin) terjadi, banyak orang-orang ketakutan. Di China sempat terdengar berita ada seorang pemuda yang bunuh diri begitu mendengar LHC ini akan dioperasikan <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /> .</p>
<p>Berita terakhir menyebutkan ada kebocoran pada container Helium untuk pendingin <i>Superconducting Coil</i>-nya. Sekarang fasilitas ini masih berada dalam perbaikan, dan diperkirakan akan rampung pada akhir November 2008. Namun diperkirakan LHC tidak akan beroperasi setidaknya sampai musim semi mendatang <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /> .</p>
<p><center><img src="/uploads/lhc_3.jpg" style="border:1px dotted black;"/></center></p>
<p>Yah, kita tunggu saja para <i>nobel laurates</i> di bidang fisika dalam 10 tahun ke depan yang kemungkinan akan muncul dari fasilitas ini. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2008/10/sedikit-tentang-lhc/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/10/sedikit-tentang-lhc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlahan Tapi Pasti</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/10/perlahan-tapi-pasti/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/10/perlahan-tapi-pasti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 02:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fran Kurnia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Fran Kurnia, staf 102 FM ITB]
Perlahan tetapi pasti, merupakan sebuah ungkapan yang sarat makna namun sedikit definisi yang menyertainya.
Saat ini dunia dan lingkungan kita senantiasa mengajak manusia untuk bertindak serba cepat tanpa ada kesalahan (bukan iklan loh  ). Tetapi tanpa disadari akal sehat yang menyertai, tindakan kita itu terkadang tidak memadai. Sekarang coba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Fran Kurnia, staf 102 FM ITB]</p>
<p><strong>Perlahan tetapi pasti</strong>, merupakan sebuah ungkapan yang sarat makna namun sedikit definisi yang menyertainya.</p>
<p>Saat ini dunia dan lingkungan kita senantiasa mengajak manusia untuk bertindak serba cepat tanpa ada kesalahan (bukan iklan loh <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ). Tetapi tanpa disadari akal sehat yang menyertai, tindakan kita itu terkadang tidak memadai. Sekarang coba kita ingat-ingat masa kecil kita saat pertama kali belajar berjalan, kita terlebih dahulu belajar untuk merangkak, duduk, berdiri, dan barulah berjalan lalu kita dapat berlari. Pada masa itu kita diberikan satu contoh konkret dari pengalaman hidup kita yang pasti dilalui oleh setiap manusia. Contoh lain, ketika kita belajar naik sepeda, kita mulai dengan terlebih dahulu dengan sepeda roda empat (satu di depan, di belakang dua roda kecil dan satu roda besar), roda tiga (roda kecil di belakang hilang satu, tanya orang tua masing-masing  <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ), kemudian sepeda roda dua (setelah sadar bahwa sepeda roda tiga tidak terlalu keren <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /> ), lalu kita dapat mengendarai sepeda motor. Jadi, bukankah suatu hal yang mustahil jika kita langsung dapat mengendarai sepeda motor tanpa melalui tahapan-tahapan tadi? Dengan kata lain, setiap manusia ditakdirkan untuk belajar sesuatu langkah demi langkah.</p>
<p><span id="more-193"></span>Asumsi (atau permisalan) mungkin sebuah kata yang sering kita jumpai dalam buku-buku pelajaran yang kita baca sehari-hari (kalo suka dibaca tentunya <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> ). Tetapi bila kita amati lebih seksama, ternyata ‘asumsi’ ini digunakan hampir pada setiap langkah hidup kita. Sebagai contoh, ketika kita menggunakan kata ‘seandainya’, ’andaikan’, ’andaikata’, ’misalkan’, dll. Maka pada saat itulah kita telah menggunakan asumsi. Asumsi memang banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, khususnya matematika dan fisika, untuk memudahkan perhitungan aljabar atau persamaan tertentu agar hasil yang diperoleh lebih sederhana, meskipun jauh dari alam nyata.</p>
<p>Sekarang coban kita terapkan ‘prinsip langkah demi langkah’ dan ‘asumsi’ di atas sehingga membentuk sebuah prinsip baru ‘perlahan tapi pasti’ untuk sebuah soal matematika yang cukup memusingkan sebagai berikut:</p>
<p>Misalkan terdapat 3 buah bilangan (sebut a, b, dan c) yang mana ketiga bilangan ini dapat membentuk sisi-sisi segitiga ABC. Kemudian tunjukkan bahwa hubungan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_1.jpg" align="middle" /> berlaku!</p></blockquote>
<p>Pembuktian secara geometri biasa sangatlah tidak mudah dilakukan, dengan cara induksi matematika sangat mudah tetapi sangat sulit pula untuk dipahami secara eksplisit. Sebagai solusi alternatif, saya menawarkan pembuktian yang dilakukan dengan prinsip ‘perlahan tapi pasti’, sebagai berikut:</p>
<p>Misalkan kita ambil sebuah bilangan bulat yang positif <i>a</i>, maka akan berlaku hubungan:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_2.jpg" align="middle" /> atau <img src="/uploads/per_3.jpg" align="middle" /> untuk semua bilangan bulat positif yang kita pilih.</p></blockquote>
<p>Kemudian kita beranjak untuk memilih 2 buah bilangan bulat yang positif a dan b, maka:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_4.jpg" /></p></blockquote>
<p>Kita sudah mencapai tahap yang cukup baik untuk menyelasaikan persoalan kita tadi. Sekarang kita coba untuk memilih 3 buah bilangan bulat yang positif <i>a</i>, <i>b</i>, dan <i>c</i>, maka:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_5.jpg" /></p></blockquote>
<p>Pada langkah ini, saya mengajak anda untuk memeriksa kembali perhitungan yang telah kita lakukan dan pastikan tidak ada langkah yang salah. Setelah itu analogikan tiga bilangan a, b, dan c sebagai berikut:</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_6.jpg" align="middle" /> maka</p></blockquote>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_7.jpg" align="middle" /></p></blockquote>
<p>sehingga, dengan demikian</p>
<blockquote><p><img src="/uploads/per_8.jpg" /></p></blockquote>
<p>Hmm&#8230; tampaknya memang agak rumit, tapi silahkan anda coret-coret sedikit pada catatan anda dan anda telah menerapkan prinsip ‘perlahan tapi pasti’ untuk persoalan matematika yang cukup menantang. Kemudian mari kita terapkan dalam hidup kita sehari-hari yang jauh lebih menantang. SEMANGAT! <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /><br />
Hahaha, mabok yah? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2008/10/perlahan-tapi-pasti/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/10/perlahan-tapi-pasti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fisika Alfabet</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/10/fisika-alfabet/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/10/fisika-alfabet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Widiatmoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Eko Widiatmoko, alumni fisika ITB]
Huruf-huruf dalam fisika,
Huruf mana yang tidak dipakai oleh fisika?
Fisika menciptakan berbagai macam besaran dan satuan untuk menggambarkan peristiwa-peristiwa alam (juga yang buatan) yang terjadi. Untuk menuliskannya, diciptakanlah simbol yang berhubungan dengan penyebutannya, yang berasal dari beberapa sumber. Beberapa besaran dan satuan dinamai dengan nama penemunya, sedangkan lainnya dinamai dalam bahasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Eko Widiatmoko, alumni fisika ITB]</p>
<p><strong>Huruf-huruf dalam fisika,<br />
Huruf mana yang tidak dipakai oleh fisika?</strong></p>
<p>Fisika menciptakan berbagai macam besaran dan satuan untuk menggambarkan peristiwa-peristiwa alam (juga yang buatan) yang terjadi. Untuk menuliskannya, diciptakanlah simbol yang berhubungan dengan penyebutannya, yang berasal dari beberapa sumber. Beberapa besaran dan satuan dinamai dengan nama penemunya, sedangkan lainnya dinamai dalam bahasa Inggris. Lainnya bahkan lebih ajaib lagi. Semua simbol tersebut tentu perlu dipersingkat penulisannya, sering kali menjadi satu huruf saja.</p>
<p>Huruf apa saja yang dipakai oleh para ahli fisika? Berikut ini contohnya.</p>
<p><strong>A</strong>: Ampere, satuan arus listrik; <i>a</i> untuk akselerasi atau percepatan.<br />
<strong>B</strong>: Medan induksi magnet. Mungkin berasal dari <i>Biot-Savart</i>.<br />
<strong>C</strong>: Coulomb, satuan muatan listrik; <i>c</i> untuk kecepatan cahaya.<br />
<strong>D</strong>: Medan listrik pergeseran (<i>displacement</i>); <i>d</i> sering dipakai untuk jarak (<i>distance</i>)<br />
<span id="more-170"></span><strong>E</strong>: Energi; medan listrik (<i>electric field</i>). <i>e</i> untuk muatan listrik elektron.<br />
<strong>F</strong>: Gaya (<i>force</i>); <i>f</i> untuk frekuensi.<br />
<strong>G</strong>: konstanta gravitasi Newton; <i>g</i> dipakai untuk percepatan gravitasi.<br />
<strong>H</strong>: Medan magnet akibat arus listrik. Juga H untuk Henry, satuan induktansi. <i>h</i> untuk konstanta Planck.<br />
<strong>I</strong>: Arus listrik.<br />
<strong>J</strong>: Joule, satuan energi. Juga untuk rapat arus listrik.<br />
<strong>K</strong>: Biasa dipakai sebagai konstanta (misal: F = k q1 q2 / r2 ). k untuk konstanta Boltzmann.<br />
<strong>L</strong>: Liter; momentum sudut; bilangan kuantum orbital. Juga biasa dipakai untuk panjang (<i>length</i>).<br />
<strong>M</strong>: Massa, magnetisasi, meter.<br />
<strong>N</strong>: Newton, satuan gaya. Juga bilangan kuantum utama dan jumlah partikel (<i>number</i>) dalam mol.<br />
<strong>O</strong>: Baiklah, huruf ini tidak dipakai karena bentuknya mirip angka nol. Kalau saja bentuknya lain, mungkin akan dipakai sebagai satuan resistansi, Ohm.<br />
<strong>P</strong>: Daya (<i>power</i>); tekanan (<i>pressure</i>); polarisasi listrik; <i>p</i> untuk momen dipol listrik dan momentum linear.<br />
<strong>Q</strong>: Sering dipakai dalam termodinamika untuk usaha. <i>q</i> untuk muatan listrik.<br />
<strong>R</strong>: biasa dipakai untuk jari-jari lingkaran (<i>radius</i>) dan jarak (<i>range</i>).<br />
<strong>S</strong>: Entropi. <i>s</i> untuk detik (<i>second</i>) dan spin dalam fisika kuantum.<br />
<strong>T</strong>: Waktu; periode; temperatur. Juga T untuk Tesla, satuan untuk medan induksi magnet.<br />
<strong>U</strong>: Energi dalam. Kadang-kadang dipakai untuk menyatakan kecepatan, jika huruf <i>v</i> sudah dipakai.<br />
<strong>V</strong>: Kecepatan, dari <i>velocity</i>. Juga besaran dan satuan tegangan listrik (Voltase dan Volt) dan potensial pada umumnya.<br />
<strong>W</strong>: Usaha (<i>Work</i>). Watt adalah satuan daya.<br />
<strong>X</strong>,<strong>Y</strong>,<strong>Z</strong> dipakai sebagai koordinat. Y untuk modulus Young; dalam fisika nuklir, Z menyatakan jumlah proton dalam inti.</p>
<p>Bahkan setelah menghabiskan (hampir) semua huruf dalam alfabet Latin, para fisikawan masih merasa belum cukup. Mereka mengeluarkan persediaan huruf Yunani:</p>
<p><strong>α (alfa)</strong>: Percepatan sudut.<br />
<strong>β (beta)</strong>, <strong>γ (gamma)</strong>: Jenis radiasi nuklir, bersama-sama dengan α. Dalam relativitas khusus, γ berarti faktor Lorentz.<br />
<strong>δ (delta)</strong>: Fungsi delta Dirac.<br />
<strong>ε (epsilon)</strong>: konstanta permitivitas listrik.<br />
<strong>η (eta)</strong>: Dalam beberapa kesempatan, berarti efisiensi.<br />
<strong>θ (theta)</strong>: Sudut.<br />
<strong>κ (kappa)</strong>: Modulus Bulk.<br />
<strong>λ (lambda)</strong>: Panjang gelombang; rapat muatan listrik per satuan panjang.<br />
<strong>μ (mu)</strong>: Momen magnetik. Juga dipakai untuk menyatakan permeabilitas magnetik.<br />
<strong>ν (nu)</strong>: Frekuensi.<br />
<strong>ξ (xi)</strong>: Satu jenis baryon dinamai dengan huruf besarnya (Ξ)<br />
<strong>π (pi)</strong>: Selain untuk bilangan 3,1415926535… juga untuk <i>parity</i> yang berhubungan dengan simetri.<br />
<strong>ρ (rho)</strong>: Rapat massa atau muatan listrik per satuan volum, juga resistivitas listrik (hambat jenis).<br />
<strong>σ (sigma)</strong>: Konduktivitas listrik; rapat muatan listrik per satuan luas. Juga untuk konstanta Stevan-Boltzmann.<br />
<strong>τ (tau)</strong>: Torsi.<br />
<strong>φ (phi)</strong>: Dalam huruf besarnya (Φ) berarti fluks magnet.<br />
<strong>χ (chi)</strong>: Suseptibilitas. χ<sub>m</sub> untuk magnet dan χ<sub>e</sub> untuk listrik.<br />
<strong>ψ (psi)</strong>: Dalam fisika kuantum, digunakan untuk menyatakan fungsi gelombang, yang menyatakan keadaan.<br />
<strong>ω (omega)</strong>: Kecepatan sudut. Huruf besarnya, Ω, untuk Ohm.</p>
<p>Peranan beberapa angka dalam fisika:</p>
<p><strong>1</strong> teori tentang segalanya yang dicari-cari para fisikawan.<br />
<strong>2</strong> sifat yaitu partikel dan gelombang, yang sepertinya dimiliki oleh segala benda.<br />
<strong>3</strong> dimensi ruang tempat kita hidup.<br />
<strong>4</strong> macam gaya dasar yaitu nuklir kuat, nuklir lemah, elektromagnet, dan gravitasi.<br />
<strong>5</strong> buah titik <i>Lagrangian</i> pada sebuah planet yang mengorbit matahari.<br />
<strong>6</strong> macam <i>quark</i> yaitu <i>up</i>, <i>down</i>, <i>strange</i>, <i>charm</i>, <i>top</i>, <i>bottom</i>.<br />
<strong>7</strong> besaran pokok yaitu panjang, waktu, massa, temperatur, arus listrik, intensitas cahaya, dan jumlah partikel.<br />
<strong>8</strong> partikel dalam kelompok meson dan baryon ringan.<br />
<strong>9</strong> planet dalam tata surya sebelum Pluto dicoret.<br />
<strong>10</strong> juta <i>kronor</i> Swedia, hadiah untuk pemenang Nobel, diberikan tanggal <strong>10</strong> Desember.</p>
<p>Akhirnya:<br />
<center><br />
<table border="0">
<tr>
<td><font size="+1" color="#f79338"><strong>F</strong></font></td>
<td>isika</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#7dc242"><strong>I</strong></font></td>
<td>tu</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#7bccc1"><strong>S</strong></font></td>
<td>ulit,</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#4d74b9"><strong>I</strong></font></td>
<td>ndah,</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#ed1c24"><strong>K</strong></font></td>
<td>eren,</td>
</tr>
<tr>
<td><font size="+1" color="#955ca6"><strong>A</strong></font></td>
<td>syik!</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2008/10/fisika-alfabet/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/10/fisika-alfabet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kendaraan Hybrid Hemat BBM</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/07/kendaraan-hybrid/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/07/kendaraan-hybrid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 13:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fran Kurnia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>
		<category><![CDATA[Terapan Energi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM]
Saat ini Indonesia semakin tenggelam dalam kesulitan hidup yang semakin merajalela. Berbagai daya dan upaya dikerahkan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama pada bidang energi yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Di lain pihak (masih berhubungan dengan energi) pencemaran udara semakin membuat manusia menderita, mungkin suatu saat dapat terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<b>oleh:</b> Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM]</p>
<p>Saat ini Indonesia semakin tenggelam dalam kesulitan hidup yang semakin merajalela. Berbagai daya dan upaya dikerahkan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama pada bidang energi yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Di lain pihak (masih berhubungan dengan energi) pencemaran udara semakin membuat manusia menderita, mungkin suatu saat dapat terjadi krisis oksigen. Tingginya tingkat pencemaran udara merupakan masalah lain yang perlu dibahas secara serius. Dalam hal ini pemerintah telah mengizinkan mobil-mobil <em>hybrid</em> untuk diimpor masuk ke Indonesia.</p>
<p>Pemerintah menilai bahwa dengan menggunakan mobil hybrid ini maka akan terjadi penghematan bahan bakar fosil sekitar 15%. Dapat dibayangkan, misalnya rata-rata 1 unit mobil memiliki kapasitas penggunaan bahan bakar fosil sekitar 10 liter dalam 1 hari, maka dengan penghematan 15%, mobil ini hanya menggunakan sekitar 8,5 liter. Dengan kata lain, terjadi penghematan sekitar 1,5 liter dalam 1 hari untuk 1 unit mobil. Kemudian katakanlah, di Indonesia ada sekitar 5 juta unit mobil, maka penghematan bahan bakar fosil dalam 1 hari akan menjadi 7,5 juta liter BBM! Jadi, dengan menggunakan mesin mobil jenis hybrid akan terjadi penghematan BBM yang cukup besar.</p>
<p align="center"><img src="/uploads/hybrid1.jpg" alt="hybrid1" /></p>
<p><span id="more-68"></span></p>
<h3>&raquo; KENDARAAN HYBRID</h3>
<p></p>
<p>Dasar sesungguhnya kendaraan disebut sebagai kendaraan hybrid adalah jika kendaraan tersebut menggabungkan dua atau lebih sumber tenaga. Jadi sebenarnya sudah banyak orang yang memiliki kendaraan hybrid dalam konteks ini. Sebagai contoh, mo-ped (motor berpedal sepeda) memiliki karakter hybrid, karena menggabungkan tenaga dari mesin bensin dan tenaga kayuh pengendaranya. Intinya setiap kendaraan yang mengabungkan dua atau lebih sumber tenaga penggerak baik langsung ataupun tidak adalah sebuah hybrid. Sejarah kendaraan hybrid sesungguhnya berawal dari terjadinya krisis minyak era tahun 1960-1970 yang semakin mengkhawatirkan, kemudian menimbulkan berbagai pemikiran tentang alternatif pengurangan konsumsi minyak. Alasan lain pengembangan kendaraan hybrid adalah untuk meningkatkan efisiensi BBM dan mengurangi emisi gas beracun di udara. </p>
<p>Hingga saat ini kendaraan hybrid telah memperoleh banyak tanggapan ppositif baik dari pemerintah, maupun dari masyarakat pengguna mobil hybrid. Walaupun mendapat tanggapan positif, bukan berarti kendaraan hybrid ini dapat dengan mudah di produksi dan dipasarkan. Banyak tantangan yang harus dilalui baik oleh produsen maupun konsumen. Tantangan yang paling terlihat adalah masih mahalnya harga jual kendaraan bermesin hybrid, sehingga tidak semua pengguna tertarik untuk membelinya. Ditambah lagi model dari kendaraan hybrid hingga saat ini kebanyakan bermodel mobil <em>compact</em>, padahal orang-orang yang berfinansial tinggi biasanya akan membeli kendaraan dengan tuntutan kenyaman tinggi. Sehingga mereka lebih rela mengeluarkan lebih banyak uang untuk kendaraan konvensional dengan ukuran besar daripada kendaraan hybrid berukuran <em>compact</em>.</p>
<p>
<h3>&raquo; MEKANISME MESIN HYBRID</h3>
<p></p>
<p>Teknologi mobil hybrid yang dipopulerkan oleh Toyota dan Honda ini, Sebagai solusi menghemat BBM dan mengatasi pencemaran lingkungan. Cara kerja mesin listrik dengan prinsip <em>regenerative</em> (isi ulang/<em>recharging</em> saat kendaraan sedang beroperasi) pada mesin hybrid, berbeda dengan mobil tenaga listrik penuh. Mobil tersebut tidak bisa mengisi ulang listriknya. Bila listriknya habis, Batterai/aki harus di-<em>charge</em> secara khusus dengan waktu 8 hingga 12 jam (untuk teknologi <em>onboard charger</em>). Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa mengisi ulang ke aki dengan memanfaatkan energi kinetik saat mengerem (<em>regenerative braking</em>). Bahkan sebagian energi mesin dari mesin bensin/solar/biofuel saat berjalan listriknya bisa disalurkan untuk mengisi batterai/aki. Dengan sistem operasi seperti ini maka akan terjadi penghematan BBM.</p>
<p>Mobil Hybrid menggabungkan kedua sumber tenaga, yang dapat dilakukan dengan dua buah cara yang berbeda yaitu: (1) Hybrid paralel dan (2) Hybrid seri. Hybrid paralel memiliki tangki BBM yang menyuplai bensin ke mesin. Hybrid tipe ini juga memiliki baterai yang menyuplai tenaga listrik ke mesin elektrik. Baik mesin bensin maupun mesin elektrik dapat menggerakkan transmisi pada saat bersamaan, dan selanjutnya transmisi akan menggerakkan roda. Pada tipe ini tangki bensin dan mesin gas terhubung ke transmisi secara independen yang mengakibatkan baik mesin elektrik dan mesin gas dapat menghasilkan tenaga pendorong.</p>
<p>Berbeda dengan hybrid paralel, pada hybrid seri mesin bensin bekerja sebagai generator yang berfungsi sebagai pembangkit baterai atau tenaga motor elektrik yang menggerakkan transmisi. Mesin bensin tidak pernah langsung menjadi tenaga penggerak kendaraan. Sistem kerja pada hybrid series dimulai dari tangki bensin menyuplai bensin ke mesin gas yang selanjutnya menyuplai tenaga ke generator, lalu tenaga yang dihasilkan generator didistribusikan ke baterai dan mesin elektrik. Energi pada baterai sendiri selain dari generator, juga dihasilkan saat terjadi pengereman. Tenaga dari mesin elektrik kemudian menggerakkan transmisi dan selanjutnya menggerakkan roda. </p>
<p>
<h3>&raquo; PENGGUNAAN KENDARAAN HYBRID</h3>
<p></p>
<p>Hasil uji coba mesin hybrid secara signifikan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mereduksi emisi gas buang. Agar bisa bermanfaat bagi kita, sebuah mobil setidaknya harus memiliki tiga standar minimum, yaitu setidaknya mampu menempuh 482 km sebelum <em>refueling</em>, mudah dan cepat dalam pengisian bahan bakar, dan senantiasa siap menghadapi situasi lalu lintas apapun. Mobil bensin mampu memenuhi standar ini, tetapi tetap memproduksi polusi yang relatif lebih besar dan cenderung boros bahan bakar. Di Kota Tokyo Jepang, truk dan bus sudah banyak yang memakai tenaga mesin sistem hybrid karena dinilai amat efisien/hemat BBM dan mengurangi polusi. Mesin listrik pada kendaran hybrid sebenarnya hanyalah sebagai penunjang atau bisa disebut booster, pada mesin utama yang memakai bensin ataupun solar. Mesin listrik yang kecil pada kendaraan jenis hybrid tak akan kuat menjalankan mobil secara normal. Perkembangan teknologi mesin hybrid memang kini semakin pesat. Begitu pula dalam pengisian ulang listriknya yang semakin canggih, cepat, dan tenaga mesin listriknya semakin besar.</p>
<p>Apakah Indonesia akan mengambil langkah yang sama dengan Jepang? Ataukah Indonesia mampu menciptakan sesuatu lain yang lebih berharga dari sebuah perkembangan mobil hybrid? Ataukah Indonesia semakin terpuruk akibat krisis minyak yang berkepanjangan? Biarkan hati nurani kita yang menjawab pertanyaan ini&#8230;</p>
<p><b>Rujukan:</b></p>
<ul>
<li>Makalah <a href="elisa.ugm.ac.id/files/rachmawan/mYZ4egxO/paper_TKK_2_kel1.pdf">Kendaraan Hybrid Alternatif Transportasi Masa Depan</a> dari situs e-learning UGM.</li>
<li><a href="http://www.wikipedia.org/mobil_listrik">http://www.wikipedia.org/mobil_listrik</a></li>
</ul>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2008/07/kendaraan-hybrid/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/07/kendaraan-hybrid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fisikawan dan Sepak Bola</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/fisikawan-dan-sepak-bola/</link>
		<comments>http://102fm-itb.org/2008/06/fisikawan-dan-sepak-bola/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 02:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reinard Primulando</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernak Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[[oleh: Reinard Primulando, Pendiri 102 FM]
Hayo semua! Pasti matanya lagi ngantuk gara-gara begadang nonton Piala Eropa tadi malam, kan? Atau habis menangis jadi-jadian karena tim kesayangannya tersingkir dari ajang Euro? Mumpung lagi &#8216;demam&#8217; Piala Eropa, kita akan bahas mengenai fisikawan dan sepakbola.
Waduh… waduh… Jangan serius gitu dong mikirnya! Jangan berpikiran kalau kita akan membahas tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>oleh:</strong> Reinard Primulando, Pendiri 102 FM]</p>
<p>Hayo semua! Pasti matanya lagi ngantuk gara-gara begadang nonton Piala Eropa tadi malam, kan? Atau habis menangis jadi-jadian karena tim kesayangannya tersingkir dari ajang <em>Euro</em>? Mumpung lagi &#8216;demam&#8217; Piala Eropa, kita akan bahas mengenai fisikawan dan sepakbola.</p>
<p>Waduh… waduh… Jangan serius gitu dong mikirnya! Jangan berpikiran kalau kita akan membahas tentang gaya-gaya yang mempengaruhi tendangan &#8216;pisang&#8217; atau rumus-rumus yang diperlukan untuk membuat bola <em>Europass</em>. Bukan, bukan itu! Kali ini yang akan dibahas adalah tentang seorang fisikawan terkenal dari Denmark. Siapakah dia?</p>
<p><span id="more-61"></span>Nama fisikawan terkenal ini adalah Niels Bohr. Yang sudah lulus SMA (ayo, yang kelas 3 SMA, lulus nggak kemaren?) pasti pernah dengar nama itu entah di pelajaran Fisika atau Kimia. Niels Bohr merupakan salah satu tokoh yang ikut melahirkan fisika kuantum. Karena kecerdasannya ia dianggap &#8216;dewa&#8217; oleh sesama fisikawan di jamannya. Debatnya melawan Einstein tentang tafsiran probabilistik dari mekanika kuantum merupakan salah satu debat paling terkenal dalam sejarah fisika. Oleh karena karya-karyanya, ia diganjar hadiah Nobel pada tahun 1922.</p>
<p>Oke&#8230; oke&#8230; cukup dong fisikanya&#8230; <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Pastinya sudah pada tahu kalau Niels Bohr ini adalah seseorang  yang jago buaaanget fisikanya! Tapi, di mana sepakbolanya?</p>
<p>Nah, saudara kandungnya Niels Bohr, Harald Nohr merupakan seorang pesepakbola yang handal. Ia berhasil merebut medali perak pada Olimpiade tahun 1908 bersama tim nasional Denmark, wuihhh. Niels Bohr sendiri sebenarnya seorang pesepakbola yang cukup baik. Ia pernah bergabung di klub yang cukup terkenal di Denmark, <em>Akademisk Boldklub</em>, sebagai penjaga gawang. Jadi, Niels Bohr pastilah cukup jago bermain sepakbola. Coba, ada tidak fisikawan Indonesia yang bisa gabung di klub sekelas Persib atau Persija atau Persiba Balikpapan? (Persiba ini pesan sponsor dari penulis <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /> ). Wah, udah jago di bidang fisika, pintar bermain bola pula! Jadi ngiri&#8230; <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_neutral.gif' alt='&#58;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#124;' /></p>
<p align="center"><img style="border: 1px dotted black;" height="200" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6d/Niels_Bohr.jpg"><br />
[Niels Bohr sang "penjaga gawang" fisika, sumber: <a href="http://www.wikipedia.org">wikipedia.org</a>.]</p>
<p>Eh, tapi ada satu kejadian Aneh bin Ajaib (Aneh anaknya Ajaib) yang terjadi ketika Niels Bohr sedang bermain dengan sebuah klub dari Jerman. Ketika itu bola sedang berada di area pertahanan klub dari Jerman tersebut, namun pemain Jerman berhasil merebut bola dan melakukan <em>counter attack</em> ke arah gawang Niels Bohr (yang pasti seru!). Sebagaimana permainan seharusnya, semua orang berharap supaya sang kiper, Niels Bohr, keluar dari gawangnya untuk mencegah pemain Jerman tersebut.</p>
<p>Tetapi apa yang terjadi saudara-saudara?! Niels Bohr malah merenung memandang tiang gawangnya dan nyaris tidak bereaksi apa-apa! Kalau saja tidak diteriaki oleh teman-temannya mungkin saat itu gawangnya sudah benar-benar kebobolon. Setelah pertandingan, ia mengaku bahwa di tengah pertandingan tiba-tiba ada persoalan matematika-fisika yang hinggap di kepalanya dan ia berusaha memecahkan persoalan itu di tiang gawang <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> . Karena sibuk berpikir ia tidak sadar bahwa timnya dalam kondisi diserang! Waduh&#8230; waduh&#8230; Mungkin gara-gara itu Niels Bohr batal jadi pemain sepakbola terkenal dan malah jadi fisikawan. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Moral dari cerita ini adalah&#8230; apa ya? Hmm&#8230; Jangan ajak fisikawan main bola deh. Ntar tahu-tahu bengong aja sendiri di tengah lapangan, hahaha&#8230; <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Oya, kalo fasilitas internet teman-teman tidak miskin <em>bandwith</em>, silakan saksikan film dari <em>YouTube</em> ini yang sangat menarik. Ceritanya tentang pertandingan sepakbola ala fisikawan.</p>
<p align="center"><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/92vV3QGagck&#038;hl=en"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/92vV3QGagck&#038;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://102fm-itb.org/2008/06/fisikawan-dan-sepak-bola/" target="_blank"><img src="http://102fm-itb.org/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://102fm-itb.org/2008/06/fisikawan-dan-sepak-bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
