‘Percobaan’ Galileo

[oleh: Adam Badra Cahaya, Mahasiswa Fisika di Tohoku University]

Apakah benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat daripada benda yang lebih ringan?

Mungkin untuk kita itu pernyataan yang sudah jelas terlihat salah. Mengapa? Karena di sekolah kita diajari kalau percepatan gravitasi itu sama untuk semua benda, sehingga percepatan jatuh benda yang jatuh bebas tidak bergantung pada massanya. Jadi kalau 1 kg beras dan 10 kg beras dijatuhkan dari ketinggian yg sama maka akan sampai ke tanah dalam waktu yg sama. Pernyataan yang notabene telah dibuktikan benar oleh eksperimen Galileo.
Memangnya percobaan dia kayak gimana sih?

Rahasia Tekanan

[oleh: Eko Widiatmoko, Alumni Fisika ITB]

Ini persoalan yang mudah, kalau tahu konsepnya.

Misalkan ada sebuah tabung yang diameternya 20 cm. pada posisi tertentu diameternya berubah menjadi 1 cm (lihat gambar). Lalu, ada sebuah timbangan yang pas masuk dalam bagian tabung yang lebar, sehingga sisa bagian lebar di atas papan timbangan adalah 2 cm.

Mau tahu rahasianya?

Kereta dan Kincir Angin

[oleh: Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]

Misalkan ada sebuah kereta dengan kincir angin di atasnya, menghadap depan. Poros kincir angin dihubungkan dengan mekanisme penggerak ke bawah, menuju roda. Jika kincir angin menerima angin dari depan, putaran kincir disalurkan ke bawah sehingga roda menggerakkan kereta maju. Selanjutnya, ini berarti angin yang diterima kereta menjadi lebih kencang, betul? Angin lebih kencang berarti putaran kincir makin cepat, begitu juga gerakan roda. Jadinya kereta maju lebih cepat lagi… dan seterusnya, tanpa batas. Kecuali kecepatan cahaya, mungkin.

Tentu saja ini mustahil! Apa yang salah?

Ada gambarnya loh…

Trik Botol Sambal

[oleh: Eko Widiatmoko, Alumni Fisika ITB]

Misalkan ada botol dengan tinggi 20 cm, diameter 8 cm, tebal dinding 4 mm, bahan kaca, diameter mulut botol 3 cm. Botol ini terisi sambal dengan skala kepedasan 50000, viskositas 1000 kali air (seperti apa sih?), volume seperempat penuh, berada di dasar botol. Sisanya udara. Percepatan gravitasi 9,8 m/s2, tekanan udara 760 mmHg, temperatur 250oC.

sambal1

Pertanyaannya:

Bagaimana cara mengeluarkannya?

Gimana ya?

Jawaban Teka-Teki Timbangan

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

Masih ingat Teka-Teki Timbangan? Kan belum ada yang bener-bener berhasil jawab dengan betul tuh… Kita bahas aja yuk…

» PERTANYAAN 1

Gaya-gaya apa saja yang terlibat? Tentu ada gaya gravitasi.
Bagaimana dengan gaya oleh otot-otot dan antara bagian-bagian tubuh? Terlalu rumit.
Persoalan menjadi lebih sederhana jika kita memperhatikan gerakan pusat massanya saja. Dengan demikian, cukup gaya-gaya dari luar saja yang diperhitungkan; bukan gaya-gaya antara bagian tubuh yang satu dengan yang lain. Mengapa?

Mengapa ya? Penasaran ih!!!

Miskonsepsi Laju Rata-Rata

Misalkan kita menempuh perjalanan PP (“pergi-pulang” atau “pulang-pergi”) dari gedung fisika ke gedung rektorat. Perjalanan pergi dilakukan dengan laju 15 km/jam, sedangkan perjalanan pulang dengan laju 30 km/jam. Lalu muncul pertanyaan,

Berapa laju rata-rata perjalanan PP tersebut?

Dengan sangat percaya diri, mungkin kita langsung menjawab, (15 + 30)/2 = 22,5 km/jam.
Benarkah jawaban tersebut?

Mari kita telaah lagi…

Palu dan Garpu Aneh

Hmm… mohon maaf selama beberapa hari terakhir ini kami tidak bisa terlalu rajin memperbaharui situs ini karena keterbatasan SDM yang aktif selama masa liburan panjang ala mahasiswa.
Halah! Ngeyel, deh… :d

Sebagai penawar rasa rindu, coba perhatikanlah beberapa gambar berikut ini. Sebenarnya untuk sebagian orang bisa jadi ini termasuk barang basi, tapi untuk sebagian yang lain bisa juga mengundang rasa penasaran sekaligus tak percaya.
Trus, mana gambarnya?

Reporter Kecoa dan Bola Gila…

[oleh: AhmadRidwan T. Nugraha dan Eko Widiatmoko, telaah ulang dari edisi tahun lalu, 28 April 2007]

Alkisah ada tiga ekor kecoa yang sedang mengobrol di balik sebuah meja. Suatu ketika, timbul penampakan, ada objek tak dikenal melesat dari lantai, menghantam bagian bawah meja, lalu memantul kembali ke tempat semula!

Berlari Saat Hujan

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

Pagi-pagi sekali si Fulan berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Sialnya ia tidak membawa payung. Apa yang harus ia lakukan? Posisinya 50 meter dari tempat berteduh terdekat. Sebagai mahasiswa fisika, si Fulan mulai menghitung untung ruginya. Pernahkah Anda berada pada situasi yang sama?

kasihan Fulan

Faktor apa saja yang mempengaruhi perhitungan? Apakah bentuk dan ukuran tubuh, intensitas air hujan, kecepatan air hujan, sudut jatuhnya air hujan, kecepatan berlari, atau jarak tempuh? Wah… Si Fulan harus berpikir cepat.

Bantuin Zainul… eh, salah, bantuin Fulan…