Secuil Tentang Alam

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

Salah satu pertanyaan yang ingin dijawab oleh para fisikawan adalah:

» Apa “batu bata” penyusun berbagai macam zat-zat di alam semesta?

Menurut Anaximenes dari Miletus [1], alam semesta tersusun dari:

Para filsuf pada jaman itu masih beranggapan bahwa semua zat dapat dibagi terus-menerus hingga sekecil-kecilnya. Konsep bahwa ada zarah yang paling kecil dan tidak dapat dibagi-bagi lagi, muncul sejak abad ke-6 sebelum Masehi di India oleh Nyaya dan Vaisheshika, lalu oleh Democritus dari Yunani [2]. Democritus menyebutnya sebagai atomos.

Democritus, dari atomos, oleh atomos, untuk atomos… baca aja deh…

Sedikit Tentang LHC

[oleh: Syarif Riyadi, alumni Fisika ITB]

Jadi, cerita berawal dari groupnya Oom Peter Higgs (University of Edinburgh) yang “kurang kerjaan” menghitung, sampai-sampai keasyikan dan ngelunjak (hehe.. :d ), dan akhirnya mereka propose bahwa ada partikel yang muncul dari interaksi partikel-partikel dasar pada proton, yang selanjutnya partikel itu diberi nama Higgs Boson. Kira-kira seperti ini kisahnya: quark dan anti-quark (partikel-partikel pembentuk proton) diikat oleh interaksi yang bernama Gluon (g). Nah, “si Gluon” ini bisa decay menjadi top (t) dan anti-top (t-bar). Interaksi antara top dengan anti-top inilah yang menghasilkan partikel Higgs Boson.

Lanjut bacanya ah…

Lompatan Sains: Senjata Nuklir

[oleh: Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM]

Mungkin kita pernah menyaksikan film-film perang yang menggambarkan suatu ledakan bom nuklir. Tetapi sesungguhnya dari 195 negara di dunia ini tercatat hanya 20 negara yang memiliki senjata nuklir. Delapan diantaranya memiliki jumlah yang terbanyak, yaitu: (1) Amerika Serikat; (2) Rusia; (3) Inggris; (4) Perancis; (5)China; (6) India; (7) Pakistan; (8) Israel. Delapan negara inilah yang memiliki teknologi terdepan dalam mengembangkan senjata nuklir. Ketika prestise, simbol, dan rasa keamanan menjadi hal penting, masuk akal kalau di luar delapan negara tadi masih ada banyak negara yang memendam hasrat untuk memiliki senjata yang berkekuatan dahsyat itu.

nukebomb1
[Contoh ledakan bom nuklir, sumber: http://i100.photobucket.com]

Bikin merinding nih…

Kanan Kiri Oke?

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

Memberi dan menerima sesuatu sebaiknya dengan tangan kanan.

Demikianlah pesan nenek, atas nama sopan santun. Ada apa dengan tangan kiri? Tangan kiri dipakai membersihkan diri setelah buang air dan buang upil. Hubungannya? Untuk menghindari orang lain terinfeksi kuman-kuman penyakit? Apapun alasannya dan entah siapa yang memulai, kebiasaan itu menjadi kesepakatan bersama orang-orang tempo doeloe. Bagaimana kalau kesepakatannya diganti? Mengingat dan menimbang bahwa tangan kanan lebih sering dipakai, maka peluang kuman-kuman penyakit hinggap di tangan kanan lebih besar.
Siapa yang setuju acungkan tangan kiri! :d

Kebudayaan-kebudayaan dunia pada umumnya mengaitkan kanan dengan kebaikan, kebenaran, sementara kiri dikaitkan dengan keburukan, kejahatan [lihat referensi 1]. Dalam kosakata bahasa Inggris, right bisa berarti kanan bisa juga berarti benar. Ini persoalan budaya yang tidak akan kita bahas di sini.
Muncul pertanyaan,

Mengapa populasi orang kidal lebih sedikit daripada non-kidal (kadal)? =))

Para ilmuwan belum sepakat tentang penyebab disparitas ini, mungkin genetik mungkin juga budaya [referensi 2].

Beberapa pertanyaan yang lebih menarik lagi adalah:

Apakah hukum alam membedakan kiri dan kanan? Apakah populasi orang kidal yang lebih sedikit menunjukkan bahwa hukum alam memang tidak simetrik kiri-kanan?

Dibutuhkan studi mendalam untuk membuktikannya. Fakta-fakta di atas tidak cukup untuk meyakinkan para fisikawan. Disparitas tersebut kemungkinan disebabkan bukan karena hukum alam membedakan kiri dan kanan, tetapi karena kebetulan sejarah belaka. Fisikawan butuh bukti yang benar-benar meyakinkan.

Fisika… Dahsyat! Tancap terus…