[oleh: Fran Kurnia, staf 102 FM ITB]
Perlahan tetapi pasti, merupakan sebuah ungkapan yang sarat makna namun sedikit definisi yang menyertainya.
Saat ini dunia dan lingkungan kita senantiasa mengajak manusia untuk bertindak serba cepat tanpa ada kesalahan (bukan iklan loh :d ). Tetapi tanpa disadari akal sehat yang menyertai, tindakan kita itu terkadang tidak memadai. Sekarang coba kita ingat-ingat masa kecil kita saat pertama kali belajar berjalan, kita terlebih dahulu belajar untuk merangkak, duduk, berdiri, dan barulah berjalan lalu kita dapat berlari. Pada masa itu kita diberikan satu contoh konkret dari pengalaman hidup kita yang pasti dilalui oleh setiap manusia. Contoh lain, ketika kita belajar naik sepeda, kita mulai dengan terlebih dahulu dengan sepeda roda empat (satu di depan, di belakang dua roda kecil dan satu roda besar), roda tiga (roda kecil di belakang hilang satu, tanya orang tua masing-masing :d ), kemudian sepeda roda dua (setelah sadar bahwa sepeda roda tiga tidak terlalu keren :p ), lalu kita dapat mengendarai sepeda motor. Jadi, bukankah suatu hal yang mustahil jika kita langsung dapat mengendarai sepeda motor tanpa melalui tahapan-tahapan tadi? Dengan kata lain, setiap manusia ditakdirkan untuk belajar sesuatu langkah demi langkah.
Melangkah pasti!