20
Jan

Tembok Cina Terlihat Dari Bulan?

[oleh: Reinard Primulando, Pendiri 102 FM]

Pernah dengar cerita bahwa Tembok Cina merupakan satu-satunya obyek buatan manusia yang bisa terlihat dengan mata telanjang dari bulan? :-? mungkin juga ya? Dikarenakan Tembok Cina panjang banget, bisa dimungkinkan terlihat dari bulan. Apakah mitos tersebut benar? Yuk, kita bahas kebenarannya. :)

Satu hal yang penting untuk dapat melihat benda dari jarak jauh adalah kemampuan dari mata untuk melihat detail dari obyek yang disebut dengan resolusi. Definisi yang lebih gampang lagi adalah seberapa jauhnya dua titik yang berbeda bisa dapat dibedakan oleh mata. Permasalahannya, berapa resolusi dari mata manusia? :-? Salah satu cara menghitung resolusi dari alat optik (termasuk mata) adalah dengan menggunakan kriteria Rayleigh [1] yang pernah kita pelajari di SMA (dulu penulis belajar ini di SMA, nggak tahu ya kurikulum sekarang :P ) Masih ingat dengan rumus ini?

Buat yang agak lupa atau yang tidak lupa (karena tidak pernah ingat), ini adalah rumus untuk menghitung resolusi angular dari alat optik. θ adalah resolusi angular, λ adalah panjang gelombang cahaya, dan D adalah diameter bukaan dari alat optik, dalam kasus kita bukaan dari mata adalah pupil. Buat yang lupa, silahkan buka lagi buku-buku jaman SMA nya. :)

Rumusnya sudah ada, sekarang masukkan angkanya. Buat panjang gelombang, kita bisa pakai panjang gelombang warna merah (700 nm), dengan anggapan warna bata dari Tembok Cina kira-kira merah. Terus diameter pupil menurut Wikipedia sekitar 5 mm [2]. Tinggal pakai kalkulator (hati-hati dengan konversi unit!) kita dapat bahwa resolusi mata sekitar 0,010.

Sekarang kita harus menghitung berapa jarak minimum dua titik agar bisa terlihat oleh mata dari bulan. Kita tahu dari Wikipedia (lagi) kalau jarak bumi bulan sekitar 380.000 km [3]. Selanjutnya gunakan geometri (lihat gambar) dan kita dapatkan bahwa jarak minimal dua titik agar dapat dibedakan dari bulan adalah 66 km. Sebuah benda harus punya ukuran minimal 66 km x 66 km supaya bisa terlihat dari bulan!

Sekarang kembali ke masalah Tembok Cina (berasa Tukul). Panjang Tembok Cina memang luar biasa: 6400 km. Tapi masalahnya, lebar Tembok Cina hanya 9 meter [4]. Jauuuuuh dari ukuran minimal supaya bisa terlihat. Jadi kabar bahwa Tembok China bisa terlihat dari bulan dengan mata telanjang itu… BOHONG (baca: bohong besar)!

Lebih parah lagi sebenarnya Tembok Cina tidak bisa dilihat oleh astronot yang mengorbit bumi! Ambil contoh International Space Station (ISS) yang mengorbit pada ketinggian 350 km. Dengan cara yang sama kita dapatkan bahwa ukuran minimum supaya benda bisa terlihat adalah 60 m x 60 m. Tetap saja tidak cukup buat terlihat oleh astronot di ISS. Astronot pertama China, Yang Liwei, mengaku dia tidak dapat melihat Tembok Cina dari luar angkasa [5]. Yang lebih gampang dilihat dari jendela ISS sebenarnya adalah Piramid Besar Giza yang ukurannya sekitar 230m x 230m [6]. Kalau dari bulan, bahkan Piramid Besar pun tidak telihat sama sekali.

Jadi, kalau dengar gossip, jangan langsung percaya. Dihitung-hitung dulu, dan dicek kebenarannya. (Kalau gossip artis gimana cara ngehitungnya ya? :P )

Sumber:

[1] Rayleigh Criterion
[2] Penampang Pupil
[3] Rayleigh Criterion
[4] Tembok Cina dari Bulan
[5] Tembok Cina dari Bulan oleh Universe2Day
[6] Ukuran Piramid

13 Komentar

  • Mariano:

    Jujur aja saya baca bahwa tembok cina terlihat dari bulan sejak saya SMA dan hal itu tetap saya percayai sampai sejak saya membaca artikel ini.
    He he he, ketipu deh saya bertaun-taun
    Makasih buat artikelnya mas…

  • Eko:

    Tunggu dulu. “terlihat” itu beda dengan “masuk dalam jangkauan resolusi.” Bintang-bintang diameter sudutnya luarbiasa kecil tapi terlihat, kan?
    Kalau sejuta lampu sorot berkekuatan super dipasang di atas seluruh tembok Cina, kayaknya kelihatan, lho. Walaupun cuma terlihat satu titik terang.

  • Mariano:

    Wah, sejuta lampu sorotnya mas Eko yang katanya berkekuatan super itu sih bahkan dari tepi alam semesta sekalipun kayaknya pasti terlihat deh :d:d:d
    Tapi sayang, yang telihatnya bukan tembok cina-nya, tapi lampunya itu lho … ;d/

  • Mbahnya Engkong:

    He…he… kita punya pembaca teliti nih :D

    Sebenarnya sih kata terlihat memang kurang tepat. Kata yang lebih tepat sebenarnya adalah terbedakan, tapi judulnya jadi kurang provokatif :P

    Jadi sebenarnya berdasarkan perhitungan resolusi di artikel, kita tidak bisa membedakan Tembok Cina dengan sekitarnya dari bulan. Atau dalam bahasa ’sehari-harinya’ ya… Tembok Cina tidak bisa terlihat dari bulan.

    Kalau ada lampu super kuat sih bakal bisa kita lihat dari bulan, tapi kita nggak akan tahu apa itu Tembok Cina atau dari daerah di sekitarnya, gitu….

  • Rio:

    Cool, pnulisnya berjiwa scientific nih.
    Salut…

  • Pinter Keblinger:

    jarak minimal dua titik agar dapat dibedakan dari bulan adalah 66 km…
    ketentuan berikut didapet dari literatur mana tuh???
    or anda cuma… translate aja ya
    maklumlah mas… FISIKA saya cuma dapet dua terus nilainya…

  • Akhmad Yulianto:

    @pinter keblinger:
    66 km itu dihitung dengan geometri. di tulisan ada keterangannya kok ^^

  • Fisikawan Muda:

    or anda cuma… translate aja ya

    #Pinter keblinger,
    Wah Mas, kenapa anda ngomong gitu? Berbahaya lho klo berprasangka buruk seperti itu, sains di Indonesia gak akan pernah maju-maju.
    Kami akui beberapa artikel di sini disadur dari bahasa Inggris, tapi jauh lebih banyak yang ditulis ulang orisinil dengan gaya menulis masing-masing kontributor sendiri, termasuk artikel ini.

    Mohon supaya baca artikelnya lebih baik lagi. Seperti dibilang komentator sebelumnya, 66 km dihitung dengan bantuan gambar di artikel, dan kami sudah sertakan semua referensi penting yang terkait.

  • Mbahnya Engkong:

    Mas/Mbak Pinter Keblinger,
    Ehm..ehm… saya sebagai penulis artikel ini mengakui ide utama dari artikel ini memang diambil dari artikel lain. Tapi…. semua isi artikel ini saya kerjakan sendiri tanpa diterjemahkan dari artikel sumber tersebut, karena saya cuma ngelirik doang ke artikel sumber ;))
    Semua angka yang nggak mungkin saya ukur di sini saya cantumkan referensinya karena nggak mungkin kan saya pergi ke Tembok Cina buat ngukur lebarnya, kecuali 102FM mau sponsoring saya ke sana :-> Sedangkan angka yang bisa saya hitung, ya saya hitung sendiri. 66 km tadi bisa dihitung dari mengalikan jarak ke bulan dengan tan 0,01. Coba deh Mas/Mbak hitung 380.000 km kali tan 0,01. Hasilnya pasti mendekati 66 km B-)
    Terima kasih ya atas kritiknya. Mungkin lain kali kalo mau bikin artikel harus lebih jelas lagi :D

  • Chipa:

    kereeenn… thx atas infonya
    btw, kapan yah saya bisa jadi ahli fisika seperti anda… hahah

  • Mbahnya Engkong:

    @ Chipa
    Di sini semuanya masih pada belajar kok, baik penulis maupun komentator. Jadi belum ada yang bisa disebut ahli. Makanya slogannya “Belajar, Berbagi, Bersama-sama.” :P Kalo Chipa ada yang mau dibagi juga boleh kok :D

  • gita:

    8-x

  • ahmad supangat:

    cina this is poeple crazy

Berikan Komentar

:) :( :d :"> :(( ;d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- emoticon lain »

Umpan RSS