Ribut-ribut Lalu Sunyi Senyap
[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]
Azas ketidakpahaman Zainul. Teori yang super-duper luar biasa! Menamai sebuah teori dengan nama sendiri, alangkah tidak tahu malunya
. Siapa yang tidak senang namanya melekat pada sebuah teori. Hukum Newton, relativitas Einstein, ketidakpastian Heisenberg, eksklusi Pauli, diagram Feynman, tentu tidak dinamai oleh orang yang bersangkutan, tapi oleh komunitas ilmuwan sebagai penghargaan arti penting penemuan tersebut.
Kolaborasi dan kompetisi pasti mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saling bantu dan saling sikut bisa terjadi, namanya juga manusia. Ada dana riset, dan nama baik yang dipertaruhkan. Berlomba-lombalah mereka menjadi yang pertama. Sebelum didahului periset saingan, riset harus segera tuntas dengan hasil yang menggemparkan dunia (lebay lagi nih
). Tapi ada harga yang harus dibayar, terburu-buru bisa menjadi bencana.
Pesan dari seorang dosen “Ilmuwan boleh salah, asal tidak bohong”. Meskipun ada juga “ilmuwan palsu” yang memanipulasi data untuk mendukung klaimnya. Dalam banyak kejadian, meskipun yang bersangkutan jujur, kesalahan bisa terjadi. Misalnya karena lalai mempertimbangkan efek-efek tertentu. Makanya, kehati-hatian sangat diperlukan,
Extraordinary claims require extraordinary evidence.
Kita bisa belajar dari peristiwa-peristiwa yang sempat menghebohkan dunia fisika, tanpa bermaksud memvonis benar tidaknya. Masing-masing masih punya pendukung setia. Biarlah waktu yang menjawab (Ini lirik lagu dangdut yang mana yah?
)
» Fusi nuklir di tabung kimia
Reaksi fusi adalah reaksi penggabungan inti atom ringan menjadi inti atom yang lebih berat. Berbeda dengan reaksi fisi, yaitu pemisahan inti atom berat menjadi inti atom-inti atom yang lebih ringan yang biasanya bersifat radioaktif, hasil reaksi fusi nuklir lebih aman.
Reaksi fusi terjadi di inti matahari. Cara konvensional menciptakan reaksi fusi adalah dengan menyediakan kondisi yang sama dengan inti matahari yaitu temperatur yang tinggi, jutaan derajat Celcius. Melalui reaktor tokamak yang “mengurung” plasma dengan medan magnet dapat dihasilkan reaksi fusi. Hingga kini, belum ada yang menguntungkan secara komersial.
Tahun 1989 Martin Fleischmann dan Stanley Pons dari University of Utah [1] mengklaim mampu menciptakan reaksi fusi nuklir hanya melalui proses elektrokimia. Mereka mendeteksi ekses panas yang tidak dapat dijelaskan melalui reaksi kimia. Klaim yang sangat menjanjikan. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di Journal of Electroanalytical Chemistry.

Sejumlah peneliti lain berusaha mereproduksi hasil eksperimen tersebut dan sebagian besar gagal. Menurut golongan skeptis, tidak ada bukti memadai berupa deteksi neutron dan 3He, atau tritium dan proton yang menunjukkan bahwa fusi memang terjadi. Akhirnya, group riset dari MIT menunjukkan kesalahan serius pada analisis spektrum sinar gamma yang diajukan Pond dan Fleischmann [2]. Tamatkah riwayat teori fusi dingin ini? Belum. Sampai sekarang masih ada yang melakukan riset serupa meskipun sulit mendapatkan dana riset.
» Fusi nuklir sonoluminescence
Juga pada tahun 1989, Felipe Gaitan dan Lawrence Crum, dengan menggunakan gelombang suara, berhasil membuat gelembung udara pada cairan memancarkan cahaya [3], fenomena yang diberi nama sonoluminescence. Eksperimen ini dapat direproduksi oleh peneliti-peneliti yang lain, tidak ada keraguan di dalamnya. Diperkirakan bahwa pusat dari gelembung udara tersebut memiliki temperatur yang sangat tinggi. Apakah cukup tinggi untuk reaksi fusi masih tanda tanya. [4]

Tahun 2002, R.P. Taleyarkhan dkk dari Oak Ridge National Laboratory (ORNL) menggunakan fenomena sonoluminescence ini untuk menciptakan reaksi fusi nuklir [5]. Hasil penelitiannya dipublikasikan di majalah Science. Mereka mengklaim mendeteksi neutron dan tritium yang konsisten dengan reaksi fusi. Eksperimen yang sama dilakukan oleh Mike Saltmarsh dan Dan Shapiro juga dari ORNL, gagal mengonfirmasi hasil Taleyarkhan. Sejarah berulang kembali. Menurut golongan skeptis, neutron yang terdeteksi bukan dari hasil fusi, tetapi dari neutron gun yang digunakan, memantul kesana kemari dan terdeteksi pada detektor.
Tahun 2004 R.P. Taleyarkhan dkk, menyempurnakan eksperimen mereka. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di Physical Review E. Ini pun belum cukup untuk meyakinkan golongan skeptis (kalau yakin, bukan skeptis lagi namanya
). Untuk membuktikan bahwa neutron yang terdeteksi memang berasal dari reaksi fusi, perlu bukti bahwa deteksi neutron sinkron dengan kilatan cahaya.
Tahun 2005 BBC horizon programme [6] membentuk tim independent dari beberapa ilmuan dipimpin oleh Seth Putterman dari UCLA, dilengkapi detektor neutron yang lebih canggih dengan resolusi nanosecond. Kesimpulannya? Neutron yang terdeteksi random, tidak sinkron dengan kilatan cahaya. Meskipun demikian, eksperimen fusi nuklir melalui sonoluminescence tidak pupus.
» Pentaquark
Hadron adalah partikel yang tersusun atas quark-quark dan gluon-gluon (baca Secuil Tentang Alam, untuk info tentang partikel elementer menurut Model Standar). Hadron yang terdiri atas tiga quark valensi disebut baryon, sementara hadron yang terdiri atas quark dan anti quark disebut meson. Hadron tanpa quark valensi disebut sebagai glueballs. Di dalam hadron, selain quark valensi ada juga “lautan” quark (sea quark) yang dibentuk oleh penciptaan dan pemusnahan pasangan quark-anti quark.
Tahun 2003, eksperimen dari laboratorium SPring-8 jepang [7] mengindikasikan keberadaan pentaquark, yaitu hadron yang tersusun atas 4 quark+1 anti-quark. Berturut-turut eksperimen lain mengonfirmasi, Jefferson lab di Virginia USA, ITEP di Rusia dan ELSA di Jerman.
Belakangan eksperimen-eksperimen dengan peralatan dan statistik yang lebih baik, termasuk Jefferson Lab [8] gagal membuktikan keberadaan pentaquark ini.

banyaknya eksperimen yang berhasil dan yg gagal membuktikan keberadaan pentaquark
» Anomali LSND
Eksperimen Liquid Scintillator Neutrino Detector (LSND) di Los Alamos mengindikasikan keberadaan species neutrino yang ke empat, “sterile neutrino”. (baca Secuil Tentang Alam lagi, untuk info tentang partikel elementer menurut Model Standar) Neutrino ini gagal diamati eksperimen lainnya, terakhir oleh kolaborasi MiniBooNE di Fermilab tahun 2007.
» Studi multi-muon di CDF?
Tanggal 29 Oktober 2008 (hot news) muncul artikel di arxiv [9] oleh kolaborasi CDF di Fermilab mengenai studi multi muon yaitu deteksi dua atau lebih muon dari setiap peristiwa tumbukan proton-antiproton. Hasil eksperimen menyiratkan (CDF tidak mengklaim) ekses muon yang tercipta cukup jauh di luar berkas sinar (beam pipe) proton-antiproton. Menurut mereka fenomena ini tidak dapat dijelaskan oleh proses-proses yang diketahui pada Model Standar fisika partikel.
Jika benar adanya, fenomena ini dapat mengindikasikan keberadaan partikel non Model Standar yang punya waktu paruh cukup panjang lalu meluruh menghasilkan muon. Fisikawan-fisikawan teori mulai sibuk berteori [10]. Lebih menghebohkan lagi, hampir sepertiga dari 600an anggota kolaborasi tidak bersedia namanya dicantumkan [11]. Seperti apa akhirnya kita tunggu saja.
» Blue energy di Indonesia
No comment. Capee deh. ![]()
Punya contoh yang lain? Silakan berbagi. ![]()
Referensi:
- [1] Cold Fusion di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas
- [2] Cold Fusion di PhysicsWorld
- [3] Sonoluminescence di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas
- [4] Sonoluminescence di Sci-Am
- [5] Bubble fusion di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas
- [6] Nuclear fusion ‘put to the test’, BBC Science
- [7] Pentaquark di Symmetry Magz
- [8] Pentaquark di Interactions.org
- [9] ’sedikit’ penjelasan tentang multi-muon oleh CDF
- [10] ’sedikit’ komentar tentang multi-muon CDF
- [11] Fermilab ‘ghosts’ di PhysicsWorld

Ada yang ribut-ribut nyari kerja tuh. Coba bikin paper yang heboh-heboh juga dong Kak Zainul
Misalkan teori tentang heksaquark (3+3), septaquark (3+2+2), oktaquark (3+3+2) , anyquark (kombinasi bebas). Pasti heboh tuh kalo bisa, lumayan kan bisa dapat kerjaan di jaman resesi ekonomi ini?
Ditulis dengan
Ditulis denganwah.. wah.. kok nyambungnya ke resesi ekonomi?
Ditulis denganQuark valensi itu apa?
Ditulis dengan
Ditulis dengan# Anto
Nyambung ke ekonomi soalnya cari kerja jaman sekarang lebih susah. Kan lagi krisis, mau nggak mau fisika teori juga kena dampaknya. Bener-bener krisis global nih… ck..ck..ck…
Ditulis dengan#Eko
Oh iya, di artikel cuma disebutkan saja.
Quark valensi itu quark yang paling menentukan “sifat” hadron (bilangan kuantum2: parity, strangeness, charge conjugation, spin etc). Tidak seperti sea quark yg cuma datang dan pergi (creation-annihilation), meskipun kontribusinya cukup besar. Saya tidak begitu yakin ini definisi yg pas. Tanya pada yg ahli.
Kreasi dan annihilasi pasangan elektron positron (sea electron?) juga ada untuk ikatan elektromagnetik seperti atom. Pengaruhnya kecil (efek lamb shift). Bisa juga ditambahkan kata valensi setelah kata elektron, sayangnya istilah elektron valensi sudah dipakai orang kimia untuk elektron pada kulit terluar.
Ditulis dengan