Massa Atau Energi? (bagian 2)

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

» Foton bermassa gak sih?
Tinjau sistem berupa kotak yang di dalamnya ada 2 foton bergerak ke arah yang berlawanan. Sisi dalam dinding kotak adalah cermin ideal.

Misalnya massa kotak m0, frekuensi foton v0. Kotak diam menurut pengamat pengamat pertama.

Menurut pengamat kedua yang bergerak relatif terhadap pengamat pertama: kotak bergerak dengan kecepatan V, mengalami kontraksi panjang. Foton mengalami efek Doppler.

Lanjut!!!

Kereta dan Kincir Angin

[oleh: Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]

Misalkan ada sebuah kereta dengan kincir angin di atasnya, menghadap depan. Poros kincir angin dihubungkan dengan mekanisme penggerak ke bawah, menuju roda. Jika kincir angin menerima angin dari depan, putaran kincir disalurkan ke bawah sehingga roda menggerakkan kereta maju. Selanjutnya, ini berarti angin yang diterima kereta menjadi lebih kencang, betul? Angin lebih kencang berarti putaran kincir makin cepat, begitu juga gerakan roda. Jadinya kereta maju lebih cepat lagi… dan seterusnya, tanpa batas. Kecuali kecepatan cahaya, mungkin.

Tentu saja ini mustahil! Apa yang salah?

Ada gambarnya loh…

Ribut-ribut Lalu Sunyi Senyap

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

Azas ketidakpahaman Zainul. Teori yang super-duper luar biasa! Menamai sebuah teori dengan nama sendiri, alangkah tidak tahu malunya :d . Siapa yang tidak senang namanya melekat pada sebuah teori. Hukum Newton, relativitas Einstein, ketidakpastian Heisenberg, eksklusi Pauli, diagram Feynman, tentu tidak dinamai oleh orang yang bersangkutan, tapi oleh komunitas ilmuwan sebagai penghargaan arti penting penemuan tersebut.

Kolaborasi dan kompetisi pasti mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saling bantu dan saling sikut bisa terjadi, namanya juga manusia. Ada dana riset, dan nama baik yang dipertaruhkan. Berlomba-lombalah mereka menjadi yang pertama. Sebelum didahului periset saingan, riset harus segera tuntas dengan hasil yang menggemparkan dunia (lebay lagi nih :d ). Tapi ada harga yang harus dibayar, terburu-buru bisa menjadi bencana.

Pesan dari seorang dosen “Ilmuwan boleh salah, asal tidak bohong”. Meskipun ada juga “ilmuwan palsu” yang memanipulasi data untuk mendukung klaimnya. Dalam banyak kejadian, meskipun yang bersangkutan jujur, kesalahan bisa terjadi. Misalnya karena lalai mempertimbangkan efek-efek tertentu. Makanya, kehati-hatian sangat diperlukan,

Extraordinary claims require extraordinary evidence.

Kita bisa belajar dari peristiwa-peristiwa yang sempat menghebohkan dunia fisika, tanpa bermaksud memvonis benar tidaknya. Masing-masing masih punya pendukung setia. Biarlah waktu yang menjawab (Ini lirik lagu dangdut yang mana yah? :) ) )

Apaan sih ribut-ribut?!

Massa atau Energi?

Massa adalah energi. Tak ada sanggahan akan hal itu. Apalagi setelah Einstein menyatakan secara eksplisit:

massa yang dimiliki benda adalah ukuran dari energi yang disimpannya …

E = mc2

atau, maksudnya adalah, kemungkinan massa dan energi adalah ekivalen. Bahwa massa dan energi adalah dua sudut pandang berbeda mengenai suatu besaran fisis, hanya saja berbeda satuannya.

Trus kenapa gituh?

Termodinamika dan Kedokteran

[oleh: Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM]

Fisika merupakan cabang ilmu yang banyak digunakan di berbagai aspek kehidupan manusia. Dalam artikel ini akan dibahas tentang penggunaan konsep-konsep termodinamika yang banyak digunakan dalam bidang kedokteran.

» Pengertian Termodinamika
Termodinamika terbentuk dari dua suku kata yaitu, thermal (yang berhubungan dengan panas) dan dynamics (yang berhubungan dengan suatu perubahan). Jadi termodinamika merupakan ilmu yang mempelajari berbagai fenomena energi yang berubah-ubah karena adanya aliran panas dan usaha yang dilakukan. Sebagai contoh, ketika suatu zat padat (besi atau sejenisnya) dipanaskan maka semakin lama akan terjadi pemuaian. Pada proses ini terdapat suatu pemindahan panas dan juga bekeja suatu gaya yang mengakibatkan timbulnya suatu usaha. Dengan kata lain, hanya dengan mempelajari termodinamika, bukan hanya fenomena suhu, tetapi juga berbagai sifat gas, larutan zat padat, dan reaksi kimia.

Penasaran ih!

Secuil Tentang Alam

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

Salah satu pertanyaan yang ingin dijawab oleh para fisikawan adalah:

» Apa “batu bata” penyusun berbagai macam zat-zat di alam semesta?

Menurut Anaximenes dari Miletus [1], alam semesta tersusun dari:

Para filsuf pada jaman itu masih beranggapan bahwa semua zat dapat dibagi terus-menerus hingga sekecil-kecilnya. Konsep bahwa ada zarah yang paling kecil dan tidak dapat dibagi-bagi lagi, muncul sejak abad ke-6 sebelum Masehi di India oleh Nyaya dan Vaisheshika, lalu oleh Democritus dari Yunani [2]. Democritus menyebutnya sebagai atomos.

Democritus, dari atomos, oleh atomos, untuk atomos… baca aja deh…