[oleh: Syarif Riyadi, alumni Fisika ITB]
Jadi, cerita berawal dari groupnya Oom Peter Higgs (University of Edinburgh) yang “kurang kerjaan” menghitung, sampai-sampai keasyikan dan ngelunjak (hehe.. :d ), dan akhirnya mereka propose bahwa ada partikel yang muncul dari interaksi partikel-partikel dasar pada proton, yang selanjutnya partikel itu diberi nama Higgs Boson. Kira-kira seperti ini kisahnya: quark dan anti-quark (partikel-partikel pembentuk proton) diikat oleh interaksi yang bernama Gluon (g). Nah, “si Gluon” ini bisa decay menjadi top (t) dan anti-top (t-bar). Interaksi antara top dengan anti-top inilah yang menghasilkan partikel Higgs Boson.

Lalu, apa kaitannya dengan si “monster” LHC (Large Hadron Collider) ini? LHC ini sebenarnya “hanya” bertujuan untuk mempercepat partikel sehingga energinya, yang juga berarti panjang gelombangnya, cukup untuk mendeteksi Higgs Boson. Berapa energi yang dibutuhkan? Entahlah… Tapi berdasarkan presentasi salah satu scientist LHC, Els Koffeman, September lalu, accelerator LHC bisa “memproduksi” partikel dengan energi berorde TeV atau setara dengan panjang gelombang 10-18 m
.

Kapan Higgs Boson ini terdeksi? No one knows… Fasilitas yang berada 100m di bawah permukaan tanah negara Perancis dan Swiss, dengan lintasan total sekitar 27km, menghabiskan dana sekitar ini 6,4 Miliar Euro, melibatkan lebih dari 1200 fisikawan, dan melibatkan 34 negara ini, akan terus beroperasi dan memproduksi data.
Nah, apa yang terjadi kalau Higgs Boson ini tak kunjung muncul? Pastinya Standard Model dipertanyakan.
Seandainya muncul, lalu bagaimana? Misteri terbentuknya tata surya ini bisa segera terkuak. Saat LHC untuk pertama kalinya dioperasikan, sempat muncul kekhawatiran akan terbentuk black hole yang akan “menelan” semua yang ada di muka bumi. Walaupun itu tidak (dan sangat tidak mungkin) terjadi, banyak orang-orang ketakutan. Di China sempat terdengar berita ada seorang pemuda yang bunuh diri begitu mendengar LHC ini akan dioperasikan
.
Berita terakhir menyebutkan ada kebocoran pada container Helium untuk pendingin Superconducting Coil-nya. Sekarang fasilitas ini masih berada dalam perbaikan, dan diperkirakan akan rampung pada akhir November 2008. Namun diperkirakan LHC tidak akan beroperasi setidaknya sampai musim semi mendatang
.

Yah, kita tunggu saja para nobel laurates di bidang fisika dalam 10 tahun ke depan yang kemungkinan akan muncul dari fasilitas ini.
Nah… ini dia nyang ditunggu-tunggu beritanya dari kemaren…
Wah… Jadi LHC nggak bakal bikin Kiamat yah??? Wah padahal udah nungguin dari kemaren lo…
(
Btw, itu digambar selain ada lingkaran besar, tu ada lingkaran kecil (garis kuning itu lho), itu tempat apa ya?
Yang lingkaran kecil itu kalau ga salah adalah laboratorium. Jadi, kalau ingin meneliti bagian “ini” dari fasilitas LHC ini, maka di lingkaran kecil yang “ini”. kalau ingin meneliti yang “itu”, di lingkaran kecil yang “itu”.
kalau g salah loh.
mana nih orang-orang teorinya (engkong reinard, mas zainul)? we miss u(r articles) so much.. hehe..
Kalo emang partikel Higgs Boson ini emang bener ada, berarti kan ini partikel yang jauh lebih kecil dari quark, trus selama ini saya taunya quarklah partikel terkecil yang gak bisa dibagi lagi.
Weleh, ternyata ada lagi yang lebih kecil, lalu yang terterterterkecilnya partikel apa dong???
Maafkan Engkong… Lagi sangat super duper sibuk luar binasa, sampe-sampe singgah pun tak sempat. Gara-gara kelas dan riset nih
(
Artikel yang menarik!!! Tapi mau komentar tentang kalimat ini…
Ah masa sih nggak bakalan ada black hole? Coba deh lihat siaran langsung ekslusif kamera CCTV dari LHC berikut ini :d
http://www.cyriak.co.uk/lhc/lhc-webcams.html
@ Mbahnya Engkong:
bagus
Film di http://www.Cyriak itu beneran ato boongan ya ? Bikin serem aja nih …~X(
Oh, iya…Standard Model, ada Kaitannya ndak si ama String/Super String Theory???ato 2-2nya malah beda masalah?
#Mariano
Dari ukurannya, secara teori (Standard Model, SM), quark, Higgs, elektron dan partikel elementer lainnya dianggap tidak punya radius (partikel titik). Eksperimen memberi batas atas radius 10^?22 m utk elektron. Utk quark belum ada eksperimennya, apalagi Higgs. Quark sulit utk di “isolasi”, Higgs terdeteksi aja belum. CMIIW
Menurut massanya, elektron 0.5 MeV, quark ringan: quark up, down 3-10 Mev, yg paling berat quark top 180 GeV. Menurut SM, massa Higgs adalah parameter bebas, tapi dibatasi <850 GeV dari pengukuran hamburan (ada namanya syarat unitarity, bikin tambah bingungkan?). Prediksi MSSM (Minimal Supersymmetric SM) <130GeV.
Catatan: 1 GeV=1000 MeV=1000000 keV
[OOT]
horeee! mas zainul dan engkong sudah exist lagi.. hehehe.. :d
[/OOT]
#Mas Zainul
Kalo boleh buat artikel ringannya dong tentang standard model (SM), penjelasan Mas Zainul bikin saya tertarik tapi buku-buku yang ada tentang ini kayaknya buku-buku berat semua deh
he he he, thanks buwat kesediaannya …^:)^
Koreksi: Kerusakan di LHC diperkirakan baru bisa diperbaiki sekitar pertengahan tahun 2009, dan LHC bisa dimulai lagi kuartal ketiga atau keempat 2009.
In any case, kapan ada lagi orang Indonesia mau kerja di experimental high energy physics ? Kesempatan untuk menemukan Higgs boson (atau membuktikan ketidakberadaan Higgs boson) hanya muncul sekali, dan sayang sekali kalau tidak ada fisikawan dari Indonesia yang berpartisipasi. Saat ini baru ada 2 orang dari Indonesia yang terlibat eksperimen di LHC, jadi saya tunggu partisipasinya !
Tentang produksi Higgs di LHC. Ada empat mode produksi Higgs, dan artikel ini hanya menunjukkan satu. Ada empat total mode produksi Higgs, dan saya lampirkan gambar ini.
http://pi.physik.uni-bonn.de/~brock/feynman/vtp_ws0506/chapter09/higgs_feyn_pp.jpg
Peluang menemukan Higgs (atau membuktikan ketidakberadaan Higgs) di LHC tergantung pada massa Higgs boson. Saat ini ada indikasi bahwa massa Higgs berada di atas 115 GeV (namun di bawah 200-an GeV).
LHC akan lebih mudah menemukan Higgs jika massanya berat, sekitar 130-180 GeV, dimana Higgs bisa meluruh menjadi dua vector boson, W boson (WW) , atau Z boson (ZZ). Satu dari boson tsb bisa merupakan boson virtual. Terutama modus H->ZZ->llll dimana l adalah elektron atau muon, disebut-sebut sebagai golden mode, karena sangat mudah dideteksi secara eksperimen.
Untuk Higgs dengan massa rendah, 115-130, justru LHC akan lebih sulit menemukan Higgs. Modus peluruhan Higgs pada massa rendah adalah ke dua tau lepton atau dua b-quark, dan background dari dua mode ini besar sekali di LHC.
Perkiraan saya, setelah LHC jalan tahun 2009 tahun depan, diperlukan 1-2 tahun untuk mempelajari dan mengkalibrasi detektor. Dan baru kita-kita bisa yakin dengan data yang diambil. Mungkin perlu 2-3 tahun sebelum bisa menemukan Higgs kalau massanya besar,
namun bisa lebih lama kalau massanya kecil.
#Mas Haryo,
Terima kasih atas koreksi dan kunjungannya…
Kami benar2x tidak menyangka akan dikunjungi satu dari sedikit orang Indonesia yang riset fisika fundamental di lembaga ternama.
Kami berharap ada di antara kami yang bisa mengikuti jejak Anda
Terima kasih motivasinya…
Wah, luar biasa. Boleh gak Mas Haryo nulis artikel untuk blog ini? Pertanyaan ini saya ajukan ke admin utk memohon ke mas Haryo untuk mau menulis di blog ini.