16
Jul

Kendaraan Hybrid Hemat BBM

[oleh: Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM]

Saat ini Indonesia semakin tenggelam dalam kesulitan hidup yang semakin merajalela. Berbagai daya dan upaya dikerahkan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama pada bidang energi yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Di lain pihak (masih berhubungan dengan energi) pencemaran udara semakin membuat manusia menderita, mungkin suatu saat dapat terjadi krisis oksigen. Tingginya tingkat pencemaran udara merupakan masalah lain yang perlu dibahas secara serius. Dalam hal ini pemerintah telah mengizinkan mobil-mobil hybrid untuk diimpor masuk ke Indonesia.

Pemerintah menilai bahwa dengan menggunakan mobil hybrid ini maka akan terjadi penghematan bahan bakar fosil sekitar 15%. Dapat dibayangkan, misalnya rata-rata 1 unit mobil memiliki kapasitas penggunaan bahan bakar fosil sekitar 10 liter dalam 1 hari, maka dengan penghematan 15%, mobil ini hanya menggunakan sekitar 8,5 liter. Dengan kata lain, terjadi penghematan sekitar 1,5 liter dalam 1 hari untuk 1 unit mobil. Kemudian katakanlah, di Indonesia ada sekitar 5 juta unit mobil, maka penghematan bahan bakar fosil dalam 1 hari akan menjadi 7,5 juta liter BBM! Jadi, dengan menggunakan mesin mobil jenis hybrid akan terjadi penghematan BBM yang cukup besar.

hybrid1

» KENDARAAN HYBRID

Dasar sesungguhnya kendaraan disebut sebagai kendaraan hybrid adalah jika kendaraan tersebut menggabungkan dua atau lebih sumber tenaga. Jadi sebenarnya sudah banyak orang yang memiliki kendaraan hybrid dalam konteks ini. Sebagai contoh, mo-ped (motor berpedal sepeda) memiliki karakter hybrid, karena menggabungkan tenaga dari mesin bensin dan tenaga kayuh pengendaranya. Intinya setiap kendaraan yang mengabungkan dua atau lebih sumber tenaga penggerak baik langsung ataupun tidak adalah sebuah hybrid. Sejarah kendaraan hybrid sesungguhnya berawal dari terjadinya krisis minyak era tahun 1960-1970 yang semakin mengkhawatirkan, kemudian menimbulkan berbagai pemikiran tentang alternatif pengurangan konsumsi minyak. Alasan lain pengembangan kendaraan hybrid adalah untuk meningkatkan efisiensi BBM dan mengurangi emisi gas beracun di udara.

Hingga saat ini kendaraan hybrid telah memperoleh banyak tanggapan ppositif baik dari pemerintah, maupun dari masyarakat pengguna mobil hybrid. Walaupun mendapat tanggapan positif, bukan berarti kendaraan hybrid ini dapat dengan mudah di produksi dan dipasarkan. Banyak tantangan yang harus dilalui baik oleh produsen maupun konsumen. Tantangan yang paling terlihat adalah masih mahalnya harga jual kendaraan bermesin hybrid, sehingga tidak semua pengguna tertarik untuk membelinya. Ditambah lagi model dari kendaraan hybrid hingga saat ini kebanyakan bermodel mobil compact, padahal orang-orang yang berfinansial tinggi biasanya akan membeli kendaraan dengan tuntutan kenyaman tinggi. Sehingga mereka lebih rela mengeluarkan lebih banyak uang untuk kendaraan konvensional dengan ukuran besar daripada kendaraan hybrid berukuran compact.

» MEKANISME MESIN HYBRID

Teknologi mobil hybrid yang dipopulerkan oleh Toyota dan Honda ini, Sebagai solusi menghemat BBM dan mengatasi pencemaran lingkungan. Cara kerja mesin listrik dengan prinsip regenerative (isi ulang/recharging saat kendaraan sedang beroperasi) pada mesin hybrid, berbeda dengan mobil tenaga listrik penuh. Mobil tersebut tidak bisa mengisi ulang listriknya. Bila listriknya habis, Batterai/aki harus di-charge secara khusus dengan waktu 8 hingga 12 jam (untuk teknologi onboard charger). Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa mengisi ulang ke aki dengan memanfaatkan energi kinetik saat mengerem (regenerative braking). Bahkan sebagian energi mesin dari mesin bensin/solar/biofuel saat berjalan listriknya bisa disalurkan untuk mengisi batterai/aki. Dengan sistem operasi seperti ini maka akan terjadi penghematan BBM.

Mobil Hybrid menggabungkan kedua sumber tenaga, yang dapat dilakukan dengan dua buah cara yang berbeda yaitu: (1) Hybrid paralel dan (2) Hybrid seri. Hybrid paralel memiliki tangki BBM yang menyuplai bensin ke mesin. Hybrid tipe ini juga memiliki baterai yang menyuplai tenaga listrik ke mesin elektrik. Baik mesin bensin maupun mesin elektrik dapat menggerakkan transmisi pada saat bersamaan, dan selanjutnya transmisi akan menggerakkan roda. Pada tipe ini tangki bensin dan mesin gas terhubung ke transmisi secara independen yang mengakibatkan baik mesin elektrik dan mesin gas dapat menghasilkan tenaga pendorong.

Berbeda dengan hybrid paralel, pada hybrid seri mesin bensin bekerja sebagai generator yang berfungsi sebagai pembangkit baterai atau tenaga motor elektrik yang menggerakkan transmisi. Mesin bensin tidak pernah langsung menjadi tenaga penggerak kendaraan. Sistem kerja pada hybrid series dimulai dari tangki bensin menyuplai bensin ke mesin gas yang selanjutnya menyuplai tenaga ke generator, lalu tenaga yang dihasilkan generator didistribusikan ke baterai dan mesin elektrik. Energi pada baterai sendiri selain dari generator, juga dihasilkan saat terjadi pengereman. Tenaga dari mesin elektrik kemudian menggerakkan transmisi dan selanjutnya menggerakkan roda.

» PENGGUNAAN KENDARAAN HYBRID

Hasil uji coba mesin hybrid secara signifikan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mereduksi emisi gas buang. Agar bisa bermanfaat bagi kita, sebuah mobil setidaknya harus memiliki tiga standar minimum, yaitu setidaknya mampu menempuh 482 km sebelum refueling, mudah dan cepat dalam pengisian bahan bakar, dan senantiasa siap menghadapi situasi lalu lintas apapun. Mobil bensin mampu memenuhi standar ini, tetapi tetap memproduksi polusi yang relatif lebih besar dan cenderung boros bahan bakar. Di Kota Tokyo Jepang, truk dan bus sudah banyak yang memakai tenaga mesin sistem hybrid karena dinilai amat efisien/hemat BBM dan mengurangi polusi. Mesin listrik pada kendaran hybrid sebenarnya hanyalah sebagai penunjang atau bisa disebut booster, pada mesin utama yang memakai bensin ataupun solar. Mesin listrik yang kecil pada kendaraan jenis hybrid tak akan kuat menjalankan mobil secara normal. Perkembangan teknologi mesin hybrid memang kini semakin pesat. Begitu pula dalam pengisian ulang listriknya yang semakin canggih, cepat, dan tenaga mesin listriknya semakin besar.

Apakah Indonesia akan mengambil langkah yang sama dengan Jepang? Ataukah Indonesia mampu menciptakan sesuatu lain yang lebih berharga dari sebuah perkembangan mobil hybrid? Ataukah Indonesia semakin terpuruk akibat krisis minyak yang berkepanjangan? Biarkan hati nurani kita yang menjawab pertanyaan ini…

Rujukan:

13 Komentar

  • Rachavidya:

    ITB harusnya punya minimal 1 mesinnya

  • Akhmad Yulianto:

    Mending naek sepeda rame-rame nyok… 8->

  • Fisikawan Muda:

    #Rachavidya,
    SETUJU!!! Lebih banyak lebih baik :)

    #Anto,
    jangan omdo :d

  • Fran Kurnia:

    #Fisikawan Muda
    Ternyata lebih banyak belum tentu lebih baik lho, saat ini oke lah, tapi kalo misalnya 5 tahun setelahnya ada produksi yang lebih baik,tentu kita harus ninggalin yang lama kan? Nah kalo udah kaya gitu harga jual mesin itu tadi bisa anjlok ke level terendah. Jadi kalo lebih futuristik akan jauh lebih bagus. :)

    #Anto
    Ogah ah naek sepeda, kalo perjalanan yang ditempuh itu agak jauh bisa sakit pinggang kan? Kalo deket ya jalan kaki aja :)>-

  • Akhmad Yulianto:

    #Fisikawan Muda
    Hahaha… Kamu ketauan deh… :D

    #Fran
    Iya ya… Sayang juga topografi Bandung itu berbukit-bukit dan bergunung-gunung, jadi akan sangat menyulitkan bagi pengguna sepeda dan calon pengguna sepeda. :)
    BTW, jalan kaki ke tempat yang deket asyik juga tuh.

    BTW (lagi), pernah lihat/denger tentang ukuran-ukuran teknologi ga?
    Dulu saya pernah nonton tentang (perkiraan) teknologi yang dimiliki oleh makhluk asing, dan mereka mengambil bahan bakar untuk pesawatnya dengan cara menghancurkan sebuah bintang (katanya itu teknologi paling canggih).

    Hmm.. Apa kita memang perlu merusak alam demi mendapatkan energi?
    Mungkin ada hubungannya dengan kekekalan energi, entropi, dsb. ya?

    Apa memang tidak dimungkinkan untuk menciptakan perpetual motion machine?

  • Fran Kurnia:

    #Anto
    Teknologinya apaan sih namanya? Mau tau dong, kalo di film namanya film apa?

  • Irwan:

    Teknologi Hybrid memang salah satu alternatif masa depan. namun bukan tanpa sebab Indonesia tidak mau mengambil alih Penghematan BBM dengan metoda seperti ini, di satu sisi biaya produksi serta distribusi yang harus diekluarkan sangatlah mahal, dengan kata lain Indonesia rasanya belum waktunya untuk mengonsumsi Teknologi Hybrid. Namun terlepas dari semua itu, kita harus akui Hybrid salah satu Teknologi Observasi Energi….

  • Akhmad Yulianto:

    #Fran
    Kalau ga salah sih “Naked Science” yang tentang Alien.. Coba dicek ya.. :D

  • Tulus:

    Bagus juga sih teknologi hybrid, cuma sayang nantinya hanya dinikmati oleh org2 berduit doank yg mampu membeli teknologi itu. gimana dgn org2 yang ******? Yang kaya makin kaya donk… hidupnya bisa ngirit…

  • Widodo Pranowo:

    di sub-bab Mekanisme Hybrid, line 5 -6, tertulis:

    Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa mengisi ulang ke aki dengan memanfaatkan energi kinetik saat mengerem (regenerative braking).

    Kalo buat berkendaraan di Jakarta, enax banget pastinya, nge-charge terooouus !!!

    PEACE!

    Salam dari Bremerhaven,
    Widodo

  • Fran Kurnia:

    #Widodo Prawono,
    Setuju! (Dua tuju juga boleh)! :x
    Sebetulnya ketika sedang menurun dan saat itu dilakukan pengereman saat itu pulalah mesin listriknya memanfaatkan energi kinetik untuk charge…
    Makasih koreksinya… #:-s

  • Eko:

    Mengingat mengerem hanya sebentar, mungkin tidak penyimpanan energi khusus dari mengerem disimpan di pegas? Ingat mobil-mobilan yg ditarik mundur dulu lalu maju.

  • Fran Kurnia:

    Saya juga ada mikir kaya gitu, tapi sayangnya saya ga nemuin referensi tentang sistem yang membahas hal tersebut jadi…:d

Berikan Komentar

:) :( :d :"> :(( ;d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- emoticon lain »

Umpan RSS