23
Jul

Tesla Coil: Mainan Teg. Tinggi

[oleh: Eko Widiatmoko, alumni Fisika ITB]

Sebagian besar orang harusnya tidak asing dengan gambar ini:

Betul, itu adalah sebuah Tesla coil, diberi nama sesuai nama sang penemunya Nikola Tesla, ilmuwan Rusia abad lalu. Sebagian penelitian Nikola Tesla memang berhubungan dengan listrik tegangan tinggi dan transmisi tanpa kabel, dan menurut sejarah ia hilang secara misterius.

Tesla coil berfungsi menghasilkan tegangan listrik sangat tinggi, dan karena bentuk dan sifatnya yang agak ajaib ini, benda ini begitu dikenal. Untuk kamu-kamu yang dulu suka main Red Alert pasti tahu benda ini. Nah, bagaimana cara kerja Tesla Coil ini? Kenapa ada bola di atasnya? Apa yang dilakukan para Tesla Troopers saat men-charge benda ini? Kenapa Tesla Tower hanya menyerang musuh?
(Gak menyerang diri sendiri?) :d

Tesla… Give me more…

21
Jul

Jawaban Teka-Teki Timbangan

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

Masih ingat Teka-Teki Timbangan? Kan belum ada yang bener-bener berhasil jawab dengan betul tuh… Kita bahas aja yuk…

» PERTANYAAN 1

Gaya-gaya apa saja yang terlibat? Tentu ada gaya gravitasi.
Bagaimana dengan gaya oleh otot-otot dan antara bagian-bagian tubuh? Terlalu rumit.
Persoalan menjadi lebih sederhana jika kita memperhatikan gerakan pusat massanya saja. Dengan demikian, cukup gaya-gaya dari luar saja yang diperhitungkan; bukan gaya-gaya antara bagian tubuh yang satu dengan yang lain. Mengapa?

Mengapa ya? Penasaran ih!!!

16
Jul

Kendaraan Hybrid Hemat BBM

[oleh: Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM]

Saat ini Indonesia semakin tenggelam dalam kesulitan hidup yang semakin merajalela. Berbagai daya dan upaya dikerahkan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama pada bidang energi yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Di lain pihak (masih berhubungan dengan energi) pencemaran udara semakin membuat manusia menderita, mungkin suatu saat dapat terjadi krisis oksigen. Tingginya tingkat pencemaran udara merupakan masalah lain yang perlu dibahas secara serius. Dalam hal ini pemerintah telah mengizinkan mobil-mobil hybrid untuk diimpor masuk ke Indonesia.

Pemerintah menilai bahwa dengan menggunakan mobil hybrid ini maka akan terjadi penghematan bahan bakar fosil sekitar 15%. Dapat dibayangkan, misalnya rata-rata 1 unit mobil memiliki kapasitas penggunaan bahan bakar fosil sekitar 10 liter dalam 1 hari, maka dengan penghematan 15%, mobil ini hanya menggunakan sekitar 8,5 liter. Dengan kata lain, terjadi penghematan sekitar 1,5 liter dalam 1 hari untuk 1 unit mobil. Kemudian katakanlah, di Indonesia ada sekitar 5 juta unit mobil, maka penghematan bahan bakar fosil dalam 1 hari akan menjadi 7,5 juta liter BBM! Jadi, dengan menggunakan mesin mobil jenis hybrid akan terjadi penghematan BBM yang cukup besar.

hybrid1

Asyik nih… Lanjut ah…

09
Jul

Soliton Pusaran Air

[oleh: Eko Widiatmoko dan AhmadRidwan T. Nugraha, telaah ulang dari edisi tahun lalu]

Soliton merupakan sebuah gelombang soliter [lewat aja kalo gak pingin mabok :-&], arti harfiahnya adalah gelombang sendirian, yang bergerak tanpa mengalami perubahan bentuk. Ini tentu berbeda dengan (misalnya) solusi gelombang biasa yang linear, y = A sin(ωt-kx). Solusi gelombang biasa ini menghasilkan gelombang yang membentang dari x minus tak-hingga sampai plus tak-hingga, dan ada sepanjang waktu. Selain itu beberapa jenis gelombang lain biasanya bersifat dispersif. Artinya, gelombang dengan frekuensi berbeda akan merambat dengan kecepatan berbeda pula (perhatikan prisma dan pelangi!).

Di lain pihak, soliton sebagai suatu pulsa yang memiliki berbagai komponen frekuensi, dapat merambat tanpa perubahan bentuk. Hal ini hanya dapat terjadi jika solusi gelombangnya nonlinear dan seimbang dengan efek dispersi. Wow… :)
Soliton yang umum ditemukan adalah solusi dari persamaan KdV (Korteweg-deVries), sebuah obat pusing yang mujarab 8-}(maksudnya, obat pembuat pusing). =))

soliton

Gila! Kalian nih lagi ngomongin apa sih?

04
Jul

Teka-Teki Timbangan

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

» PERTANYAAN 1

tekatim1

Dari posisi berdiri ke posisi jongkok, bagaimana berat badan yang terbaca oleh timbangan sebagai fungsi waktu?

tekatim

Pertanyaan selanjutnya?

02
Jul

Kanan Kiri Oke?

[oleh: Zainul Abidin, alumni Fisika ITB]

Memberi dan menerima sesuatu sebaiknya dengan tangan kanan.

Demikianlah pesan nenek, atas nama sopan santun. Ada apa dengan tangan kiri? Tangan kiri dipakai membersihkan diri setelah buang air dan buang upil. Hubungannya? Untuk menghindari orang lain terinfeksi kuman-kuman penyakit? Apapun alasannya dan entah siapa yang memulai, kebiasaan itu menjadi kesepakatan bersama orang-orang tempo doeloe. Bagaimana kalau kesepakatannya diganti? Mengingat dan menimbang bahwa tangan kanan lebih sering dipakai, maka peluang kuman-kuman penyakit hinggap di tangan kanan lebih besar.
Siapa yang setuju acungkan tangan kiri! :d

Kebudayaan-kebudayaan dunia pada umumnya mengaitkan kanan dengan kebaikan, kebenaran, sementara kiri dikaitkan dengan keburukan, kejahatan [lihat referensi 1]. Dalam kosakata bahasa Inggris, right bisa berarti kanan bisa juga berarti benar. Ini persoalan budaya yang tidak akan kita bahas di sini.
Muncul pertanyaan,

Mengapa populasi orang kidal lebih sedikit daripada non-kidal (kadal)? =))

Para ilmuwan belum sepakat tentang penyebab disparitas ini, mungkin genetik mungkin juga budaya [referensi 2].

Beberapa pertanyaan yang lebih menarik lagi adalah:

Apakah hukum alam membedakan kiri dan kanan? Apakah populasi orang kidal yang lebih sedikit menunjukkan bahwa hukum alam memang tidak simetrik kiri-kanan?

Dibutuhkan studi mendalam untuk membuktikannya. Fakta-fakta di atas tidak cukup untuk meyakinkan para fisikawan. Disparitas tersebut kemungkinan disebabkan bukan karena hukum alam membedakan kiri dan kanan, tetapi karena kebetulan sejarah belaka. Fisikawan butuh bukti yang benar-benar meyakinkan.

Fisika… Dahsyat! Tancap terus…

01
Jul

Miskonsepsi Laju Rata-Rata

Misalkan kita menempuh perjalanan PP (”pergi-pulang” atau “pulang-pergi”) dari gedung fisika ke gedung rektorat. Perjalanan pergi dilakukan dengan laju 15 km/jam, sedangkan perjalanan pulang dengan laju 30 km/jam. Lalu muncul pertanyaan,

Berapa laju rata-rata perjalanan PP tersebut?

Dengan sangat percaya diri, mungkin kita langsung menjawab, (15 + 30)/2 = 22,5 km/jam.
Benarkah jawaban tersebut?

Mari kita telaah lagi…