19
Jun

The Rain Man, Unlimited

[oleh: Fran Kurnia, Staf Kominfo 102FM, telaah ulang dari tulisan Helena de Bertodano, Reader’s Digest Indonesia]

Mungkin para pencinta fisika sudah tidak asing lagi dengan beberapa nama orang-orang jenius di bidang fisika seperti: Albert Einstein, Erwin Schroedinger, Max Planck, dan sebangsanya. Mereka memang merupakan orang jenius yang terlahir pada zamannya masing-masing. Tapi sekarang kita tak akan membicarakan mereka, karena yang akan dibahas kali ini adalah sesosok manusia SUPERJENIUS, dialah The Rain Man alias Kim Peek. Rain Man adalah judul film peraih piala Oscar tahun 1988 yang bercerita mengenai pria autis jenius dengan kemampuan aritmatik yang menakjubkan. Film karya Barry Morrow ini diangkat dari kisah nyata seorang warga negara AS yang tinggal di Salt Lake City bernama Kim Peek.

rainman1
[The Real Rain Man, Kim Peek, sumber: spektrum.de.]


Dalam film ini, Kim Peek diperankan oleh Dustin Hoffman. Dustin Hoffmann sendiri merupakan orang yang memaksa Fran -ayah Kim (di dunia nyata)- untuk memperkenalkan Kim kepada dunia di sekelilingnya. Pada awalnya ia ragu dan takut jika Kim akan dijadikan bahan olok-olokan. Namun kini, berkat film tersebut, Kim dan Fran telah bepergian di sekeliling AS, menjadi pembicara di sekolah-sekolah dan berbagai klub pertemuan tanpa memungut bayaran!

» MASA-MASA AWAL KEHIDUPAN KIM

Kim dilahirkan pada tahun 1951 dengan ukuran kepala 3 kali lebih besar dibandingkan ukuran kepala bayi normal. Selain itu, Kim juga divonis menderita encephalocele, yaitu semacam luka di belakang kepala yang memperlihatkan sebagian otaknya yang menonjol keluar. Di usia tiga tahun, luka itu semakin meluas dan merusak sebagian otak Kim. Tahun 1983, Kim menjalani pemeriksaan X-ray yang berhasil menyibak keanehan yang terjadi di otak Kim, yaitu otak Kim hanya memiliki satu bagian! Dengan kata lain, otak Kim tidakterbagi menjadi otak kanan dan otak kiri layaknya orang normal.Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kemballi diperlihatkan bahwa setengah dari bagian otak Kim telah terpecah menjadi tiga bagian.

Berbagai pemeriksaan itu tak jua memberikan keterangan mengenai penyebab kejeniusan Kim, hanya penyebab ketidakmampuannya. Kim memiliki kelemahan dalam hal motorik, bahkan untuk mandi dan menggosok gigi pun tak dapat dilakukan seorang diri. Ketika Kim lahir, dokter memvonisnya sebagai ‘anak terbelakang’ atau ‘cacat mental’ dan ia menyarankan kedua orang tua Kim untuk membawanya ke rumah perawatan. Namun pada saat itu Fran dan istrinya membawa pulang Kim dan memperkenalkan Kim pada buku. Pada usia tiga tahun, Kim bertanya pada Fran arti kata “rahasia”. Sambil bercanda, Fran menyuruh putranya itu untuk mencarinya di kamus. “Saat itu ia belum bisa berjalan”, kenangnya, “jadi ia merangkak ke arah meja, mengangkat tubuhnya ke atas meja dan sekitar 30 detik kemudian ia berseru ‘ketemu!’” Saat berumur 4,5 tahun Kim sudah hafal 8 volume awal dari satu set ensiklopedia yang ada di rumahnya. Bahkan, baru-baru ini telah terungkap bahwa Kim dapat membaca 2 halaman buku secara bersamaan dan meyerap isinya hanya dalam waktu 10 detik! Hebatnya lagi informasi yang ia peroleh tadi tak akan dia lupakan. Menakjubkan!

Selain kemampuan menghafal dan aritmatika yang jauh d iatas rata-rata, Kim juga mencintai musik dan belajar memainkan piano pada Dr. April Greenan dari Universitas Utah. “Dia mempunyai kemampuan bermusik yang fenomenal dan lebih dari sekedar menghafal”, Ujar Dr.Greenan. “Bila Kim mendengar sebuah simfoni saat dia kecil, dan kemudian mendengarnya lagi pada usia 53 tahun, ia langsung dapat mengetahui bila terdapat kesalahan kecil pada permainan musik itu.”

» KEJENIUSAN SEORANG KIM PEEK

Sesungguhnya apa yang dikatakan dokter yang membantu kelahiran Kim ialah benar, bahwa Kim bukanlah merupakan seorang autis jenius, tapi lebih tepat disebut pria dengan keterbelakangan mental yang superjenius. Karena seorang yang jenius biasanya memiliki kemampuan luar biasa dalam 3 bidang. Tetapi Kim, sang superjenius, memiliki kemampuan yang sangat hebat setidaknya di 15 bidang yang berbeda! Hal ini disebabkan karena kemampuan menghafal 9000 buku, memprediksi cuaca dan memiliki kemampuan bermusik layaknya Mozart!

Tak ada orang lain di dunia ini yang memiliki kapasitas otak seperti Kim Peek. Badan Antariksa Amerika (NASA) pun tertarik menggunakan berbagai peralatan canggih, seperti brain imaging dan data fusion techniques, untuk menemukan rahasia di balik kemampuan otak Kim yang mengagumkan. Ketika Kim ditanya mengenai pendapatnya mengenai langkah yang akan diambil NASA, ia pun menjawab, “Itu yang terbaik.” Mengapa dia bisa tahu segalanya? “Karena saya punya rasa cinta yang besar pada semua yang saya lihat,”ujar Kim. Sulit untuk berbincang-bincang dengan Kim. Pikirannya mampu berpindah-pindah dengan kecepatan tinggi. Namun dengan bantuan Fran, Kim selalu dibimbing untuk kembali pada topik pembicaraan semula.

rainman2
[Fran Peek (kanan) dan Kim Peek (kiri) berada dalam suatu pembicaraan umum
sumber: worldabilityfederation.com]

Dalam sebuah pembicaraan umum, seorang bercerita bahwa ia dibesarkan di kota Cirencester. “Itu adalah nama kamp orang Romawi, Corin,” sahut Kim. “Corinium,” ujar orang tersebut seraya membetulkan pernyataan Kim. Tetapi belakangan, setelah dicek ulang, Kimlah yang benar. Karena orang-orang Romawi mengambil nama Corinium dari bahasa Keltik, Corin.

rainman3» ANTARA OTAK DAN HATI
Perkenalan dengan banyak orang telah mengubah Kim. Pria itu kini memiliki selera humor yang baik dan senang bertemu orang. Fran sedih bila memikirkan saat-saat dimana ia tidak lagi bisa merawat putranya. “Saya dan istri telah meminta bantuan panti perawatan, tapi kami belum mengetahui pendapat Kim tentang hal ini. Kami pun hanya bisa menebak, karena Kim juga memiliki kesulitan dalam menyampaikan emosinya,” kata Fran.

Seperti orang lain, Fran juga ingin mengetahui hasil penelitian para ilmuwan mengenai cara kerja otak Kim. Tapi bagi Fran, apapun hasilnya nanti, aset terbesar dari seorang Kim Peek bukan otaknya melainkan hatinya yang baik. “Sejak film Rain Man dibuat, pikiran Kim mulai terhubung dengan hatinya,” ungkap Fran. “Kini hati Kim telah menyaingi kecerdasan otaknya.”

5 Komentar

  • Ma(d)stah:

    Hei Fran, dasar deh loe…

    Mentang2 nama ayahnya si Kim itu sama dengan namamu (Fran),
    jadinya publish artikel ginian ya.. :d

  • Fran Kurnia:

    Bukan, Mad di artikel ini ada bagian yang sukup menggugah semangat belajar seseorang. Coba liat tulisan pas si kim ditanya kenapa dia bisa inget segala sesuatu yang pernah dia baca,jawabannya tuh bagus banget…

  • Ma(d)stah:

    [begin quote Kim Peek]
    Karena saya punya rasa cinta yang besar pada semua yang saya lihat.
    [end quote]

    Ya, CINTA adalah awal dari PENGETAHUAN… :)
    He.he.he. :d (sok puitis deh gw)

  • Blink:

    wah kim peek… bnar2 da loe, om einstein pasti bangga sma loe,
    hmm, mmang bnar jga kcerdasan itu bkan hanya dari kcerdasan intelektual (b’pikir),tetapi harus sinergi dgan kcerdasan spritual (hati),

    kta g harus secrdas kim peek atau spa lah, yg penting, bagiku bgmana kta bsa b’pikir posistif n inovatif

  • Fisikawan Muda:

    #Blink,

    Ya betul…
    Kita memang tidak perlu meniru kejeniusan Kim Peek. Penekanan di sini memang seperti apa yang dikatakan Ma(d)stah:

    CINTA adalah awal dari PENGETAHUAN

Berikan Komentar

:) :( :d :"> :(( ;d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- emoticon lain »

Umpan RSS