<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Prinsip Kerja Sel Surya P-N</title>
	<atom:link href="http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/</link>
	<description>Wahananya Para Fisikawan Muda</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 02:36:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Gurame</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-791</link>
		<dc:creator>Gurame</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 03:08:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-791</guid>
		<description>Mohon izin copy sebagian buat tugas...
Terima kasih banyakss... :)&gt;-:)&gt;-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon izin copy sebagian buat tugas&#8230;<br />
Terima kasih banyakss&#8230; <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /><img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gunadi</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-593</link>
		<dc:creator>Gunadi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 10:15:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-593</guid>
		<description>Saya suka dengan rubrik ini kalau bisa diperbanyak biar dapat menambah wawasan bagi saudara2 dan anak sekolahan. 
Saya mau cari selsurya yang fleksibel buat rumahan dengan harga yang murah lengkap dengan inventer, ada yang bisa bantu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya suka dengan rubrik ini kalau bisa diperbanyak biar dapat menambah wawasan bagi saudara2 dan anak sekolahan.<br />
Saya mau cari selsurya yang fleksibel buat rumahan dengan harga yang murah lengkap dengan inventer, ada yang bisa bantu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fisikawan Muda</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-476</link>
		<dc:creator>Fisikawan Muda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 20:13:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-476</guid>
		<description>#Ady,
akhirnya datang juga :)

#Eko,
hahahahahahaha...
ternyata kemampuan gokil-mu belum habis :d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Ady,<br />
akhirnya datang juga <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>#Eko,<br />
hahahahahahaha&#8230;<br />
ternyata kemampuan gokil-mu belum habis <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ady Iswanto</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-473</link>
		<dc:creator>Ady Iswanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 07:26:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-473</guid>
		<description>Menurut saya, selaku pelajar yang masih belajar (apa sih maksudnya), memang benar untuk menghasilkan energi yang lebih besar dibutuhkan ukuran sel surya yang lebih besar.  Hal ini dimaksudkan agar jumlah foton yang berenergi cukup (energi foton berhubungan dengan frekuensinya) untuk mengeksitasi elektron semakin besar. Dari penjelasan di atas juga sebenarnya dapat ditangkap bahwa intensitas penyinaran berpengaruh besar terhadap energi atau jumlah elektron yang dihasilkan karena intensitas berhubungan dengan jumlah foton asalkan energi masing-masing fotonnya cukup untuk mengeksitasi elektron dalam material tersebut.

Kalo membedakannya dengan efek fotolistrik memang agak mirip tapi sebenarnya beda deh. Pada fenomena fotolistrik foton yang datang pada material tersebut mampu mengionisasi elektron dalam material. Mengion di sini berarti elektron tersebut terlepas dari materialnya. Sedangkan pada fenomena yang terjadi pada sel surya elektronnya tidak benar-benar lepas, hanya saja energinya bertambah sehingga menempati keadaan /level energi yang lain yang memungkinkannya untuk bergerak. Nah aliran elektron itulah yang kemudian dimanfaatkan sebagai listrik.

Untuk sel surya sambungan p-n kan udah dijelasin di artikelnya bahwa pada sel surya ini digunakan sambungan semikonduktor tipe p dan tipe n. Semikonduktor tipe-p bisa jadi kristal silikon (tipe 4) yang didoping dengan unsur golongan 3 sedangkan tipe n didoping dengan unsur golongan 5.

Kenapa disebut sel? Kenapa ya? Saya sendiri kurang tau. Tapi menurut saya (mungkin) karena dalam penyusunannya pada perangkat fotovoltaik sel surya ini dibentuk dalam sel-sel kecil yang kemudian disusun secara seri untuk meningkatkan nilai tegangannya. Sebagai info, sel surya yang lebar-lebar yang suka kamu lihat di atap-atap rumah sebagai heater itu merupakan suatu rangkaian seri dari sel surya yang kecil-kecil.

Hehe, itu saja yang saya tau untuk nanggapin komentarnya, walaupun belum tentu bener lho (maksudnya biar sama-sama dan terus belajar tentang masalah ini). Yang perlu saya tekankan disini ialah teknologi ini harus mampu dikuasai indonesia yang katanya berada di sekitar khatulistiwa yang melimpah dengan sinar matahari. Jika sekarang kita sempat mengimpor BBM masa' sih di masa depan kita juga menjadi pengimpor sel surya (atau devais fotovoltaik secara keseluruhan). Ngeri...

(Buat AhmadRidwan/Admin, maaf kalo uda nunggu lama...^_^...)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya, selaku pelajar yang masih belajar (apa sih maksudnya), memang benar untuk menghasilkan energi yang lebih besar dibutuhkan ukuran sel surya yang lebih besar.  Hal ini dimaksudkan agar jumlah foton yang berenergi cukup (energi foton berhubungan dengan frekuensinya) untuk mengeksitasi elektron semakin besar. Dari penjelasan di atas juga sebenarnya dapat ditangkap bahwa intensitas penyinaran berpengaruh besar terhadap energi atau jumlah elektron yang dihasilkan karena intensitas berhubungan dengan jumlah foton asalkan energi masing-masing fotonnya cukup untuk mengeksitasi elektron dalam material tersebut.</p>
<p>Kalo membedakannya dengan efek fotolistrik memang agak mirip tapi sebenarnya beda deh. Pada fenomena fotolistrik foton yang datang pada material tersebut mampu mengionisasi elektron dalam material. Mengion di sini berarti elektron tersebut terlepas dari materialnya. Sedangkan pada fenomena yang terjadi pada sel surya elektronnya tidak benar-benar lepas, hanya saja energinya bertambah sehingga menempati keadaan /level energi yang lain yang memungkinkannya untuk bergerak. Nah aliran elektron itulah yang kemudian dimanfaatkan sebagai listrik.</p>
<p>Untuk sel surya sambungan p-n kan udah dijelasin di artikelnya bahwa pada sel surya ini digunakan sambungan semikonduktor tipe p dan tipe n. Semikonduktor tipe-p bisa jadi kristal silikon (tipe 4) yang didoping dengan unsur golongan 3 sedangkan tipe n didoping dengan unsur golongan 5.</p>
<p>Kenapa disebut sel? Kenapa ya? Saya sendiri kurang tau. Tapi menurut saya (mungkin) karena dalam penyusunannya pada perangkat fotovoltaik sel surya ini dibentuk dalam sel-sel kecil yang kemudian disusun secara seri untuk meningkatkan nilai tegangannya. Sebagai info, sel surya yang lebar-lebar yang suka kamu lihat di atap-atap rumah sebagai heater itu merupakan suatu rangkaian seri dari sel surya yang kecil-kecil.</p>
<p>Hehe, itu saja yang saya tau untuk nanggapin komentarnya, walaupun belum tentu bener lho (maksudnya biar sama-sama dan terus belajar tentang masalah ini). Yang perlu saya tekankan disini ialah teknologi ini harus mampu dikuasai indonesia yang katanya berada di sekitar khatulistiwa yang melimpah dengan sinar matahari. Jika sekarang kita sempat mengimpor BBM masa&#8217; sih di masa depan kita juga menjadi pengimpor sel surya (atau devais fotovoltaik secara keseluruhan). Ngeri&#8230;</p>
<p>(Buat AhmadRidwan/Admin, maaf kalo uda nunggu lama&#8230;^_^&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Eko W.</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-471</link>
		<dc:creator>Eko W.</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 04:47:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-471</guid>
		<description>Kenapa sel surya disebut sel? Adakah jaringan, organ surya? (nggak lah) :))

Daripada memperluas permukaan, bagaimana dengan memasang cermin dan atau lensa supaya cahaya yg menyinari permukaan luas difokuskan ke sel surya yg sempit? Hemat bahan, tapi bikin leleh. =))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa sel surya disebut sel? Adakah jaringan, organ surya? (nggak lah) <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Daripada memperluas permukaan, bagaimana dengan memasang cermin dan atau lensa supaya cahaya yg menyinari permukaan luas difokuskan ke sel surya yg sempit? Hemat bahan, tapi bikin leleh. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fran Kurnia</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-466</link>
		<dc:creator>Fran Kurnia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 04:04:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-466</guid>
		<description>Yang saya maksud ya mahasiswa fisika itb angkatan 2004 yang paling pertama daftar di fisika itb (mungkin karena lulus sma-nya terburu-buru);)) Oh iya tolong jawab juga pertanyaannya #Hamna dong saya ga tau pasti sih tapi pertanyaan 1 jawabnya iya pake bahan semikonduktor, nomor 2 golongan 'BERAPA' sy ga tau. nomor 3 yah mungkin tergantung nomor 2 kali...sori ya kalo salah saya juga ga yakin  8-&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang saya maksud ya mahasiswa fisika itb angkatan 2004 yang paling pertama daftar di fisika itb (mungkin karena lulus sma-nya terburu-buru)<img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /> Oh iya tolong jawab juga pertanyaannya #Hamna dong saya ga tau pasti sih tapi pertanyaan 1 jawabnya iya pake bahan semikonduktor, nomor 2 golongan &#8216;BERAPA&#8217; sy ga tau. nomor 3 yah mungkin tergantung nomor 2 kali&#8230;sori ya kalo salah saya juga ga yakin  <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_daydream.gif' alt='&#56;&#45;&#62;' class='wp-smiley' width='23' height='18' title='&#56;&#45;&#62;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hamna</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-384</link>
		<dc:creator>Hamna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 08:48:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-384</guid>
		<description>Prinsip kerja sel surya apakah menggunakan bahan semikonduktor? Bahan semikonduktornya termasuk golongan berapa? dan tahan sampai berapa lama?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Prinsip kerja sel surya apakah menggunakan bahan semikonduktor? Bahan semikonduktornya termasuk golongan berapa? dan tahan sampai berapa lama?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fisikawan Muda</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-353</link>
		<dc:creator>Fisikawan Muda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 22:33:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-353</guid>
		<description>#Hyaweh Hoshikawa,

Kalo untuk "beda dikit" saya kurang paham rumusannya, tapi kalo "beda jauh" memang beda keluaran daya sel-suryanya. Di Fisika ITB kami pernah eksperimen dengan sel surya.
Hmm... ntar saya tanyakan dulu pada teman untuk "beda dikit". Tapi kalo melihat rumus efisiensi dan daya keluaran sel surya sih memang "beda dikit" pun akan beda pula keluaran dayanya. 

Tentang persamaan-perbedaan fenomena efek fotolistrik biasa dengan prinsip kerja sel surya, ntar saya cari orang yg bikin artikel ini dulu.
Dia kayaknya lagi enak2 liburan makanya jarang kunjungan ke sini :d

Oya, untuk Einstein, sebenarnya wajar kalo yang terkenal adalah teori relativitasnya karena itu memang menggugah, mengubah, kerangka berpikir (cara pandang) kita terhadap alam semesta. Yang paling fenomenal adalah Teori Relativitas Umum (Gravitasi). Dikisahkan bahwa ketika awal mula Einstein mengemukakan idenya, hanya 3 orang yg mengerti teori tersebut. Ketiganya adalah: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arthur_Stanley_Eddington" rel="nofollow"&gt;Arthur Eddington&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Subrahmanyan_Chandrasekhar" rel="nofollow"&gt;Subrahmanyan Chandrasekhar&lt;/a&gt;, dan Einstein sendiri.

Tapi penting untuk diperhatikan bahwa pemikiran Einstein tentang efek fotolistrik merupakan salah satu gagasan paling fundamental dalam perkembangan fisika modern. Bahkan Planck sendiri sebagai orang yang pertama mengemukakan kuantisasi energi justru sepanjang hidupnya meragukan penjelasan Einstein yang mengambil ide dari Planck juga.

Untuk nobel 1921 yang diperoleh Einstein, sebetulnya tersirat juga penghargaan thd karya-karya teoretik lainnya, tidak hanya efek fotolistrik. Coba cari di situs &lt;a href="http://nobelprize.org" rel="nofollow"&gt;Nobel&lt;/a&gt; tentang "alasan apa" yg menyebabkan Einstein dapat nobel. Ini yang saya dapat:

&lt;b&gt;for his services to Theoretical Physics&lt;/b&gt;,
&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;and especially for his discovery of the law of the photoelectric effect&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Hyaweh Hoshikawa,</p>
<p>Kalo untuk &#8220;beda dikit&#8221; saya kurang paham rumusannya, tapi kalo &#8220;beda jauh&#8221; memang beda keluaran daya sel-suryanya. Di Fisika ITB kami pernah eksperimen dengan sel surya.<br />
Hmm&#8230; ntar saya tanyakan dulu pada teman untuk &#8220;beda dikit&#8221;. Tapi kalo melihat rumus efisiensi dan daya keluaran sel surya sih memang &#8220;beda dikit&#8221; pun akan beda pula keluaran dayanya. </p>
<p>Tentang persamaan-perbedaan fenomena efek fotolistrik biasa dengan prinsip kerja sel surya, ntar saya cari orang yg bikin artikel ini dulu.<br />
Dia kayaknya lagi enak2 liburan makanya jarang kunjungan ke sini <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p>Oya, untuk Einstein, sebenarnya wajar kalo yang terkenal adalah teori relativitasnya karena itu memang menggugah, mengubah, kerangka berpikir (cara pandang) kita terhadap alam semesta. Yang paling fenomenal adalah Teori Relativitas Umum (Gravitasi). Dikisahkan bahwa ketika awal mula Einstein mengemukakan idenya, hanya 3 orang yg mengerti teori tersebut. Ketiganya adalah: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arthur_Stanley_Eddington" rel="nofollow">Arthur Eddington</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Subrahmanyan_Chandrasekhar" rel="nofollow">Subrahmanyan Chandrasekhar</a>, dan Einstein sendiri.</p>
<p>Tapi penting untuk diperhatikan bahwa pemikiran Einstein tentang efek fotolistrik merupakan salah satu gagasan paling fundamental dalam perkembangan fisika modern. Bahkan Planck sendiri sebagai orang yang pertama mengemukakan kuantisasi energi justru sepanjang hidupnya meragukan penjelasan Einstein yang mengambil ide dari Planck juga.</p>
<p>Untuk nobel 1921 yang diperoleh Einstein, sebetulnya tersirat juga penghargaan thd karya-karya teoretik lainnya, tidak hanya efek fotolistrik. Coba cari di situs <a href="http://nobelprize.org" rel="nofollow">Nobel</a> tentang &#8220;alasan apa&#8221; yg menyebabkan Einstein dapat nobel. Ini yang saya dapat:</p>
<p><b>for his services to Theoretical Physics</b>,</p>
<blockquote><p><em>and especially for his discovery of the law of the photoelectric effect</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hyaweh Hoshikawa</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-349</link>
		<dc:creator>Hyaweh Hoshikawa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 09:05:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-349</guid>
		<description>#fisikawan muda
&lt;blockquote&gt;
ruang yang "sangat" gelap dengan ruang yang "sangat" terang...
&lt;/blockquote&gt;
kata "sangat" nya itu artinya apa yah?apa kalo' bedany dikit ga terlalu berpengaruh ato gmana?  

Terus intensitas cahaya itu sebenernya hubungannya ama gelombang cahaya itu gimana yah? apa dia mempengaruhi amplitudonya?

=========
Aneh juga, padahal dulu si Einstein dapet nobel gara2 penemuanny tentang ini kan... (ini efek fotolistrik bukan yah btw...), kenapa yang terkenal malah teori relativitas ama &lt;em&gt;E = m c&lt;/em&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#fisikawan muda</p>
<blockquote><p>
ruang yang &#8220;sangat&#8221; gelap dengan ruang yang &#8220;sangat&#8221; terang&#8230;
</p></blockquote>
<p>kata &#8220;sangat&#8221; nya itu artinya apa yah?apa kalo&#8217; bedany dikit ga terlalu berpengaruh ato gmana?  </p>
<p>Terus intensitas cahaya itu sebenernya hubungannya ama gelombang cahaya itu gimana yah? apa dia mempengaruhi amplitudonya?</p>
<p>=========<br />
Aneh juga, padahal dulu si Einstein dapet nobel gara2 penemuanny tentang ini kan&#8230; (ini efek fotolistrik bukan yah btw&#8230;), kenapa yang terkenal malah teori relativitas ama <em>E = m c</em><sup>2</sup> ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fisikawan Muda</title>
		<link>http://102fm-itb.org/2008/06/prinsip-kerja-sel-surya-sambungan-p-n/comment-page-1/#comment-338</link>
		<dc:creator>Fisikawan Muda</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 15:54:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://102fm-itb.org/?p=60#comment-338</guid>
		<description>#Jatmiko,
Menurut  saya (A.R.T. Nugraha), tidak ada pengaruhnya berapapun banyaknya sel surya yg digunakan jika dikaitkan dengan jumlah panas yg diterima Bumi dari matahari. Sel surya sebanyak apapun ga akan bikin matahari ga mau ngasih lagi cahayanya.
He.he. :d

Yah analoginya gini aja, kalo loe keluar rumah dan matahari bersinar sangat cerah, maka kulit loe bisa hitam, tapi hitamnya kulit loe ga akan bikin matahari berhenti nyinarin loe.
Bener gak? :p

#Hyaweh,

[Tanggapan 1]
Sebetulnya ga cuman frekuensi yg berpengaruh di sini, tapi ada juga faktor intensitas cahaya.
Ruang yang sangat gelap dengan ruang yg sangat terang tentu beda dalam urusan keluaran energi yg dihasilkan. Tapi di sini memang tidak ditampilkan rumus lengkapnya, cukup prinsip dasar sel surya yg serupa dengan efek fotolistrik, makanya seolah cuma frekuensi aja yg berpengaruh 

[Tanggapan 2]
Bukankah memang demikian prinsip mesin kalor sesuai hukum Termodinamika II? (CMIIW)&lt;/li&gt;


#Fran,
Apa sih? siapa yg kau maksud "ditunggu"?
Saya atau Anto? atau Tri Fathir? Atau bukan tiga-tiganya?
Saya sih nunggu Ady Iswanto yg bikin tulisan ini biar cepet2 tengok tulisannya sendiri.
He.he. :d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Jatmiko,<br />
Menurut  saya (A.R.T. Nugraha), tidak ada pengaruhnya berapapun banyaknya sel surya yg digunakan jika dikaitkan dengan jumlah panas yg diterima Bumi dari matahari. Sel surya sebanyak apapun ga akan bikin matahari ga mau ngasih lagi cahayanya.<br />
He.he. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p>Yah analoginya gini aja, kalo loe keluar rumah dan matahari bersinar sangat cerah, maka kulit loe bisa hitam, tapi hitamnya kulit loe ga akan bikin matahari berhenti nyinarin loe.<br />
Bener gak? <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
<p>#Hyaweh,</p>
<p>[Tanggapan 1]<br />
Sebetulnya ga cuman frekuensi yg berpengaruh di sini, tapi ada juga faktor intensitas cahaya.<br />
Ruang yang sangat gelap dengan ruang yg sangat terang tentu beda dalam urusan keluaran energi yg dihasilkan. Tapi di sini memang tidak ditampilkan rumus lengkapnya, cukup prinsip dasar sel surya yg serupa dengan efek fotolistrik, makanya seolah cuma frekuensi aja yg berpengaruh </p>
<p>[Tanggapan 2]<br />
Bukankah memang demikian prinsip mesin kalor sesuai hukum Termodinamika II? (CMIIW)</p>
<p>#Fran,<br />
Apa sih? siapa yg kau maksud &#8220;ditunggu&#8221;?<br />
Saya atau Anto? atau Tri Fathir? Atau bukan tiga-tiganya?<br />
Saya sih nunggu Ady Iswanto yg bikin tulisan ini biar cepet2 tengok tulisannya sendiri.<br />
He.he. <img src='http://102fm-itb.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
