Mainan Fisikawan = Mainan Kita
[oleh: Reinard Primulando, Pendiri 102FM]
Seriuskah judul di atas?
Benarkah mainannya fisikawan adalah mainan kita juga?
Memang fisikawan tukang bikin mainan ya?
Eh, bukan itu! Maksudnya, mainannya fisikawan di sini adalah apapun yang dikerjakan fisikawan di labnya.
Wah, ini lebih aneh lagi! Masa’ sih kita bermain dengan isi labnya fisikawan?!
Nah, yang satu ini serius. Apa yang dikerjakan fisikawan amat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari. Tanpa kita sadari berbagai barang yang kita gunakan saat ini merupakan hasil kerja keras fisikawan di masa lalu. Yuk kita tengok beberapa mainannya fisikawan yang juga merupakan mainan kita.
- Chatode Ray Tube (CRT, atau Tabung Sinar Katoda)
Sekitar tahun 1890-an Om J.J. Thomson bermain-main dengan tabung sinar katoda (Cathode Ray Tube/CRT). Dari hasil bermain-mainnya Beliau berhasil menemukan salah satu partikel elementer yang sangat terkenal hingga saat ini yaitu elektron. Karena penemuannya ini, Om Thomson dihadiahi nobel pada tahun 1906. Nah, kemungkinan besar saat ini kalian sedang melotot di depan mainannya Om Thomson. Benar, tabung sinar katoda saat ini merupakan komponen utama dari monitor komputer dan televisi (kecuali jika memakai monitor LCD). Coba bayangkan, dunia tanpa komputer dan televisi mungkin akan terasa berbeda dan membosankan. Jadi, mainannya Om Thomson di jaman dahulu berhasil merubah dunia kita saat ini.

[Thomson dan mainannya (kiri) dan mainan kita (kanan).] - Gelombang elektromagnet
“Sinyal gw lemah nih”
Jika sedang berbicara seperti ini biasanya kita sedang membicarakan tentang sinyal handphone. Tapi tahukah kalian apa itu sinyal handphone?
Sinyal handphone merupakan gelombang elektromagnet. Nah, gelombang elektromagnet itu, dulunya adalah mainan matematikanya J.C. Maxwell. Pada tahun 1865 Maxwell ‘bermain-main’ dengan persamaan matematika hingga menemukan fenomena gangguan listrik dan magnet yang merambat dan sekarang dikenal sebagai gelombang elektromagnet. Kemudian, pada tahun 1897, Om Heinrich Hertz berhasil membuktikan keberadaan gelombang elektromagnet tersebut. Saat ini, gelombang elektromagnet merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita, mulai dari sinyal handphone tadi, cahaya, sinyal radio, sinyal Televisi, X-ray, dan masih buaaaanyak contoh-contoh lainnya.

[Mainannya Hertz (kiri) dan mainan kita (kanan).] - Giant Magneto Resistance
Untuk yang satu ini bukan mainan fisikawan dari abad lalu, namun merupakan mainannya fisikawan masa kini. Perkenalkan Albert Fert dan Peter Grunberg yang memenangkan nobel fisika tahun 2007 dengan penemuannya, GMR (Giant Magneto Resistance). Nah, aplikasi dari GMR ini sangat familiar dengan kita bahkan tidak jauh dari posisi kita sekarang. GMR digunakan pada hard disc di komputer kita.
Wah! Ternyata mainannya fisika jaman sekarang juga jadi mainan kita ya!

[Fert (kiri) dan mainan kita (kanan).]
Salah satu mainan fisikawan saat ini yang diramalkan akan menjadi mainan kita di masa depan adalah teknologi nano (nanotechnology). Telah diramalkan bahwa teknologi nano akan mengubah wajah dunia ini menjadi sesuatu yang selama ini cuma ada di khayalan atau fiksi ilmiah saja. Wuihhh! Seperti apa dunia di masa depan nanti ya?
Tadinya kami akan memberikan gambar mengenai teknologi nano, namun sayang pixel monitor ukurannya jauh lebih besar dari gambar yang ingin kami perlihatkan (ukuran gambarnya nano sih! hehehe…
)
Catatan tambahan :
Saat ini, fisikawan juga punya mainan baru, namanya LHC (Large Hadron Collider). LHC adalah cincin magnet sangat raksasa dengan keliling 27 kilometer.

Wah, kira-kira kita bakal punya mainan segede itu juga nggak yah? ![]()

berarti LHC itu teknologinya masih baru yah?
Ditulis denganwah… dasar kurikulumny Indonesia agak salah…
kalo’ kaya’ gini kan si hertz dikira cuman penemu persamaan frekuensi; padahal maenannya aja serem gitu
LHC emang kayanya barang baru tuh, jadi keidean buat bikin artikel tentang LHC. Oh iya pesan moralnya sebaiknya kita baca dulu manual (petunjuk penggunaan)nya sebelum mainkan mainannya…
Ditulis denganLHC itu semacam pemercepat elektron gitu bukan sih? terus misalnya elektron(partikel)nya dipercepat itu buat apa? kan buat mempercepatnya pasti juga butuh gaya (juga energi) terus kalo’ tujuannya buat ndapetin energi… APA untungnya???
Ditulis denganMaaf Astronom (sangat) Amatir baru bangun tidur
habis bergadang semalaman, padahal nggak baik ya engkong-engkong bergadang 
LHC singkatan dari Large Hadron Collider, jadi yang berlari-lari di dalama LHC itu ya hadron. Sayangnya elektron bukan termasuk hadron jadi yang muterin LHC itu bukan elektron. Yang akan dipercepat di LHC itu pasangan proton dan anti-proton. Nah, buat mempercepatnya itu emang perlu energi. Yang ilmuwan pengen dapatin itu partikel yang belum pernah diamati sebelumnya. Target utama dari LHC adalah untuk mendapatkan partikel bernama Higgs bosson. Tetapi dasar fisikawan pengennya lebih, denger-denger mereka berharap juga ngelihat dimensi ekstra dari LHC. Ayo Fran, bikin artikelnya gih, biar orang-orang nggak penasaran lagi.
Kalau elektron nanti dipercepatnya bukan di LHC tapi di ILC (International Linear Collider) yang saat ini masih direncanakan dan belum tahu mau ditaroh di mana. Bisa nggak ya ditaroh di Batan, di diapit ama ITB dan kebun binatang
Ditulis denganHoo… tadinya dah kepikiran sih hadron itu proton dkk, cuma ga yakin
karena kan elektron tuh kategorinya “lepton”, sudah “satu klan” dengan “quark”…
yah, lg males cek pustaka (alesan)
Ditulis dengan# Fisikawan Muda a.k.a. A.R.T Nugraha
Heh??? Elektron satu klan dengan quark? Maksudnya quark termasuk lepton juga?
padahal belum jg jadi dosen
) Quark itu membentuk klan sendiri: up, down, strange, charm, bottom, top. Sedangkan isinya keluarga lepton itu: elektron, muon, tau dan neutrino pasangannya. Hayo….dibuka lagi referensinya
Ditulis denganKalau itu yang saudara maksud, saudara salah besar (dosen mode: on
#Engkong Reinard a.k.a Astronom (sangat) Amatir…
Woi… Iya, itu saya tau… Maksud saya QUARK dan LEPTON adalah kelompok partikel “paling” elementer yang saat ini riil keberadaannya.
Saya bilang elektron (lepton) satu klan dengan quark dalam artian lepton, secara kasar, “sama-sama elementer” dengan quark.
Gitu loch… Maaf klo bikin salah paham (salah istilah)…
Yang ingin saya bilang sih tadinya ada KELUARGA QUARK (charm, top, bottom, strange, …) serta KELUARGA LEPTON (elektron, muon, neutrino, dan kombinasinya). Nah “klan” itu maksudnya klan partikel elementer. Kalo Hadron itu kan bukan partikel elementer?
Ditulis denganTapi ga tau juga sih boleh atau ngga ngomong kayak gitu
# Fisikawan Muda
Siplah…. Fisikawan Muda bener-bener fisikawan. Jadi emang beneran jago
Ditulis dengan#Engkong Reinard a.k.a Astronom
Apa sih?
Sekali-kali pake nama asli-lah…
Btw, liburan ini menyedihkan banget, anak2 pada pulang kampung…

Ditulis dengansaya dan antox ga kuat bikin artikel berdua
tadinya saya mau pasang artikel tornado dan led disco, tapi tiba2 gak mood…
EH… Btw yang mbedain antara Leptons, Hadrons, Mesons, Baryons, Nukleons ama (ha?) hadrons lagi? itu apaan yah??? (mbacany gimana sih ni tabel… -_- )
Ditulis denganterus Quark ama Higgs Boson itu masuk yang mana? ato ada clan laen…
#Hyaweh
Senangnya punya teman seperti Anda yang selalu rutin bertanya… Kami juga jadi bisa tambah pengetahuan deh, sekaligus malu karena Anda jauh lebih muda daripada kami.
He.he.
Btw, daripada saya salah jawab lagi, coba cek ini dulu (dari wikipedia): Elementary Particles
Ditulis dengan#Fisikawan Muda
Wah rumpang… (sepertiny kalo’ saya maw blajar fisika harus banyak belajar bahasa inggris ini…sumbernya dari wikipedia smw sih… xP)
Btw… Saya kagum dengan Mas Fisikawan Muda a.k.a. A.R.T Nugraha tata tulis bahasa indonesianya juga diperhatikan… huruf pertama kata sapaan ditulis pake huruf kapital…
Ditulis denganOoh… ya, kurang lebih saya agak paham dengan yang di wikipedia…
tapi jadi penasaran nih…
katanya kan Higgs boson itu yang mengakibatkan benda jadi bermassa, terus foton yang diem itu ngga bermassa; gimana ceritanya dy bisa ber-higgs boson? ato massa foton cuman dari efek relativitas? yang artinya 0/0… kok rumpang yah nilainya?
Btw; batesannya efek relativitas bener2 kecepatan cahaya ato sedikit lebih besar dari kecepatan cahaya yah???
Kalo’ bener2 kecepatan cahaya berarti foton harus ga punya massa sama sekali pas diam dong? kalo’ punya massa berarti bumi dah ancur dari dulu dong, tiap detikny aja kena impuls dari benda dengan massa tak hingga…
AH SAYA TIDAK PAHAM!!! +__+
Ditulis dengan#Hyaweh Hoshikawa,
Sumber rujukan fisika berbahasa Indonesia untuk tingkat lanjutan memang masih sangat minim. Mau tidak mau kita harus lumayan mengerti bahasa Inggris karena kebanyakan pustaka fisika berkualitas ditulis dalam bahasa tersebut. Ini memang bisa menjadi kendala bagi kita yang secara alami mungkin “ogah” belajar bahasa lain karena kita:
(Halah! saya jadi sok nasionalis gini…)
Cinta Indonesia.
Tapi ya mau gimana lagi sih, kalau ada yang patut disalahkan ya kita salahkan orang-orang Inggris zaman dulu mengapa mereka tega hati menjajah banyak negara sehingga bahasa internasional yang digunakan hingga saat ini adalah bahasa Inggris.
He.he. tak nyambung
Hmm, untuk jawaban masalah Higgs Boson dan efek relativitas, sepertinya kita tunggu Engkong Reinard (a.k.a Astronom Amatir) untuk menjawabnya.
(sebetulnya saya juga gak mudheng urusan begini, bukan spesialisasinya
)
Ho.ho.
Maaf ya, mudah2an tidak melunturkan semangat Anda tuk terus belajar fisika.
Di kelompok studi 102FM ini salah satu ahli partikel-partikel begituan adalah Engkong Reinard itu, sayangnya beliau sedang merantau jauh belajar ke negeri orang. Ntar kita tunggu komentarnya. Oya, kalau Anda bisa berprestasi cukup baik di sekolah, sekalian saja nanti kuliahnya jangan tanggung2, langsung ke pusat2 riset terkemuka dunia.
Tapi jangan lupa kita balik lagi ke Indonesia untuk membangun negeri ini.
Hei ‘ngkong, di manakah dikau?
Ditulis dengan# Fisikawan Muda
Sabar…. ‘ngkong kan lagi tidur. Gini-gini kan ‘ngkong butuh tidur juga.
)
Tentang bahasa, saya juga ogah belajar bahasa lain kalau tidak terpaksa (bo’ong lagi, bukan ogah ini mah tapi emang nggak mampu
Kayaknya nggak banyak buku ilmiah ditulis dalam bahasa Indonesia karena capek-capek nulis/nerjemahinnya terus dibajak pula (dengan cara fotokopi, dkk.). Emang sih jadinya ribet, mahasiswa butuh ilmu tapi tak berduit, tapi kasihan juga yang capek-capek nulis tapi nggak dapat apa-apa.
#Hyaweh Hoshikawa
Higgs bosson itu munculnya dari teori elektrolemah (electroweak)-nya Glashow-Weinberg-Salam yang menggabungkan gaya nuklir lemah dengan gaya elektromagnet. Nah, di teori itu dengan mempostulatkan adanya Higgs bosson dan melakukan perhitungan matematika yang cukup rumit (dikenal dengan pengerusakan simetri spontan/ Spontaneous Symmetry Breaking) akhirnya keluarlah massa dari partikel-partikel yang kita kenal, dengan massa foton sebesar NOL. Jadi Higgs bosson menyebabkan massa foton itu nol. Githu….
Ngomong-ngomong ada lagi tuh kontributor kita yang lebih dewa lagi tentang masalah partikel: Kak Zainul. Haduh….mana ya Kak Zainul, belum singgah melihat-lihat blog ini lagi ya?
Ditulis denganHo..ho..ho.., rupanya gara2 diskusi di sini, ada yang membujuk2 untuk bikin artikel tentang klasifikasi partikel. Sepertinya ada kesalahpahaman, kalau disebut lebih tua, saya ngaku deh. Klaim lainnya tidak dapat diterima, karena tidak dapat diukur secara objektif. Menurutku, tidak ada yg lebih Dewa daripada Ahmad Dhani, disusul kemudian Andra, lalu Once dan Yuke. Bagaimana dengan Dewa Budjana? ia bergabung dengan band lain, namanya Gigi.
Ditulis denganYa ampun…
ga nyangka…
Ditulis denganKak Zainul lebih gokil dari si Engkong Reinard