21
Mei

Stipen Spilberk Salah Pasang Roll Film

[oleh: Akhmad Yulianto, Tim Admin 102FM]

Sore itu adalah hari terakhir pengambilan gambar untuk film terbaru sutradara kawakan, Stipen Spilberk dari Lembah Cikoneng, yang berjudul Ieu deuih Jons dan Kampung Jojodog Herang. Setelah bayar honor para pemain dan nasi timbel tadi malam, Stipen membawa roll film hasil shooting ke laboratorium untuk dicuci (30 menit jadi!). Karena diburu oleh deadline, proses pengolahan dilakukan tidak dengan hati-hati. Hasilnya, saat pemutaran perdana film “Ieu deuih Jons dan Kampung Jojodog Herang” penonton dikecewakan saat beberapa adegan urutannya terbalik (kata penonton lho). Stipen Spilberk terpaksa meminta maaf kepada penonton atas kejadian ini.

Keesokannya, Stipen membawa roll film tersebut ke laboratorium pribadi miliknya. Stipen menyelidiki bagian yang dianggap terbalik oleh penonton:

accframe

Pada frame tersebut, yang diinginkan dalam film adalah adegan agar percepatan benda berarah ke bawah. Urutan yang seharusnya (kata penonton) adalah dari kanan ke kiri, padahal menurut Stipen harusnya dari kiri ke kanan. Ia pun mulai bertanya-tanya dalam pikirannya,

Apa yang salah? Bukankah saya sudah pasang dengan benar (kiri ke kanan) supaya benda dipercepat ke bawah? Memangnya saat frame film dibalik (kanan ke kiri), ke mana arah percepatan?
ke bawah? atau ke atas?
Bukannya jadi ke atas?

Perhatikan lagi frame di atas. Saat frame dipasang pada posisi benar atau salah (terbalik), ternyata percepatan yang ada tetap mengarah ke bawah. Saat frame dipasang terbalik, arah kecepatan (pergerakan) yang dimiliki oleh bola memang berlawanan namun kecepatan bola menjadi berkurang, sehingga percepatannya ke bawah. Sebagai contoh, coba rekam/perhatikan pergerakan bola yang sedang dilontarkan ke atas. Percepatan selalu berarah ke bawah, ke arah pusat bumi. Bola akan naik dengan kecepatan yang berkurang, berbalik arah, kemudian bergerak ke bawah.

Sering kali orang keliru antara kecepatan dan percepatan. Meskipun memiliki hubungan secara matematis, kecepatan dan percepatan adalah dua vektor yang secara konsep harus dibedakan. Arah mereka bisa saja sama atau berbeda pada sumbu gerak. Hukum ke dua Newton menjelaskan hubungan antara gaya dan percepatan, tidak dengan kecepatan. Kemudian kita tahu pernyataan Aristotle bahwa untuk membuat sebuah benda terus bergerak dibutuhkan gaya adalah salah.

Bagaimana Pak Stipen? Sudah mengerti? Jadi sama saja mau kiri ke kanan atau kanan ke kiri. Pak Stipen salah sangka karena menganggap hanya urutan kiri ke kanan yang percepatannya ke bawah, sementara penonton juga salah sangka karena menganggap hanya urutan kanan ke kiri yang percepatannya ke bawah.
Bingung ya? :d Baca buku dong… (jangan baca blog ini melulu) ;)

12 Komentar

  • Yari N.K.:

    Pembahasan yang menarik tentang kecepatan dan percepatan sebagai vektor yang mempunyai magnitud dan arah.

    Btw, ini Stipen Spilberk bukan Stephen Spielberg ya? Huehehe… :d

  • Fisikawan Muda:

    Yupz… ini tokoh fiksi khayalan kita-kita aja. :d

  • Pengagum Fisika:

    Ha…ha… kreatif!!!
    Sempet gak nyadar, kirain apa tuh “Ieu deuih Jons”, ternyata plesetannya “Indiana Jones” ya toh?

  • Ario Saja:

    Semoga sukses.

  • Abah Oryza:

    Duh ora mudeng ah, kalo saya mah asik2 ajah di foto (eh nyambung nggak?) ah sudahlah saya udah ngabsen

  • Masenchipz:

    Stipen Spilberk apa Stephen Spielberg, Om? :-?

  • Fisikawan Muda:

    #Masenchipz,

    ih si Om mah… malah mempermasalahkan namanya, mending komentarin isinya dong… :d

  • Maria Ozawa Club:

    Percepatan itu arahnya ke BAWAH, ga tergantung FRAME FILM masangnya kebalik atau ngga lah, klo diputer dari KANAN ke KIRI, BOLAnya itu dilempar dari bawah lalu mengalami perlambatan ke atas , ALIAS Percepatan ke bawah (ingat peribahasa “Setinggi2nya kodok lompat, akhirnya masuk ke selokan juga”)

    Klo filmnya diputer dari KIRI ke KANAN, berarti posisi awalnya DILEPAS dan mulai jatuh bebas, tentunya dengan percepatan ke bawah…

  • Fisikawan Muda:

    Keren… dapet darimana tuh peribahasa?

  • Mr. Numpang:

    Halo semua,
    numpang komentar nih.

    Klo gambarnya kayak bola jatuh gitu sih spilberk-nya mah malah bingung cara masangnya.

    soalnya ntuh gambar bisa diliat bolak-balik, dari sisi depan atau belakang, kan negative film.
    Kita anggap aja sketsa gambar bola jatoh yang kayak di post (artikel) adalah sisi A. Maka, klo si felem diputer dari kiri ke kanan, jadinya percepatan bola kebawah. Dan sebaliknya…

    Tapi, klo ntuh gambar kita liat dari baliknya. Maka, klo kita maenin dari kiri ke kanan, jadinya percepatan ke atas, dan sebaliknya.

    hue hue hue :d

  • Agus Suroso:

    Kesimpulan bahwa percepatan selalu ke bawah akan lebih mudah diambil jika kita memperhatikan perubahan posisi benda (yang merepresentasikan kecepatan), lalu kita perhatikan bagaimana kecepatan tersebut berubah (menggambarkan percepatan). Maka kita akan dapatkan kesimpulan seperti yang diberikan oleh Maria Ozawa Club dan Fisikawan Muda (penulis artikel).

  • Rachavidya:

    Assalamu’alaikum
    baguslah :)

Berikan Komentar

:) :( :d :"> :(( ;d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- emoticon lain »

Umpan RSS