01
Mei

Masalah Organisasi Rumus

[oleh: AhmadRidwan T. Nugraha, Tim Admin 102FM]

Banyak di antara kita takut fisika karena rumus-rumusnya yang menyilaukan mata. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa fisika memang identik dengan rumus, bahkan rasanya nyaris tidak mungkin membuat fisika tanpa rumus. Akan tetapi, fisika tetaplah mengasyikkan dan menyenangkan, begitu pula dengan matematikanya.

Melalui tulisan ini kami coba memberikan sebuah contoh masalah yang bisa dijawab sekejap saja. Uniknya, masalah ini bisa juga sampai menghabiskan waktu makan siangmu jika tidak bisa mengorganisasikan rumusan matematika dengan baik. Banyak sekali masalah fisis yang memiliki sifat demikian, sehingga kita perlu terus mengasah kemampuan analisis matematis dan memotivasi diri bahwa fisika dan matematika itu saudara kandung yang selalu saling membantu.

Ok, sudah siap? Ini soalnya:

soalrumus

Langkah pertama yang biasa dilakukan kebanyakan orang untuk menjawab soal tersebut adalah dengan mengeluarkan kalkulator lalu menghitung hasilnya, dan SELESAI!

Wah, tentu tidak seru, bukan? Lebih baik jika kita ambil secarik kertas dan segera meraut pensil untuk corat-coret. Ok, kalau begitu kita coba saja. Biasanya cara yang sering dilakukan lebih dulu adalah menyederhanakan bagian dalam kurung, misalnya menjadi:

soalrumus2

Melihat hasil ini kita kemudian segera mencoret beberapa bagian penyebut dan pembilang untuk penyederhanaan lebih lanjut, misalnya dua pecahan yang bagian depan dapat ditulis:

soalrumus3

Hmm, sepertinya akan beres cepat, coba kita lihat dua pecahan selanjutnya:

soalrumus4

Waduh, sepertinya masih kurang data, coba lihat lagi dua pecahan selanjutnya:

soalrumus5

Dengan data-data tersebut, kita bisa susun ulang pertanyaan (soal)nya menjadi:

soalrumus6

Halah… polanya memang terlihat, tetapi kita bisa menyimpulkan bahwa kita harus menguraikannya sampai beres hingga pecahan terakhir (224/225). Gawat! Dan akan lebih gawat lagi kalau rantai pecahan pada soalnya diperpanjang:

soalrumus7

Keburu botak kepala, deh… :((

SOLUSI YANG LEBIH BAIK
Satu jalan yang jarang dipikirkan ketika pertama melihat soal tersebut (soal yang awal) adalah dengan terlebih dahulu membuatnya jadi begini:

soalrumus8

Lalu uraikan sedikit:

soalrumus9

Teruskan sedikittt lagi… :d

soalrumus10

Nah kan, jadinya sederhana:

soalrumus11

Akhirnya hanya menyisakan dua pecahan:

soalrumus12

EPILOG
Demikianlah saudara-saudara, selain masalah yang setitik nila ini masih melimpah ruah masalah-masalah lain yang solusinya sederhana, hanya membutuhkan organisasi rumus yang baik dan benar.
Jika kita tilik beberapa masalah dalam fisika, seringkali kita pun tidak memikirkan bahwa ketika Newton mengatakan

Gaya yang bekerja pada suatu benda sebanding dengan percepatan yang dihasilkan,

kenapa kok ditulis

soalrumus13?

Kenapa, misalnya, tidak ditulis begini saja:

soalrumus14

atau

soalrumus15?

Toh massa m cuma konstanta kesebandingan, kan? (Perhatian, kita abaikan dulu masalah satuannya).

Contoh lain, Einstein bilang

Ada kesetaraan antara massa dan energi relativistik,

kenapa kok ditulis

soalrumus15?

Kenapa, tidak begini:

soalrumus17

atau

soalrumus18?

Toh laju cahaya c juga konstanta, kan?

Ternyata (dari sudut matematis) alasannya sederhana, yaitu untuk pengorganisasian yang lebih baik bagi rumusan lain yang diturunkan dari hukum-hukum fisika tersebut.

5 Komentar

  • Fisikawan Muda:

    Tulisan ini sepi banget komentarnya :d

  • Fisikawan Muda:

    uwoo… sekali-kalinya Fisikawan Muda pake Windows :d
    Sorry2x Linuxnya perlu istirahat dulu. :p

  • Hyaweh Hoshikawa:

    Bukannya itu gara-gara hasil uji Lab. menunjukan persamaan-persamaan nya emang smacam itu?…
    ntar kalo’ dirubah-rubah, bisa ngrubah satuan-satuannya dong…Ntar ngrubah persamaan-persamaan yang laen dong…

  • Fisikawan Muda:

    #Hyaweh,

    yupz, memang begitu :)
    dari sudut matematis dan eksperimen, keduanya saling mendukung…

    kalo satu saja ketetapan besaran pokok kita ubah, pastinya bakal berpengaruh ke besaran yang lain.

  • Hyaweh Hoshikawa:

    Hmm… mungkin itu juga supaya lebih mudah menerapkannya kali’ yah…
    kalo’ misalnya
    E = MC^3
    brarti yang dimaksud pasti bukan ENERGI yang akan habis karena USAHA, lah wong dimensinya aja dah beda kok….

    btw kalo’ yang ini beda loh
    minum obat:
    1 x 2 hari ama 2 x 1 hari :p
    padahal menurut matematisnya hasilnya sama-sama 2 Hari… :))

Berikan Komentar

:) :( :d :"> :(( ;d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- emoticon lain »

Umpan RSS